Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Momen Mahasiswa Kumandangkan Azan Magrib saat Demo di DPR
Mahasiswa mendengarkan azan Magrib dari mobil komando saat demo di depan DPR, Jakarta Pusat, Jumat (19/6/2026). (IDN Times/Yosafat Diva Bayu Wisesa)
  • Ribuan mahasiswa menggelar demo di depan Gedung DPR RI, Jakarta, sambil mengumandangkan azan Magrib yang membuat suasana aksi sejenak hening.
  • Aksi ini diikuti mahasiswa dari Universitas Trisakti, Esa Unggul, dan Mercu Buana yang menyoroti kenaikan harga Pertamax serta kelangkaan Pertalite.
  • Mahasiswa juga mengkritik fokus pemerintah pada program Makan Bergizi Gratis dan menyinggung janji Wakil Presiden Gibran soal 19 juta lapangan kerja.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
19 Juni 2026

Mahasiswa dari berbagai universitas menggelar demo di depan Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat. Di sela-sela aksi, azan Magrib dikumandangkan dari mobil komando dan massa hening mendengarkan. Dalam orasi, mahasiswa menyoroti kenaikan harga Pertamax, kelangkaan Pertalite, serta janji lapangan kerja yang belum terpenuhi.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Mahasiswa mengumandangkan azan Magrib di sela-sela aksi demonstrasi yang berlangsung di depan Gedung DPR RI, disertai penghentian sementara orasi dan aktivitas protes.
  • Who?
    Massa mahasiswa dari Universitas Trisakti, Universitas Esa Unggul, dan Universitas Mercu Buana yang tengah menyampaikan tuntutan kepada pemerintah dan DPR.
  • Where?
    Di depan Gedung DPR RI, kawasan Senayan, Jakarta Pusat.
  • When?
    Pada Jumat sore, 19 Juni 2026, bertepatan dengan waktu azan Magrib.
  • Why?
    Aksi dilakukan untuk menyoroti kenaikan harga Pertamax, kelangkaan Pertalite, serta kekecewaan terhadap kebijakan pemerintah dan janji lapangan kerja Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
  • How?
    Saat azan dikumandangkan dari mobil komando, ribuan mahasiswa hening mendengarkan lalu beristirahat sejenak sambil makan dan minum sebelum melanjutkan aksi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Banyak mahasiswa datang ke depan gedung DPR di Jakarta. Mereka teriak-teriak karena marah sama pemerintah. Tapi waktu azan Magrib, semua jadi diam dan dengar azan dari mobil besar. Habis itu mereka duduk, makan, dan minum sebentar. Mereka bilang harga bensin naik dan janji kerja banyak belum jadi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Di tengah suasana demonstrasi yang penuh semangat, momen ketika azan Magrib dikumandangkan menghadirkan jeda damai yang menyatukan ribuan mahasiswa dalam keheningan dan penghormatan. Perhentian sejenak untuk beribadah dan berbagi makanan menunjukkan bahwa di balik dinamika protes, masih tumbuh rasa kebersamaan, kedisiplinan, dan nilai kemanusiaan yang kuat di antara para peserta aksi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Mahasiswa mengumandangkan azan Magrib di sela-sela demo yang digelar di depan Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (19/6/2026).

Pantauan IDN Times di lokasi, ribuan mahasiswa seketika hening mendengarkan azan yang dilantunkan dari salah satu mobil komando.

Tak terdengar lagi orasi-orasi keras yang menyampaikan tuntutan terhadap pemerintah dan DPR. Massa juga tampak beristirahat sejenak dengan duduk sembari menyantap makanan dan minuman.

Demo ini diinisiasi oleh elemen mahasiswa yang berasal dari Universitas Trisakti, Universitas Esa Unggul, dan Universitas Mercu Buana.

Dalam orasinya di atas mobil komando, mahasiswa mengeluhkan ketidakpedulian pemerintah. Mereka menyoroti naiknya harga Pertamax dan menipisnya stok Pertalite di berbagai daerah. Mahasiswa juga menyayangkan pemerintah lebih peduli program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Mahasiswa lainnya menyuarakan janji palsu Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka tentang 19 juta lapangan kerja.

"Bukan penuhi 19 juta lapangan kerja, tapi malah satu dolar hampir 19.000 rupiah," celetuk mahasiswa.

Editorial Team

Related Article