Italia Salahkan Spanyol Berikan Izin Tinggal ke Ribuan Imigran Ilegal

- Menlu Italia Antonio Tajani mengecam Spanyol karena memberi izin tinggal permanen kepada 500 ribu imigran ilegal tanpa konsultasi dengan Uni Eropa.
- Italia mengusulkan pusat penampungan migran UE di luar negeri, termasuk Afrika, serta pengetatan manfaat GSP+ bagi negara berkembang yang tidak bekerja sama.
- Spanyol meminta Italia menghentikan pengecekan perbatasan terkait Schengen dan menyatakan 70 ribu dari 72 ribu migran Maroko di Ceuta telah dipulangkan.
Jakarta, IDN Times - Menteri Luar Negeri (Menlu) Italia, Antonio Tajani, pada Selasa (4/8/2026), menyalahkan Spanyol atas kebijakan memberikan izin tinggal permanen kepada 500 ribu imigran ilegal. Menurutnya, kebijakan itu harus dikonsultasikan ke Uni Eropa (UE).
“Spanyol meregularisasi 500 ribu warga asing ilegal di negaranya dan melakukan ini tanpa memberitahu satu pun rekannya di UE. Ini bukanlah hal yang benar,” tuturnya, dikutip dari Democrata.
Sepekan terakhir, hubungan Italia dan Spanyol terus menegang imbas krisis migrasi di Ceuta. Italia bahkan mendorong penangguhan Spanyol dalam zona Schengen.
1. Italia usulkan UE bangun pusat penampungan migran di luar negeri

Menanggapi krisis migrasi Ceuta, Italia mengusulkan UE membangun pusat penampungan migran di luar negeri. Pihaknya mencontohkan langkah Italia yang membangun pusat penampungan migran di Albania.
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Italia, Matteo Piantedosi, mengatakan bahwa pusat penampungan baru dapat dibangun di Afrika. Ia mengusulkan fasilitas tersebut dibangun menggunakan dana UE.
Piantedosi menyerukan daftar negara yang dapat dlibatkan meliputi, Rwanda, Ghana, Senegal, Tunisia, Libya, Mauritania, Mesir, Uganda, Uzbekistan, Armenia, Montenegro, dan Ethiopia. Ia juga mengusulkan pengetatan program GSP+ dan hanya memberikan manfaat kepada negara berkembang yang mau bekerja sama dengan UE.
2. Spanyol desak Italia hentikan pengecekan perbatasan

Pada hari yang sama, Spanyol menyerukan Italia menghentikan penjagaan perbatasan udara dan laut dari negaranya. Langkah ini setelah Italia menangguhkan sepihak perjanjian Schengen dengan Spanyol.
Menteri Dalam Negeri Spanyol, Fernando Grande Marlaska, mengatakan bahwa langkah Italia tidak berguna. Sebab, semua imigran yang masuk ke Ceuta tidak secara langsung akan mendapatkan akses ke negara-negara anggota Schengen.
“Saya tidak paham kenapa Italia menutup Schengen dari Spanyol. Kebijakan itu sangat tidak diperlukan dan tidak berdampak menurut saya,” ungkapnya, dikutip dari Ansa.
3. Spanyol pastikan 70 ribu imigran sudah kembali ke Maroko

Marlaska memastikan bahwa 70 ribu dari 72 ribu imigran Maroko yang masuk ke Ceuta sudah kembali ke negaranya. Ia menyebut, pemerintah akan terus memulangkan warga Maroko yang tidak punya hak tetap berada di Spanyol.
Dilansir EFE, Marlaska menekankan bahwa Spanyol akan memasukkan insiden di Ceuta ini sebagai pelajaran. Serta akan terus melawan penyelundupan migran ilegal sembari meningkatkan kapabilitas pencegahan untuk mencegah insiden serupa.





















