Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Momen Pangkopassus Foto Bersama dengan Seskab Teddy di Unhan
Panglima Kopassus Letnan Jenderal Djon Afriandi (tengah) berfoto bersama dengan Sekretaris Kabinet, Letkol Teddy Indra Wijaya di Universitas Pertahanan. (www.instagram.com/@catatanseskab)
  • Panglima Kopassus Letjen Djon Afriandi terlihat akrab berfoto dengan Seskab Teddy Indra Wijaya di Universitas Pertahanan, di tengah isu pemukulan yang sempat mencuat di media sosial.
  • Kopassus menegaskan isu pemukulan terhadap protokoler Istana adalah hoaks tanpa bukti valid dan menilai narasi tersebut sengaja disebar untuk memecah soliditas internal institusi negara.
  • Presiden Prabowo Subianto hadir di Universitas Pertahanan memberikan arahan tertutup kepada 1.500 komandan satuan TNI dari tiga matra, kegiatan ditutup dengan jamuan santap siang bersama.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
21 April 2026

Kopassus membantah isu pemukulan yang melibatkan Panglima Kopassus Letjen Djon Afriandi melalui unggahan di media sosial. Penerangan Kopassus menegaskan bahwa narasi tersebut hoaks dan tidak memiliki bukti valid.

30 April 2026

Letjen Djon Afriandi terlihat akrab dengan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya di Universitas Pertahanan, Bogor. Keduanya berfoto bersama saat menunggu kedatangan Presiden Prabowo Subianto untuk memberikan taklimat kepada 1.500 komandan satuan.

1 Mei 2026

Presiden Prabowo Subianto memberikan arahan tertutup kepada 1.500 komandan satuan di Universitas Pertahanan. Acara diakhiri dengan jamuan santap siang sebagai simbol kebersamaan antara pimpinan dan para komandan lapangan.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Panglima Kopassus Letjen Djon Afriandi terlihat berfoto bersama Sekretaris Kabinet Letkol Teddy Indra Wijaya di Universitas Pertahanan, di tengah isu pemukulan yang sebelumnya ramai dibicarakan di media sosial.
  • Who?
    Letjen Djon Afriandi, Panglima Kopassus, dan Letkol Teddy Indra Wijaya, Sekretaris Kabinet. Presiden Prabowo Subianto serta jajaran pimpinan TNI juga hadir dalam kegiatan tersebut.
  • Where?
    Kegiatan berlangsung di Universitas Pertahanan (Unhan), Bogor, Jawa Barat, tempat Presiden Prabowo memberikan arahan kepada para komandan satuan TNI.
  • When?
    Momen foto terjadi pada Kamis, 30 April 2026. Isu pemukulan sebelumnya mencuat sejak pekan ketiga April 2026 melalui unggahan media sosial.
  • Why?
    Kopassus menyatakan klarifikasi untuk menepis isu pemukulan yang disebut hoaks dan tidak memiliki bukti valid. Momen kebersamaan itu memperlihatkan hubungan baik antara kedua pejabat tersebut.
  • How?
    Keduanya tampak akrab sambil menunggu kedatangan Presiden Prabowo. Foto mereka diunggah oleh akun Catatan Seskab dan menjadi sorotan publik setelah isu kekerasan dibantah secara resmi oleh Kopassus
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Ada kabar katanya Pak Djon, panglima Kopassus, memukul orang istana, tapi Kopassus bilang itu bohong. Terus Pak Djon kelihatan akrab sama Pak Teddy yang kerja di istana, mereka foto bareng di kampus pertahanan waktu nunggu Pak Prabowo datang. Sekarang semua kelihatan baik-baik saja dan tidak ada ribut-ribut.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Di tengah isu yang sempat beredar, momen keakraban antara Panglima Kopassus Letjen Djon Afriandi dan Seskab Teddy Indra Wijaya di Universitas Pertahanan menunjukkan suasana harmonis di lingkungan pejabat tinggi negara. Klarifikasi resmi dari Kopassus yang menegaskan tidak adanya bukti valid atas tuduhan tersebut turut memperlihatkan komitmen institusi menjaga soliditas dan ketenangan publik.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Di tengah mencuat isu pemukulan yang dilakukan Panglima Kopassus, Letnan Jenderal Djon Afriandi terhadap protokoler Istana, suasana yang terlihat pada Kamis (30/4/2026) di Universitas Pertahanan, Bogor, justru berbeda. Djon terlihat akrab dengan Sekretaris Kabinet, Letnan Kolonel Teddy Indra Wijaya. Mereka bahkan sempat foto bersama.

Dilihat dari unggahan akun Catatan Seskab, momen keakraban itu terlihat saat menunggu ketibaan Presiden Prabowo Subianto memberikan taklimat di hadapan 1.500 komandan satuan. Akun tersebut menampilkan hanya Teddy yang mengenakan kemeja berwarna putih dan celana hitam. Sedangkan para pejabat tinggi dari matra Angkatan Darat (AD) mengenakan pakaian dinas harian.

Lewat keakraban itu, akun tersebut seolah ingin menepis ada hubungan yang tak akur antara Pangkopassus dan Sekretaris Kabinet. Apalagi keduanya berasal dari satuan yang sama yakni Kopassus TNI AD.

1. Kopassus sudah bantah ada pemukulan yang dilakukan oleh Panglima Kopassus

Prajurit Komando Pasukan Khusus (Kopassus) TNI AD berbaris lengkap persenjataan saat mengikuti upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Tentara Nasional Indonesia (TNI) di Monas, Jakarta, Minggu (5/10/2025).(ANTARA FOTO/Fauzan)

Sebelumnya, Kopassus sudah turun tangan merespons isu yang beredar di media sosial pada pekan lalu. Lewat unggahan penerangan Kopassus di media sosial, Kopassus membantah Panglima Kopassus, Letnan Jenderal Djon Afriandi melakukan tindak kekerasan terhadap individu yang disebut sebagai Bunted. Isu itu santer beredar lewat aplikasi media sosial Threads.

"Hoaks," demikian yang tertulis di akun Penerangan Kopassus dan dikutip pada Selasa (21/4/2026).

Namun, akun medsos Kopassus itu tidak memberikan keterangan lebih lanjut tentang hal tersebut. Unggahan itu hanya memuat stempel bahwa isu yang ditulis di akun Thread @retailman69, tidak benar adanya.

Meski tak dijelaskan siapa sosok Bunted, tetapi warganet menduga kuat orang yang dimaksud adalah Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya. Salah satu tugas Teddy diketahui mengatur jadwal dan agenda pertemuan Presiden.

Di dalam akun @retailman69, tertulis Letjen Djon melakukan tindak kekerasan terhadap seseorang yang disebut sebagai Bunted karena dibiarkan menunggu di luar ruangan Presiden Prabowo Subianto di Istana selama 20 menit. Sedangkan, Prabowo sudah menunggunya di dalam ruangan.

Ketika Prabowo keluar, dia memarahi Letjen Djon karena dianggap sengaja membuatnya menunggu selama 20 menit. Sedangkan, Letjen Djon dijadwalkan berbincang selama 30 menit dengan Prabowo.

2. Isu pemukulan tak dilengkapi bukti valid

Ilustrasi prajurit Kopassus TNI Angkatan Darat (AD) ketika HUT ke-68. (ANTARA FOTO)

Kopassus juga menyebut, isu keributan itu dilempar di media sosial tanpa dilengkapi bukti valid. Bahkan, menurut Kopassus, isu tersebut sengaja dibuat untuk memecah belah bangsa.

"Narasi ini mengklaim adanya keributan antara Pangkopassus dengan pihak protokoler Istana. Faktanya, ini hanyalah karangan yang tak punya bukti valid," ujar penerangan Kopassus di akun media sosial mereka, dikutip Selasa (21/4/2026).

"Informasi ini sengaja disebar untuk menciptakan kegaduhan dan memecah soliditas internal institusi negara. Jadi jangan menjadi penyebar hoaks," tegas mereka.

3. Prabowo beri arahan kepada 1.500 komandan satuan

Presiden Prabowo Subianto (kenakan peci hitam) ketika memberi hormat kepada Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto. (Dokumentasi Biro Pers Istana)

Sementara, tujuan Prabowo ada di Universitas Pertahanan untuk memberikan arahan kepada 1.500 komandan satuan yang berasal dari tiga matra di TNI. Arahan itu disampaikan secara tertutup.

Menurut keterangan dari Sekretariat Presiden, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto turut menyampaikan laporan kepada Prabowo. "Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh jajaran pimpinan TNI dari tingkat tertinggi hingga level komando satuan di seluruh Indonesia, mulai dari para kepala staf angkatan, panglima komando utama hingga para komandan satuan setingkat komandan batalyon," demikian isi keterangan tertulis yang dikutip pada Jumat (1/5/2026).

Kegiatan ditutup dengan jamuan santap siang dengan Prabowo. "Aktivitas itu menjadi simbol kedekatan pemimpin dengan para komandan lapangan sekaligus memperkuat kohesi dan semangat kebersamaan dalam mengemban tugas negara," kata sekretariat negara.

Editorial Team