Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Mendes PDT Laporkan 73 Akun Hoaks Kopdes Tutup Warung di Desa ke Bareskrim

Mendes PDT Laporkan 73 Akun Hoaks Kopdes Tutup Warung di Desa ke Bareskrim
Dewan Penasihat Menteri Desa PDT, Juanda di Gedung Bareskrim Polri. (IDN Times/Irfan Fathurohman)
  • Yandri Susanto melaporkan dugaan informasi palsu ke Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri.
  • Laporan berkaitan dengan video deepfake yang mencatut suara Yandri mengenai warung desa dan Kopdes Merah Putih.
  • Sebanyak 73 akun media sosial terlacak dan dilampirkan sebagai barang bukti dalam laporan tersebut.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Menurutmu, bagaimana konten AI yang mencatut suara?
Share Article

Jakarta, IDN Times - Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT), Yandri Susanto, melaporkan kasus dugaan informasi palsu atau hoaks ke Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri.

Laporan tersebut dilayangkan pada 29 Juli 2026. Kubu Yandri pun kembali menyambangi Bareskrim Polri untuk menanyakan kelanjutan dari pelaporan hoaks tersebut pada Kamis (13/8/2026).

"Kami datang ke sini dalam rangka untuk menanyakan soal tindak lanjut laporan atau pengaduan atas nama Pak Yandri Susanto secara pribadi, dan sekarang beliau adalah menjabat sebagai Menteri Desa dan PDT," kata Dewan Penasihat Menteri Desa PDT, Juanda, di Gedung Bareskrim Polri.

  1. 1. Yandri bantah soal pernyataan tutup warung desa

    Mendes PDT Laporkan 73 Akun Hoaks Kopdes Tutup Warung di Desa ke Bareskrim
    Mendes PDT Yandri Susanto bicara peluang Kopdes Merah Putih bidik peluang usaha genteng. (Dok. Kemendes PDT)

    Laporan itu sendiri terkait munculnya video hoaks seakan-akan pernyataan Yandri Susanto soal warung-warung di desa bakal ditutup, karena adanya Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih.

    "Alhamdulillah sedang diproses oleh Siber Crime di Mabes Polri ini, dan tentu kita harus bersabar ya untuk melihat ke depan, dan silakanlah pihak penyidik Mabes Polri ini bekerja dengan profesional, dengan baik, sesuai dengan mekanisme peraturan perundang-undangan yang berlaku. Saya kira itu kedatangan kami ke sini," ujarnya.

  2. 2. Video hoaks diklaim merugikan Menkop Yandri

    Mendes PDT Laporkan 73 Akun Hoaks Kopdes Tutup Warung di Desa ke Bareskrim
    Ilustrasi hoaks (IDN Times/Yosafat Diva Bayu Wisesa)

    Menurut Juanda, video deepfake tersebut merugikan Menkop Yandri. Karena itu, pelaporan dilakukan terkait dengan dugaan pelanggaran Undang-Undang Informatika dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

    Pada kesempatan yang sama, Sekjen Kemendes PDT, Taufik Madjid, mengatakan Yandri tidak pernah mengeluarkan pernyataan soal warung atau toko di desa bakal ditutup karena adanya Kopdes Merah Putih.

    "Tidak benar sama sekali. Konten ini menggunakan, dibantu dengan AI. Jadi seolah-olah suara yang keluar di konten itu adalah suaranya Pak Yandri. Padahal tidak sama sekali Pak Yandri mengeluarkan statement seperti itu," ucapnya.

    "Justru sebaliknya, dengan adanya Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih, ingin dihidupkan warung-warung, UMKM, badan usaha milik desa, agar bersama-sama dengan Koperasi Desa Merah Putih atau Kelurahan Merah Putih sebagai instrumen utama pertumbuhan ekonomi baik di desa maupun di kelurahan," imbuh Taufik.

  3. 3. Sebanyak 73 akun dilaporkan ke polisi

    Mendes PDT Laporkan 73 Akun Hoaks Kopdes Tutup Warung di Desa ke Bareskrim
    Ilustrasi hoaks (IDN Times/Sukma Shakti)

    Adapun narasi hoaks itu telah melacak 73 akun media sosial (medsos). Taufik Madjid mengatakan, seluruh akun itu telah menjadi lampiran barang bukti dalam laporan yang dilayangkan Yandri ke Dittipid Siber Bareskrim Polri pada 29 Juli 2026.

    “Jadi 73 akun. Sementara ini terlacak ada 73 akun,” kata Taufik.

    Taufik menegaskan jika konten tersebut adalah hoaks dengan bentuk deepfake memanfaatkan AI (Kecerdasan Imitasi). Sebab, ia memastikan, Yandri tidak pernah berbicara sebagaimana narasi.

    “Pemerintah berharap warung pertoko di pedesaan ditutup supaya masyarakat desa belanja di koperasi desa. Nah, konten ini menggunakan, dibantu dengan AI. Pendekatannya IT, AI. Jadi seolah-olah suara yang keluar di konten itu adalah suaranya Pak Yandri. Padahal tidak sama sekali Pak Yandri mengeluarkan statement seperti itu,” ucapnya.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More