Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Moratorium SPPG Baru, BGN Akui Penumpukan Dapur MBG di Kota Besar
SPPG Pondok Kelapa Jakarta Timur. (IDN Times/Dini Suciatiningrum)
  • BGN memberlakukan moratorium pendaftaran SPPG baru karena terjadi penumpukan dapur Makan Bergizi Gratis di wilayah aglomerasi kota besar.
  • Kebijakan ini bertujuan untuk refocusing program MBG agar lebih menyentuh wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar sesuai arahan Presiden.
  • Moratorium tidak mengurangi penerima manfaat, melainkan difokuskan pada peningkatan kualitas dapur dan pelatihan SDM agar standar makanan bergizi tetap terjaga.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
4 Juni 2026

Dalam konferensi pers di kantor BGN, Kepala BGN Nanik S Deyang mengumumkan moratorium pendaftaran SPPG baru karena penumpukan dapur MBG di wilayah aglomerasi. Ia menyatakan fokus baru akan diarahkan ke wilayah 3T dan memastikan moratorium tidak mengurangi jumlah penerima MBG.

kini

BGN sedang memetakan distribusi SPPG untuk meningkatkan efisiensi program MBG serta melakukan pembenahan dan pelatihan SDM agar dapur memenuhi standar kualitas.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    BGN memberlakukan moratorium pendaftaran baru Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) karena terjadi penumpukan di wilayah aglomerasi kota besar.
  • Who?
    Badan Gizi Nasional (BGN) melalui Kepala BGN, Nanik S Deyang, menyampaikan kebijakan tersebut dalam konferensi pers bersama jajaran internal lembaga.
  • Where?
    Kebijakan diumumkan di kantor Badan Gizi Nasional, Jakarta Pusat, dengan fokus pelaksanaan diarahkan ke wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
  • When?
    Pernyataan disampaikan pada Kamis, 4 Juni 2026, saat konferensi pers resmi yang digelar oleh BGN di Jakarta.
  • Why?
    Moratorium dilakukan untuk mengatasi ketidakseimbangan jumlah dapur MBG antara wilayah aglomerasi dan daerah 3T serta meningkatkan efisiensi program pemenuhan gizi nasional.
  • How?
    BGN akan memetakan kebutuhan ideal dapur per wilayah, menata ulang distribusi SPPG, serta memperbaiki kualitas dan standar operasional dapur yang sudah beroperasi tanpa mengurangi penerima manfaat MBG.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Badan Gizi Nasional bilang dapur makan gratis di kota besar sudah terlalu banyak. Jadi sekarang mereka berhenti dulu buka dapur baru. Mereka mau betulin dan atur lagi supaya dapurnya bagus dan makanannya enak serta sehat. Sekarang mereka mau lebih fokus bantu tempat yang jauh dan belum punya dapur seperti itu.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Langkah moratorium SPPG baru oleh BGN menunjukkan komitmen lembaga tersebut untuk memperbaiki tata kelola program Makan Bergizi Gratis secara lebih efisien dan merata. Dengan memetakan kebutuhan dapur dan memprioritaskan wilayah 3T, BGN berupaya memastikan pemerataan akses gizi sambil meningkatkan kualitas layanan melalui pembenahan fasilitas dan pelatihan SDM.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Badan Gizi Nasional (BGN) mengakui adanya penumpukan jumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah aglomerasi.

Penumpukan itu menjadi salah satu alasan BGN melakukan moratorium atau pembekuan pendaftaran SPPG baru. Kepemimpinan baru BGN akan melakukan refocusing dapur dan penerima MBG dengan mengutamakan implementasi program di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

“Jujur sekarang yang numpuk ini di aglomerasi yang 3T belum kesentuh. Jadi Pak Presiden pesannya kami harus ke 3T dulu,” kata Kepala BGN, Nanik S Deyang, dalam konferensi pers di kantor BGN, Jakarta Pusat, Kamis (4/6/2026).

BGN akan melakukan pemetaan apakah ada kelebihan jumlah SPPG di suatu wilayah. Upaya itu dilakukan untuk meningkatkan efisiensi program MBG.

“Kalau banyak dapur kan tidak efisien karena kita sewa dapur toh? Nah ini untuk kita rem dulu dan ditata. Berapa kira-kira misalnya satu kecamatan, satu kabupaten ini idealnya berapa? Ini gampang banget, cepat. Karena kan kita sekarang kerja sama dengan Dikdasmen, dengan Kemendukbangga. Jadi untuk menghitung nanti berapa sebetulnya yang dibutuhkan,” ujar Nanik.

Dia memastikan, moratorium SPPG itu tidak akan mengurangi jumlah penerima MBG saat ini. Namun, tujuannya untuk fokus pada perbaikan kualitas MBG.

“Pembenaan dapur-dapur yang telah berdiri dan telah beroperasi agar sesuai dengan standar untuk menghasilkan makanan yang berkualitas, termasuk perbaikan dan pelatihan SDM. Artinya bila dapur itu tidak sesuai, tentu kami akan melakukan suspend,” kata Nanik.

Editorial Team

Related Article