Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Mutasi TNI: Pangdam Jaya Kini Dijabat Jenderal Bintang Tiga
Pangdam Jaya Mayjen TNI Deddy Suryadi (IDN Times/Amir Faisol)
  • Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto melakukan mutasi dan promosi sejumlah perwira tinggi, termasuk menaikkan Pangdam Jaya Deddy Suryadi menjadi jenderal bintang tiga.
  • Kenaikan pangkat bintang tiga hanya berlaku untuk Pangdam Jaya karena posisi strategis Kodam di Jakarta, menurut analis militer Selamat Ginting.
  • Rotasi juga mencakup penunjukan Mayjen Lucky Avianto sebagai Pangkogabwilhan III serta perubahan jabatan di Kaster dan Wakaster TNI akibat validasi organisasi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Panglima TNI, Jenderal Agus Subiyanto melakukan mutasi dan rotasi terhadap sejumlah posisi perwira tinggi di lingkungan militer itu. Kebijakan mutasi, rotasi, dan promosi jabatan itu diteken oleh Agus pada Senin kemarin (9/3/2026).

Salah satu yang mendapatkan promosi adalah Pangdam Jaya, Mayjen TNI Deddy Suryadi. Posisi Kodam Jaya mengalami validasi organisasi, di mana Pangdamnya mengalami kenaikan pangkat menjadi jenderal bintang tiga atau letnan jenderal. Saat ini Deddy merupakan jenderal bintang dua.

Ketika dikonfirmasi kepada Kepala Pusat Penerangan Mabes TNI, Mayjen TNI Aulia Dwi Nasrullah, belum memberikan responsnya. Tetapi, ketika IDN Times konfirmasi kepada Deddy, ia membenarkannya.

"Saya tunggu perintah Mabes saja (untuk prosesi kenaikan pangkatnya)," ujar Deddy lewat pesan pendek pada Selasa (10/3/2026).

Ia pun turut membenarkan tetap bertugas di Jakarta meskipun mendapatkan kenaikan pangkat. "Saya tetap (bertugas di Jakarta)," imbuhnya.

Dengan begitu, Deddy menjadi Pangdam pertama yang diberi pangkat jenderal bintang tiga atau letjen. Apakah pangdam lain turut mendapatkan kenaikan pangkat serupa?

1. Pangkat jenderal bintang tiga hanya khusus untuk Pangdam Jaya

Analis militer dari Universitas Nasional, Selamat Ginting. (www.instagram.com/@sgintingofficial)

Sementara, dalam pandangan analis militer dari Universitas Nasional, Selamat Ginting, menilai kenaikan pangkat jenderal bintang tiga untuk Kodam, akan berlaku sementara ini untuk Kodam Jaya saja. Sebab, posisi Kodam Jaya sangat penting lantaran ada di Jakarta.

"(Kenaikan pangkat jenderal bintang tiga) hanya khusus Pangdam Jaya saja. Kodam krusial di ibu kota negara," ujar Selamat kepada IDN Times lewat pesan pendek pada Selasa kemarin.

Ia mengatakan Menteri Pertahanan, Sjafrie Sjamsoeddin pernah menyebut tiga pusat gravitasi di Indonesia yakni Jakarta, Aceh dan Papua. Dengan begitu, dibutuhkan strategi pengamanan khusus.

"Untuk saat ini fokus ke Jakarta lebih dulu. Mungkin ke depan (validasi organisasi) bisa ke Kodam Iskandar Muda dan Kodam Cendrawasih," tutur dia.

2. Posisi Pangkogabwilhan III kini dijabat Lucky Avianto

Mayor Jenderal TNI Lucky Avianto yang dipercaya sebagai Pangkogabwilhan III yang baru. (Dokumentasi Istimewa)

Selain posisi Pangdam Jaya, rotasi juga terjadi pada posisi Pangkogabwilhan (Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan) III. Panglima Kodam XXIV/Mandala Trikora, Mayjen Lucky Avianto dipercaya menduduki posisi itu.

Lucky menggantikan Letjen Bambang Trisnohadi yang kini didapuk menjadi Kepala Staf Teritorial (Kaster) TNI. Jabatan Kaster TNI muncul lagi setelah terakhir dibubarkan pada 2001.

3. Posisi Wakil Kepala Staf Teritorial diisi Mayjen TNI Suhardi

Ilustrasi Mabes TNI di Cilangkap, Jakarta Timur. (Dokumentasi Puspen TNI)

Sementara, karena adanya validasi organisasi, Asisten Teritorial Panglima TNI, Mayjen TNI Suhardi kini menjabat Wakil Kepala Staf Teritorial (Wakaster). Kemudian, perwira staf ahli bidang politik keamanan nasional Panglima TNI, Mayjen TNI Febriel Buyung Sikumbang didapuk menjadi Pangdam XVII/Cendrawasih di Papua.

Febriel menggantikan Mayjen Amrin Ibrahim yang dimutasi menjadi tenaga ahli pengajar bidang strategi Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas).

Editorial Team