Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Kodam Jaya Gelar Bazar Ramadan, Bantu Ringankan Kebutuhan Prajurit

Kodam Jaya Gelar Bazar Ramadan, Bantu Ringankan Kebutuhan Prajurit
Panglima Kodam Jaya menyelenggarakan bazar murah di bulan Ramadan 2026. (Dokumentasi Kodam Jaya)
Intinya Sih
  • Kodam Jaya menggelar bazar murah Ramadan di Makodam Jaya untuk membantu prajurit, PNS, dan keluarga besar TNI AD memenuhi kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.
  • Pangdam Jaya Mayjen TNI Deddy Suryadi memimpin apel gelar pasukan dengan 1.190 prajurit guna menjaga stabilitas dan keamanan wilayah ibu kota selama Ramadan hingga Idul Fitri 2026.
  • Operasi Ketupat Jaya melibatkan 6.800 personel gabungan TNI-Polri serta 101 pos pengamanan untuk memastikan kelancaran arus mudik, balik, dan kegiatan masyarakat saat Lebaran.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Kodam Jaya mengadakan bazar murah di Lapangan Jayakarta Makodam Jaya, Jakarta Timur pada Senin (9/3/2026). Bazar murah tersebut digelar sebagai bentuk kepedulian Kodam Jaya dalam meringankan kebutuhan prajurit, PNS serta keluarga besar TNI Angkatan Darat (AD) selama bulan Ramadan.

Kepala Dinas Penerangan Kodam Jaya, Kolonel Inf Deki Rayu Syah Putra, mengatakan, di dalam bazar itu tersedia berbagai kebutuhan pokok dengan harga terjangkau sehingga bisa dimanfaatkan oleh prajurit dan keluarganya.

Sementara itu, Panglima Kodam Jaya, Mayjen TNI Deddy Suryadi, mengatakan penyelenggaraan bazar murah merupakan wujud perhatian pimpinan kepada prajurit dan keluarga besar Kodam Jaya dalam menyambut Ramadan.

"Melalui bazar murah ini diharapkan dapat membantu meringankan kebutuhan prajurit dan keluarga, sekaligus mempererat kebersamaan serta meningkatkan kepedulian sosial di lingkungan Kodam Jaya," ujar Deddy.

Dalam momen itu, jenderal bintang dua itu turut menyerahkan bingkisan Ramadan secara simbolis kepada perwakilan prajurit Kodam Jaya dan istri purnawirawan TNI (warakawuri) sebagai bentuk tali asih.

"Antusiasme terlihat dari prajurit, PNS, dan warakawuri yang memanfaatkan bazar tersebut. Diharapkan kegiatan ini dapat memberikan manfaat nyata sekaligus memperkuat semangat kebersamaan di lingkungan Kodam Jaya," kata dia.

1. Kodam Jaya kerahkan 1.190 prajurit untuk jaga stabilitas wilayah ibu kota

Kodam Jaya
Apel pasukan pengamanan di Ramadan 2026. (Dokumentasi Penerangan Kodam Jaya)

Di samping itu, Kodam Jaya mengerahkan 1.190 prajurit sebagai bentuk kesiapsiagaan dalam menjaga stabilitas di wilayah ibu kota. Para prajurit tersebut dikumpulkan dalam apel gelar pasukan pengamanan Bulan Suci Ramadan dan Idul Fitri 1447 H/2026 M. Pengumpulan pasukan itu dipimpin langsung Deddy Suryadi.

Deddy mengatakan, apel gelar pasukan ini dilaksanakan sebagai langkah antisipatif menghadapi dinamika situasi yang berkembang. Khususnya dalam menjaga kondusivitas wilayah selama bulan Ramadan hingga menjelang Hari Raya Idul Fitri.

Kodam Jaya memastikan kesiapan personel maupun satuan dalam melaksanakan tugas.

"Melalui Apel Gelar Pasukan ini diharapkan seluruh prajurit Kodam Jaya senantiasa siap melaksanakan tugas pengamanan wilayah Ibu Kota secara maksimal, sehingga tercipta situasi yang aman, tertib, dan kondusif bagi masyarakat selama Ramadan hingga perayaan Idul Fitri 1447 H/2026 M," kata dia.

2. 6.800 personel gabungan TNI-Polri dikerahkan untuk kawal arus mudik dan balik

Aktivitas arus mudik-balik Lebaran 2025 di Bandara Radin Inten II, Lampung Selatan.
Aktivitas arus mudik-balik Lebaran 2025 di Bandara Radin Inten II, Lampung Selatan. (Dok. Bandara Radin Inten II).

Sementara, untuk mengawal arus mudik dan balik pada Lebaran 2026, dikerahkan 6.800 personel gabungan TNI dan Polri. Mereka terdiri dari anggota kepolisian dan prajurit dari Kodam Jaya. Mereka bakal disebar ke berbagai titik selama pelaksanaan Operasi Ketupat Jaya pada 13 Maret hingga 25 Maret 2026.

Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Metro Jaya, Kombes Pol Komarudin, mengatakan, operasi ini difokuskan menjaga kelancaran perjalanan pemudik hingga arus balik.

"Pada pelaksanaan Operasi Ketupat nanti, tidak kurang dari 6.800 personel lebih, gabungan Polri, TNI, dan instansi terkait akan tergelar di seluruh wilayah hukum Polda Metro Jaya dalam rangka memberikan jaminan keamanan, kenyamanan dalam pelaksanaan kegiatan mudik lebaran, dan juga pelaksanaan hari raya Idulfitri sampai dengan arus kembali ataupun arus balik dari pelaksanaan mudik," ujar Komarudin kepada media di Jakarta, Senin.

Dia memprediksi, puncak arus mudik terjadi pada 16 hingga 18 Maret 2026. Jakarta menjadi salah satu daerah asal pemudik terbesar di Indonesia.

3. 101 pengamanan disiapkan di ruas jalan yang padat jalur mudik dan arus balik

Salat Ied
Suasana Salat Ied di Kota Malang. (www.instagram.com/@wibisono.ari)

Selain itu, untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan, pemerintah menyiapkan 101 pos pengamanan. Pos itu terdiri dari pospam, pos pelayanan, pos terpadu, hingga pos pantau di sejumlah ruas jalan yang diprediksi padat.

Selain arus mudik, polisi juga mengantisipasi rangkaian kegiatan masyarakat saat libur Lebaran. Termasuk pengamanan malam takbiran, salat Idul Fitri, hingga aktivitas wisata di Jakarta.

Pengamanan diperketat karena Lebaran tahun ini berdekatan dengan perayaan Nyepi. Komarudin mengingatkan adanya potensi gangguan cuaca selama arus mudik dengan intensitas hujan yang masih tergolong sedang hingga tinggi.

"Kami juga telah memetakan titik-titik potensi genangan air sampai dengan banjir. Jadi kalau genangan itu di kisaran 0 sampai dengan 30 cm, kalau sudah ada di atas 30 cm ini tentunya membutuhkan penanganan yang dimungkinkan juga akan ada pola rekayasa. Mengingat ruas jalan yang memang tidak bisa dilalui," kata Komarudin.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Deti Mega Purnamasari
EditorDeti Mega Purnamasari
Follow Us

Latest in News

See More