Jakarta, IDN Times - Politik oligarki disinyalir merusak demokrasi di Indonesia. Berdasarkan riset The Economist Intelligence Unit, skor indeks demokrasi Indonesia pada 2019 adalah 6,48 (skala 1-10). Walaupun ada kenaikan 0,09 dibandingkan tahun sebelumnya, skor tersebut masih jauh jika dibandingkan 2015, yaitu 7,03.
"Ada dua cara oligarki menguasai situasi, yang pertama adalah oligarki absolut dan oligarki akomodatif," ucap Direktur Eksekutif Nagara Institute Akbar Faizal di Hutan Kota Plataran, Senayan, Jakarta, Senin (17/2).
Akbar meluncurkan Nagara Institute, yang bertujuan untuk membenahi demokrasi di Indonesia. Khusus soal oligarki, lembaga ini menemukan 17,22 persen hasil pemilihan anggota DPR-RI (2019-2024) terpapar dinasti politik. Atau setidaknya 99 dari 575 anggota legislatif terpilih, memiliki hubungan dengan pejabat publik.
