Jakarta, IDN Times - Total korban meninggal dunia akibat gempa magnitudo (M) 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) mencapai 111 jiwa. Data tersebut dilaporkan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per Kamis (27/8/2026).
UPDATE: Total Korban Meninggal Dunia Gempa NTT Capai 111 Jiwa

- BNPB melaporkan 111 korban meninggal hingga hari ke-13 pascagempa M7,7 di NTT, setelah penambahan enam kematian tidak langsung pada 27 Agustus 2026.
- Perempuan mencakup 56,4% korban meninggal dan lansia 45%; BMKG mencatat 8.193 gempa susulan berkekuatan M1,0 hingga M6,2 serta 146 guncangan terasa.
- Jumlah pengungsi turun 2.416 orang menjadi 176.621, dengan penurunan terbesar di Kabupaten Sikka; BNPB dan pemerintah daerah tetap menyiapkan kebutuhan bagi warga yang meninggalkan pengungsian.
"Saat ini bertambah 6 korban meninggal, total adalah 111 jiwa," ujar Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan Penanggulangan Bencana, Berton Panjaitan, dalam konferensi pers.
1. Kelompok perempuan dan lansia dominasi angka kematian

Kondisi Puskesmas yang terdampak gempa di Manggarai, NTT. (Dok. Kemenkes) Korban meninggal dunia akibat gempa tersebut didominasi oleh perempuan dengan persentase mencapai 56,4 persen. Sementara itu, korban meninggal laki-laki tercatat sebesar 43,6 persen.
Korban dari kelompok lanjut usia (lansia) terdapat 45 persen dari total korban meninggal. Kemudian disusul usia dewasa sebesar 37 persen, kelompok anak-anak dan remaja sebesar 22 persen, serta bayi dan anak di bawah tiga tahun (batita).
2. Gempa susulan menyentuh angka 8.193 kali

Informasi gempa susulan NTT dalam Konferensi Pers tentang Update Penanganan Bencana Gempa Bumi Mt7.7 di NTT. (Foto: Tangkapan Layar YouTube/@bnpb_indonesia). Menurut laporan BMKG, gempa utama sebesar M 7,7 itu menyebabkan 8.193 gempa susulan. Skala gempa susulan tercatat dari skala terkecil, yakni M 1,0 hingga yang terbesar M 6,2. Total guncangan yang dirasakan warga selama gempa berlangsung sebanyak 146 guncangan.
"Sedangkan menurut keterangan dari BMKG karena gempa 7,7 tergolong besar, maka gempa susulan diperkirakan dapat berlangsung sampai minggu ketiga dan keempat sejak gempa utama terjadi," kata Berton.
3. Menurunnya jumlah pengungsi pascagempa

Kondisi korban gempa Flores di tenda pengungsian. (Dok KOREM 161 Wira Sakti) Sementara jumlah pengungsi saat ini menurun. Total pengungsi yang tercatat adalah 176.621 orang.
Angka ini berkurang sebanyak 2.416 pengungsi dibandingkan data sebelumnya. Penurunan angka pengungsi paling signifikan diketahui berasal dari Kabupaten Sikka.
"Tentu kami dari BNPB dan juga pemda akan memfasilitasi untuk makanan dan kebutuhan yang lain kepada keluarga yang secara sukarela meninggalkan titik-titik posko, titik-titik pengungsian," ucap Berton.


















