Jakarta, IDN Times - Dari sebuah dapur sederhana berukuran tiga kali tiga meter, Ibu Astuti belajar bahwa keterbatasan tidak selalu menjadi akhir dari sebuah usaha. Justru dari ruang sempit itulah, ia menemukan cara untuk mengubah persoalan menjadi peluang dan perlahan membangun kemandirian ekonomi keluarganya.
Sebagai nasabah PNM Mekaar, Ibu Astuti merintis usaha olahan jamur tiram dengan segala keterbatasan yang dimilikinya. Baginya, memulai usaha bukan sekadar tentang menghasilkan pendapatan, tetapi juga tentang bagaimana memastikan dapur tetap mengepul dan kebutuhan keluarga dapat terus terpenuhi.
Perjalanan itu tidak selalu mulus. Salah satu persoalan yang kerap dihadapinya adalah hasil panen jamur tiram yang tidak seluruhnya terserap pasar. Ketika jamur segar tidak habis terjual, ada risiko bahan pangan tersebut terbuang begitu saja. Namun, Ibu Astuti memilih untuk tidak berhenti pada persoalan.
