Jakarta, IDN Times — Bagi Tika Wulandari, bekerja di PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM bukan sekadar tentang mendapatkan penghasilan. Dari pekerjaannya sebagai Account Officer yang mendampingi nasabah PNM Mekaar, ia perlahan mampu membantu ekonomi keluarga, mewujudkan impian sang ayah memiliki perahu sendiri, hingga membuka kesempatan kerja bagi orang lain.
PNM Bantu Tika Gerakkan Ekonomi Keluarga dan Buka Lapangan Kerja

- Tika Wulandari bergabung sebagai Account Officer PNM Mekaar pada 2019 setelah tumbuh di keluarga nelayan sederhana, dengan tujuan membantu ekonomi orang tua.
- Dari penghasilannya, Tika membeli perahu untuk ayah pada 2022; kini perahu itu melibatkan sekitar 20–25 nelayan dan membuka sumber penghasilan bagi mereka.
- Tika juga memperoleh beasiswa pada 2022 untuk melanjutkan kuliah sambil bekerja. PNM menilai pertumbuhan karyawan dapat memberi manfaat bagi keluarga dan masyarakat sekitar.
Tika tumbuh dalam keluarga nelayan dengan kondisi ekonomi terbatas. Ayahnya bekerja mengikuti kapal milik orang lain dengan penghasilan yang tidak menentu. Sejak kecil, Tika pun terbiasa membantu orang tua. Bahkan setelah lulus SMK, ia memilih bekerja terlebih dahulu karena ingin membantu keluarga dan tidak menambah beban orang tua.
Pada 2019, Tika bergabung sebagai Account Officer Mekaar di PNM. Pekerjaannya mempertemukannya dengan banyak ibu prasejahtera yang berjuang mengembangkan usaha. Kedekatan dengan nasabah membuat Tika melihat perjuangan mereka seperti perjuangan keluarganya sendiri.
“Yang saya bayangkan adalah saya seperti menolong ibu saya sendiri,” kenang Tika.
1. Tika mulai menyisihkan uang dan berhasil beli perahu untuk ayahnya

Dari Penghasilan Menjadi Harapan, PNM Bantu Tika Gerakkan Ekonomi Keluarga dan Buka Lapangan Kerja (dok. PNM) Dari penghasilannya, Tika mulai menyisihkan uang untuk kebutuhan keluarga. Ia menabung membeli sepeda motor untuk menunjang pekerjaan dan membantu ibunya membeli sapi. Hingga pada 2022, ia berhasil membeli perahu untuk ayahnya yang selama bertahun-tahun bekerja mengikuti kapal orang lain.
Perahu tersebut kemudian membawa manfaat yang lebih luas. Sang ayah kini tidak hanya melaut untuk keluarganya, tetapi juga membantu orang lain mendapatkan penghasilan.
“Sekarang ada sekitar 20 hingga 25 orang yang bantu Ayah sebagai nelayan. Penghasilan yang awalnya untuk membantu keluarga ternyata menjadi modal yang membuka kesempatan mencari nafkah bagi orang lain,” cerita Tika.
Kisah tersebut menjadi gambaran bahwa sebuah kesempatan dapat menciptakan dampak yang terus berkembang. Penghasilan seorang karyawan dapat membantu keluarga, lalu berkembang menjadi sumber penghidupan bagi orang lain.
2. PNM membersamai Insan PNM yang berjuang untuk keluarga

Dari Penghasilan Menjadi Harapan, PNM Bantu Tika Gerakkan Ekonomi Keluarga dan Buka Lapangan Kerja (dok. PNM) Direktur Utama PNM Kindaris mengatakan, semangat tersebut sejalan dengan cara PNM melihat pemberdayaan. PNM tidak hanya hadir untuk membantu ibu-ibu prasejahtera mengembangkan usaha, tetapi juga membersamai Insan PNM yang dalam kesehariannya turut berjuang untuk keluarga.
“Perjuangan untuk meningkatkan kesejahteraan tidak hanya dilakukan bersama nasabah, tetapi juga bersama Insan PNM yang setiap hari hadir mendampingi mereka. Banyak dari karyawan kami yang juga merupakan tulang punggung keluarga. Ketika mereka bertumbuh melalui pekerjaannya, ada keluarga yang ikut merasakan manfaatnya,” ujar Kindaris.
Menurutnya, perjalanan Tika menunjukkan bahwa dampak dari sebuah pekerjaan dapat melampaui apa yang terlihat.
“Dari penghasilan yang diperoleh, Tika bisa membantu keluarga, mewujudkan impian orang tuanya, melanjutkan pendidikan, hingga membuka kesempatan bagi orang lain untuk bekerja. Inilah semangat yang ingin terus kami bangun di PNM untuk membersamai setiap perjuangan agar manfaatnya dapat tumbuh dari satu keluarga dan menjalar ke masyarakat di sekitarnya,” lanjut Kindaris.
3. Insan PNM sama-sama memiliki kesempatan untuk bertumbuh

Dari Penghasilan Menjadi Harapan, PNM Bantu Tika Gerakkan Ekonomi Keluarga dan Buka Lapangan Kerja (dok. PNM) Selain membantu keluarganya, perjalanan Tika juga membawanya kembali pada impian yang sempat tertunda. Pada 2022, ia mendapatkan beasiswa sehingga dapat melanjutkan pendidikan tanpa membebani orang tua, sambil tetap bekerja di PNM.
“Dari pekerjaan ini saya bisa membantu orang tua, bisa mewujudkan keinginan Bapak untuk punya perahu sendiri, dan sekarang saya juga bisa kuliah. Dulu saya tidak pernah membayangkan bisa sampai di titik ini,” tutur Tika.
Kisah Tika menunjukkan bahwa dampak pemberdayaan dapat bermula dari hal sederhana: kesempatan untuk bekerja, kemauan untuk berkembang, dan kemampuan mengubah penghasilan menjadi sesuatu yang bermanfaat.
Kini, sang ayah memiliki perahu sendiri, puluhan orang mendapatkan kesempatan bekerja, sementara Tika dapat terus melanjutkan pendidikan. Perjalanan tersebut bermula dari satu tekad sederhana—bekerja untuk membantu keluarga dan menciptakan kehidupan yang lebih baik.
Bagi PNM, kisah ini menjadi pengingat bahwa ketika nasabah dan insan PNM sama-sama memiliki kesempatan untuk bertumbuh, manfaatnya tidak berhenti pada satu orang. Ia dapat bergerak dari keluarga ke keluarga dan menciptakan dampak yang lebih luas bagi masyarakat. (WEB)
#PNMuntukUMKM
#PNMPemberdayaanUMKM


















