Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Natalius Pigai: Pelaku Penembakan di Kembru Pasti Sudah Ketahuan
Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai memberikan keterangan pers di Jakarta, Senin (20/4/2026). (IDN Times/Lia Hutasoit)
  • Natalius Pigai menegaskan pelaku penembakan di Kampung Kembru sudah diketahui masyarakat dan meminta pelaku segera mengakui perbuatannya tanpa bersembunyi.
  • Kementerian HAM berencana mengambil alih penanganan kasus untuk memastikan investigasi berjalan transparan dan publik mengetahui fakta serta motif kejadian.
  • Insiden menewaskan 15 warga sipil dan melukai tujuh orang termasuk tiga anak, membuat pemerintah mempercepat pengungkapan demi keadilan bagi para korban.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
20 April 2026

Menteri HAM Natalius Pigai menggelar jumpa pers di Jakarta Selatan dan menyatakan pelaku penembakan di Kampung Kembru, Distrik Sinak, Papua Tengah, sudah diketahui masyarakat. Ia menegaskan warga dan korban mengenal pelaku serta meminta agar pelaku tidak bersembunyi.

kini

Kementerian HAM mendorong pengungkapan terbuka kasus penembakan yang menewaskan 15 warga sipil dan melukai tujuh orang termasuk anak-anak. Para korban mendapat perawatan medis dan pemerintah daerah memberikan perhatian.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Ada orang ditembak di Kampung Kembru di Papua. Banyak orang jadi korban, ada juga anak-anak yang luka. Pak Natalius Pigai bilang orang kampung sudah tahu siapa yang menembak. Dia minta orang itu jangan sembunyi dan harus jujur. Sekarang pemerintah mau cari tahu semuanya supaya adil dan semua orang tahu kebenarannya.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Pernyataan Natalius Pigai menunjukkan langkah tegas pemerintah dalam menegakkan transparansi dan keadilan atas insiden di Kembru. Dengan keyakinan bahwa pelaku sudah diketahui masyarakat, proses pengungkapan dapat berlangsung lebih terbuka. Upaya Kementerian HAM mengambil alih penanganan kasus juga mencerminkan komitmen untuk memastikan perlindungan korban dan kejelasan fakta secara menyeluruh.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Menteri HAM Natalius Pigai menyatakan pelaku penembakan di Kampung Kembru, Distrik Sinak, Kabupaten Puncak, Papua Tengah, dipastikan sudah diketahui oleh masyarakat setempat.

“Peristiwa itu terjadi siang hari. Pelakunya sudah tahu, itu tidak bisa diperdebatkan,” kata Pigai dalam jumpa pers di Jakarta Selatan, Senin (20/4/2026).

1. Pigai sebut warga dan korban sudah tahu pelaku

Menteri Hak Asasi Manusia, Natalius Pigai, saat berada di Makassar, Senin (12/5/2025). IDN Times/Darsil Yahya

Pigai menegaskan, masyarakat di lokasi kejadian, termasuk para korban, diyakini mengetahui siapa pihak yang bertanggung jawab atas insiden baku tembak tersebut. Ia meminta pelaku untuk tidak menyembunyikan diri dan segera mengakui perbuatannya.

“Pelakunya rakyat sudah tahu, mereka yang menjadi korban tahu, masyarakat di lokasi juga sudah tahu. Sekarang silakan, jangan sembunyikan, harus dibuka,” ujarnya.

2. Pemerintah dorong pengungkapan terbuka

Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai saat hadir di Makassar, Senin (12/5/2025). IDN Times/Darsil Yahya

Untuk memastikan transparansi, Kementerian HAM berupaya mengambil alih penanganan kasus agar proses investigasi berjalan terbuka dan adil. Pigai menilai pengungkapan fakta secara menyeluruh penting agar publik mengetahui motif dan pihak yang terlibat.

“Lebih baik Kementerian HAM mendahului cek data fakta informasi itu jauh lebih bagus,” katanya.

3. Korban sipil termasuk anak

Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai memberikan keterangan pers di Jakarta, Senin (20/4/2026). (IDN Times/Lia Hutasoit)

Berdasarkan data Kementerian HAM, insiden tersebut menewaskan 15 warga sipil dan melukai tujuh lainnya, termasuk tiga anak-anak. Para korban saat ini telah mendapatkan perawatan medis, sementara pemerintah daerah turut memberikan perhatian.

Pigai menegaskan, jatuhnya korban sipil, terutama anak-anak, menjadi alasan utama pemerintah mendorong percepatan pengungkapan kasus.

Editorial Team