Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Pelaku Pelecehan di KRL Rute Bogor-Pasming Terancam Masuk Blacklist
Penumpang KRL diduga alami pelecehan. (Instagram.com/infowargajkt_)
  • Seorang penumpang perempuan mengalami dugaan pelecehan seksual di KRL rute Bogor–Pasar Minggu pada Senin pagi, 9 Maret 2026, dan kejadian tersebut sempat terekam serta viral di media sosial.
  • KAI Commuter menegaskan tidak akan mentoleransi kekerasan seksual, sedang menelusuri pelaku melalui rekaman CCTV analytic, dan berencana memasukkan identitasnya ke dalam daftar blacklist.
  • Pihak KAI Commuter akan mendampingi korban secara hukum dan psikologis, serta mengimbau pengguna untuk berani melapor melalui call center atau media sosial resmi jika menyaksikan tindakan serupa.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
9 Maret 2026

Seorang penumpang perempuan mengalami dugaan pelecehan seksual di KRL rute Bogor–Pasar Minggu sekitar pukul 06.30 WIB. Korban berteriak meminta bantuan dan pelaku diduga memanfaatkan kondisi kereta yang padat.

10 Maret 2026

Manager Public Relations KAI Commuter Leza Arlan menyampaikan bahwa petugas sedang menelusuri kejadian melalui CCTV dan konfirmasi dengan korban. Ia menegaskan KAI Commuter tidak menoleransi kekerasan seksual dan akan mendampingi korban secara hukum dan psikologis.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Seorang penumpang perempuan mengalami dugaan pelecehan seksual di dalam KRL rute Bogor–Pasar Minggu pada jam sibuk pagi, dan pelaku terancam masuk daftar hitam pengguna Commuter Line.
  • Who?
    Korban adalah seorang penumpang perempuan, sementara terduga pelaku merupakan pria yang berdiri di belakangnya. KAI Commuter melalui Manajer Public Relations Leza Arlan menyampaikan tanggapan resmi dan pendampingan bagi korban.
  • Where?
    Kejadian berlangsung di dalam rangkaian KRL rute Bogor menuju Pasar Minggu, wilayah operasional Jabodetabek.
  • When?
    Insiden terjadi pada Senin, 9 Maret 2026 sekitar pukul 06.30 WIB saat jam berangkat kerja. Pernyataan resmi disampaikan sehari setelahnya, Selasa, 10 Maret 2026.
  • Why?
    Dugaan pelecehan terjadi ketika kondisi kereta padat sehingga korban sulit bergerak. Pelaku diduga memanfaatkan situasi tersebut untuk melakukan tindakan tidak pantas terhadap korban.
  • How?
    KAI Commuter menelusuri rekaman CCTV dan mengonfirmasi keterangan korban. Wajah pelaku akan dimasukkan ke sistem analitik CCTV serta dilakukan pendampingan hukum dan psikologis bagi korban.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Ada seorang perempuan di kereta dari Bogor ke Pasar Minggu yang diganggu oleh pria jahat. Dia teriak minta tolong karena tangan pria itu nakal. Petugas KAI sekarang cari pelaku lewat kamera dan bantu perempuan itu supaya kuat lagi. Kalau ketemu, pelaku bisa dilarang naik kereta lagi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Tindakan cepat KAI Commuter dalam menelusuri kasus pelecehan di KRL menunjukkan keseriusan perusahaan menjaga keamanan penumpang. Dengan memanfaatkan teknologi CCTV analytic dan memberikan pendampingan psikologis bagi korban, KAI memperlihatkan komitmen nyata terhadap keadilan serta empati terhadap penyintas, sekaligus memperkuat budaya keberanian melapor di lingkungan transportasi publik.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Manager Public Relations KAI Commuter Leza Arlan mengatakan KAI Commuter menyayangkan dan turut prihatin adanya tindak kekerasan seksual yang terjadi pada Senin (9/3/2026) pukul 06.30 WIB di dalam Commuter Line

Leza menegaskan KAI Commuter tidak akan menoleransi segala bentuk tindakan kekerasan seksual yang terjadi baik di dalam Commuter Line ataupun di Stasiun.

“Berdasarkan laporan yang diterima, saat ini petugas kami sedang melakukan penelusuran melalui CCTV dan konfirmasi dengan korban, untuk selanjutnya akan dimasukkan ke dalam data base CCTV analytic yang mana CCTV ini dapat mendeteksi wajah terduga pelaku yang melakukan tindakan kriminalitas,” jelas Leza saat dikonfirmasi IDN Times, Selasa (10/3/2026).

1. KAI akan dampingi korban

ilustrasi KRL (unsplash.com/Faisal Hanafi)

KAI Commuter akan mendampingi korban untuk melaporkan dan menyerahkan pelaku ke pihak yang berwajib guna melanjutkan proses hukum.

“KAI Commuter juga akan memberikan pendampingan kepada korban secara psikologis, untuk menguatkan korban,” katanya.

2. KAI Commuter akan membantu penuh dan berpihak pada korban

Gunakan Satu Jalur, KRL Petak Maja–Tigaraksa Mulai Normal Bertahap (IDN Times/Muhamad Iqbal)

Sebagai komitmen dalam memberikan layanan prima dan rasa aman kepada seluruh pengguna, KAI Commuter akan membantu penuh dan berpihak pada korban setiap adanya tindakan kriminalitas di lingkungan Commuter Line khususnya tindakan kekerasan seksual.

“KAI Commuter mengimbau kepada seluruh pengguna untuk peduli pada situasi sekitar saat menggunakan Commuter Line, berani bertindak, berani speak up atau dapat melaporkan segala bentuk kekerasan seksual kepada petugas, melalui call center 021-121, maupun media sosial resmi KAI Commuter,” kata Leza.

3. Penumpang rute Bogor- Pasar Minggu alami Pelecehan

Penumpang KRL diduga alami pelecehan. (Instagram.com/infowargajkt_)

Seorang penumpang perempuan mengalami dugaan pelecehan seksual saat berada di dalam KRL rute Bogor menuju Pasar Minggu pada jam sibuk pagi hari, Senin (9/3/2026) sekitar pukul 06.30 WIB.

Dalam video yang beredar di media sosial, korban terdengar berteriak meminta bantuan kepada penumpang lain.

“Bisa diam gak tanganmu? Anj***! Pak tolong, Pak! Pelecehan, Pak! Tangannya masuk, masuk,” teriak korban dalam video yang dikutip @infowargajkt.

Beberapa penumpang terdengar menanyakan apa yang terjadi. Korban kemudian menjawab sambil menangis bahwa perbuatan itu sudah terjadi sejak beberapa saat sebelumnya.

“Itu dari tadi,” ucapnya dengan suara bergetar karena menangis

Menurut keterangan korban, seorang pria yang berdiri di belakangnya beberapa kali menggesekkan tubuhnya, menyentuh bagian pinggul, hingga diduga memasukkan tangan ke dalam pakaian korban. Saat korban mencoba menjauh, pelaku disebut kembali mendekat dan memepet korban.

Diduga pelaku memanfaatkan kondisi kereta yang semakin padat pada jam berangkat kerja. Bahkan saat kereta melakukan pengereman atau ketika penumpang bertambah, pelaku kembali mengambil kesempatan dengan memegang bahu dan pinggul korban sehingga korban sulit bergerak.

Saat ditegur, pelaku sempat membantah dan mengatakan bahwa dirinya tidak melakukan apa-apa.

Editorial Team