Viral, Penumpang Perempuan KRL Bogor Menangis Diduga Alami Pelecehan

- Seorang penumpang perempuan KRL rute Bogor–Pasar Minggu menangis dan berteriak meminta bantuan setelah diduga mengalami pelecehan seksual pada jam sibuk pagi hari.
- Korban mengaku pelaku memanfaatkan kondisi kereta padat dan momen pengereman untuk melakukan tindakan tidak senonoh, meski sempat membantah saat ditegur.
- KAI Commuter menyatakan keprihatinan, menelusuri kasus lewat rekaman CCTV, dan akan memasukkan terduga pelaku ke dalam sistem blacklist berbasis analitik wajah.
Jakarta, IDN Times – Seorang penumpang perempuan diduga mengalami pelecehan seksual saat berada di dalam KRL rute Bogor menuju Pasar Minggu pada jam sibuk pagi hari, Senin (9/3/2026) sekitar pukul 06.30 WIB.
Dalam video yang beredar di media sosial, korban terdengar berteriak meminta bantuan kepada penumpang lain.
“Bisa diam gak tanganmu? Anj**g! Pak tolong, Pak! Pelecehan, Pak! Tangannya masuk, masuk,” teriak korban dalam video yang dikutip @infowargajkt, Selasa (10/3/2026).
1. Tangisan meledak

Beberapa penumpang terdengar menanyakan apa yang terjadi. Korban kemudian menjawab sambil menangis bahwa perbuatan itu sudah terjadi sejak beberapa saat sebelumnya.
“Itu dari tadi,” ucapnya dengan suara bergetar karena menangis
2. Pelaku manfaatkan kondisi saat pengereman

Menurut keterangan korban, seorang pria yang berdiri di belakangnya beberapa kali menggesekkan tubuhnya, menyentuh bagian pinggul, hingga diduga memasukkan tangan ke dalam pakaian korban. Saat korban mencoba menjauh, pelaku disebut kembali mendekat dan memepet korban.
Diduga pelaku memanfaatkan kondisi kereta yang semakin padat pada jam berangkat kerja. Bahkan saat kereta melakukan pengereman atau ketika penumpang bertambah, pelaku kembali mengambil kesempatan dengan memegang bahu dan pinggul korban sehingga korban sulit bergerak.
Saat ditegur, pelaku sempat membantah dan mengatakan bahwa dirinya tidak melakukan apa-apa.
3. Masuk dalam daftar blacklist

Manager Public Relations KAI Commuter Leza Arlan mengatakan, KAI Commuter menyayangkan dan turut prihatin adanya tindak kekerasan seksual yang terjadi pada Senin (09/03) pukul 06.30 WIB di dalam Commuter Line.
Leza menegaskan, KAI Commuter tidak akan menoleransi segala bentuk tindakan kekerasan seksual yang terjadi baik di dalam Commuter Line ataupun di stasiun.
“Berdasarkan laporan yang diterima, saat ini petugas kami sedang melakukan penelusuran melalui CCTV dan konfirmasi dengan korban, untuk selanjutnya akan dimasukkan ke dalam data base CCTV analytic yang mana CCTV ini dapat mendeteksi wajah terduga pelaku yang melakukan tindakan kriminalitas,” jelas Leza.

















