Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Pemerintah Siapkan 200 Beasiswa untuk Atlet Peraih Medali Emas

3 min read
Pemerintah Siapkan 200 Beasiswa untuk Atlet Peraih Medali Emas
Penguatan pembinaan dan kesejahteraan atlet menjadi perhatian serius dalam audiensi Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Sugiono dengan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir di Kantor Kemenko PMK, Jakarta, pada Selasa (6/10/2026). (Dok. Menko PMK)
  • Pemerintah menyiapkan 200 beasiswa bagi atlet berprestasi, terdiri dari 100 beasiswa universitas ternama dan rencana 100 beasiswa dalam negeri melalui skema LPDP.

  • Menko PMK meminta perhitungan tambahan bonus medali Asian Games dan Olimpiade; pemerintah juga memproyeksikan dana pensiun peraih emas Olimpiade mulai berjalan tahun depan.

  • Regulasi olahraga disederhanakan dari 191 peraturan menjadi empat, sambil menyiapkan PON 2028 serta pembinaan 21 cabang Olimpiade menuju SEA Games 2027 dan Olimpiade 2032.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Sugiono, bekerja sama dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) dan Kemendiktisaintek untuk mengembangkan talenta para atlet berprestasi dengan menyiapkan 100 beasiswa pendidikan di universitas ternama, serta merencanakan tambahan 100 beasiswa untuk pendidikan di dalam negeri.

Dikutip dari laman resmi Menko PMK, skema beasiswa ini dapat diperoleh atlet berprestasi melalui LPDP. Pemerintah juga tengah menyiapkan pengembangan Akademi Olahraga Nasional dan Pusat Latihan Tim Nasional untuk mengembangkan talenta para atlet.

Penguatan pembinaan dan kesejahteraan atlet ini menjadi perhatian serius Menko PMK Sugiono dan Menpora Erick Thohir, dan menjadi pembicaraan dalam pertemuan kedua menteri di Kantor Kemenko PMK, Jakarta, Selasa (6/10/2026).

Dalam pertemuan tersebut, Menpora melaporkan perkembangan sejumlah agenda pembangunan olahraga, mulai dari peningkatan prestasi dan pembinaan atlet, kesejahteraan, pembangunan infrastruktur olahraga, hingga persiapan penyelenggaraan PON XXII Tahun 2028.

  1. 1. Bonus dan dana pensiun bagi atlet peraih medali emas

    Menko PMK Sugiono dan Menpora Erick Thohir berbincang dalam audiensi tentang pembinaan serta kesejahteraan atlet di Jakarta.
    Penguatan pembinaan dan kesejahteraan atlet menjadi perhatian serius dalam audiensi Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Sugiono dengan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir di Kantor Kemenko PMK, Jakarta, pada Selasa (6/10/2026). (Dok. Menko PMK)

    Menko PMK meminta Menpora untuk menghitung secara akurat kebutuhan tambahan bonus bagi atlet peraih medali emas Asian Games dan Olimpiade. Hal ini bertujuan agar penghargaan terhadap prestasi atlet dapat diberikan secara tepat.

    "Pak Menpora perlu menghitung secara akurat kebutuhan tambahan bonus bagi atlet yang meraih medali di Asian Games dan Olimpiade," ujar Menko PMK.

    Selain bonus, pemerintah juga menyiapkan skema dana pensiun bagi atlet berprestasi, khususnya peraih medali emas Olimpiade.

    Skema tersebut diproyeksikan mulai berjalan tahun depan sebagai bagian dari penguatan perlindungan dan kesejahteraan atlet setelah masa prestasi.

  2. 2. Memperkuat ekosistem olahraga dengan melihat potensi ruang industri dan penyederhanaan regulasi

    Menko PMK Sugiono dan Menpora Erick Thohir berbincang dalam audiensi mengenai pembinaan serta kesejahteraan atlet.
    Penguatan pembinaan dan kesejahteraan atlet menjadi perhatian serius dalam audiensi Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Sugiono dengan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir di Kantor Kemenko PMK, Jakarta, pada Selasa (6/10/2026). (Dok. Menko PMK)

    Selain memberikan ratusan beasiswa, pemerintah juga memperkuat ekosistem olahraga melalui penyederhanaan regulasi. Diketahui bahwa regulasi sejumlah 191 Peraturan Menteri akan dirampingkan menjadi empat regulasi. Langkah strategis ini untuk memberikan kepastian penyelenggaraan kegiatan olahraga sekaligus mendukung pengembangan organisasi dan kompetisi olahraga nasional.

    Senada dengan hal itu, pembangunan olahraga juga diarahkan tidak hanya untuk kesehatan, pembentukan karakter, dan prestasi, tetapi turut membuka ruang bagi pertumbuhan industri olahraga, pariwisata, dan ekonomi.

    Oleh karena itu, Kemenpora telah berkoordinasi terkait pengembangan investasi olahraga dan optimalisasi aset melalui BLU Inasport.

  3. 3. Penyesuaian regulasi dan pembinaan dengan target ajang olahraga berikutnya

    Menko PMK Sugiono dan Menpora Erick Thohir berbincang dalam audiensi tentang pembinaan dan kesejahteraan atlet di Jakarta.
    Penguatan pembinaan dan kesejahteraan atlet menjadi perhatian serius dalam audiensi Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Sugiono dengan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir di Kantor Kemenko PMK, Jakarta, pada Selasa (6/10/2026). (Dok. Menko PMK)

    Terkait perisapan atlet untuk PON XXII 2028, berbagai upaya awal penyelenggaraan terus dilakukan. Pemerintah akan terus memastikan penyelenggaraan PON XXII 2028 berjalan efektif sekaligus efisien, dan yang terpenting dapat menjadi ajang bagi para atlet untuk berprestasi.

    Sementara dalam penguatan pembinaan prestasi, Menpora juga menyampaikan pentingnya aturan dan regulasi yang mewadahi 21 cabang olahraga Olimpiade sebagai cabang olahraga andalan nasional. Regulasi tersebut diharapkan dapat memperkuat arah pembinaan atlet, termasuk menghadapi SEA Games 2027 dan Olimpiade 2032.

    Berbagai agenda tersebut menunjukkan pentingnya sinergi lintas kementerian dan lembaga dalam membangun ekosistem olahraga nasional.

    Adapun Kemenko PMK berharap, sinergi berbagai kebijakan dalam pembangunan olahraga ini tidak berhenti pada pencapaian prestasi, tetapi turut memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

Share Article
Editorial Team

Dari Kebun Nilam ke Pasar Dunia

Related Articles

See More