Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Pemilik Lahan Tetap Tutup Akses Rumah Lansia Cipinang, Ini Alasannya

3 min read
Pemilik Lahan Tetap Tutup Akses Rumah Lansia Cipinang, Ini Alasannya
Nenek Wifatmi dan suaminya Sukirjo warga Jakarta Timur terkurung di rumah karena akses jalan di tutup tetangga, Kamis (15/10/2026). (IDN Times/Dini Suciatiningrum)
  • Pemilik lahan di Cipinang Tengah tetap menutup akses menuju rumah pasangan lansia karena ingin membangun seluruh bidang tanah miliknya.

  • Mediasi antara pemilik lahan dan keluarga lansia sudah berlangsung lebih dari dua kali, namun dinilai terkendala komunikasi dan klarifikasi awal yang memicu kekecewaan.

  • Keluarga pemilik lahan menyebut masih ada dua jalur alternatif melalui tanah tetangga, tetapi pembukaannya bergantung pada kesediaan para pemilik lahan tersebut.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Persoalan akses jalan menuju rumah pasangan lansia di Cipinang Tengah, RT004/02, Jakarta Timur, belum kunjung menemui titik terang. Di tengah polemik yang terus bergulir, pemilik lahan tetap bersikukuh melanjutkan pembangunan di atas tanah yang menjadi akses masuk rumah mereka.

Perselisihan ini tak selesai meski mediasi telah dilakukan pihak pemilik lahan--yakni Agung dengan keluarga lansia tersebut--berulang kali. Bagi pasangan lansia tersebut, persoalan yang diperdebatkan bukan hanya soal lahan, tetapi juga akses menuju rumah mereka.

Kakak sekaligus keluarga pemilik lahan Yuni mengatakan, mediasi terkait persoalan jalan itu telah berlangsung lebih dari dua kali.

"Sebenarnya mediasinya itu sudah lebih dari dua kali loh. Dan memang pihak Pak Agung tidak mau memberi akses jalan karena beliau memang mau membangun seluas bidang tanah yang dia miliki. Ya, itu kan memang ranah tanahnya beliau sendiri ya," ucap Yuni pada IDN Times, Jumat (16/10/2026).

  1. 1. Mediasi tidak berjalan lancar sejak awal

    IMG-20261016-WA0042.jpg
    Keluarga pemilik lahan, Yuni saat ditemui di Cipinang, Jakarta Timur, Jumat (16/10/2026)/ IDN Times Dini Suciatiningrum

    Menurut Yuni, polemik tersebut kemungkinan berawal dari proses mediasi yang tidak berjalan baik sejak awal. Ia menilai, ada hal yang rancu dalam klarifikasi pertama sehingga memicu kekecewaan dari pihak Yani.

    Yuni mengaku hadir saat mediasi berlangsung dan menyaksikan langsung situasi tersebut. Ia menyayangkan proses komunikasi yang dinilainya justru membuat persoalan semakin rumit.

    "Mungkin kesalahannya dari awal. Kalau mediasi dari awalnya baik, saya rasa tidak akan seperti ini. Ada sedikit dari awalnya itu yang tadinya rancu kalau saya bilang," paparnya.

    "Rancunya apa? Klarifikasinya dari pertama itu sudah bikin jengkel pihak Bu Yani (pemilik lahan) sendiri. Dan saya memang waktu itu hadir di sana, dan saya lihat, aduh kenapa harus seperti ini," sambungnya.

  2. 2. Masalah privasi pemilik lahan

    Nenek Wifatmi dan suaminya Sukirjo warga Jakarta Timur terkurung di rumah karena akses jalan di tutup tetangga, Kamis (15/10/2026). (IDN Tim
    Nenek Wifatmi dan suaminya Sukirjo warga Jakarta Timur terkurung di rumah karena akses jalan di tutup tetangga, Kamis (15/10/2026). (IDN Times/Dini Suciatiningrum)

    Meski demikian, Yuni enggan mengungkap lebih jauh persoalan internal yang menurutnya turut memengaruhi polemik tersebut. Ia menilai, hal itu merupakan ranah pribadi pihak-pihak yang terlibat.

    "Kalau salah paham saya rasa itu intern mereka ya. Ada privasi, saya enggak bisa menyebutkan. Tapi memang ada mediasi," katanya.

  3. 3. Pembangunan tetap berjalan

    Nenek Wifatmi dan suaminya Sukirjo warga Jakarta Timur terkurung di rumah karena akses jalan di tutup tetangga, Kamis (15/10/2026). (IDN Tim
    Nenek Wifatmi dan suaminya Sukirjo warga Jakarta Timur terkurung di rumah karena akses jalan di tutup tetangga, Kamis (15/10/2026). (IDN Times/Dini Suciatiningrum)

    Di tengah persoalan yang belum tuntas, Yuni menyebut adiknya sebagai pemilik lahan tetap pada pendiriannya untuk melanjutkan pembangunan sesuai luas lahan yang mereka miliki yang artinya tetap menutup akses jalan.

    "Tapi memang ada mediasi, cuman Bapak Agung tetap pada pendiriannya akan membangun seluas tanah yang dia miliki," ujarnya.

  4. 4. Lansia diminta cari jalan lain

    Nenek Wifatmi dan suaminya Sukirjo warga Jakarta Timur terkurung di rumah karena akses jalan di tutup tetangga, Kamis (15/10/2026). (IDN Tim
    Nenek Wifatmi dan suaminya Sukirjo warga Jakarta Timur terkurung di rumah karena akses jalan di tutup tetangga, Kamis (15/10/2026). (IDN Times/Dini Suciatiningrum)

    Meski begitu, Yuni menyebut masih ada dua alternatif akses jalan di belakang rumah Nenek Wiwit, yakni melalui sisi kiri dan kanan. Kedua jalur tersebut berada di lahan tetangga lain.

    Menurut Yuni, pasangan Lansia dapat dapat mengupayakan pembukaan akses melalui komunikasi dengan para ahli waris tersebut. Namun, penggunaan jalur alternatif itu tetap bergantung pada kesediaan pemilik lahan.

    "Tinggal meminta jalan aja sama mereka. Sebenarnya akses itu ada. Kalau akses itu kan awalnya ada tiga, kalau yang satu sudah tertutup kan masih ada dua. Nggak mungkin kan dua-duanya ditutup. Kalaupun dua-duanya ditutup harusnya kan ada pertanyaan kembali, tinggal dikembalikan saja ke individualnya. Tinggal pendekatan beliau dengan kedua belah pihak," katanya.

Share Article
Editorial Team

Di Balik Produksi Operasi Pesta Copet

Related Articles

See More