Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Pemilu 2029 Rawan Deepfake, Bawaslu Bekali Jajaran Pengawasan AI
Anggota Bawaslu RI, Lolly Suhenty saat ditemui di kawasan Pangandaran, Jawa Barat (3/9/2026) (IDN Times/Yosafat Diva Bayu Wisesa)
  • Bawaslu menyiapkan jajaran pengawas pemilu untuk memahami teknologi AI menjelang Pemilu 2029.
  • Penguatan kapasitas mencakup pemahaman cara kerja AI dan kemungkinan pemanfaatannya dalam pengawasan pemilu.
  • Bawaslu menilai regulasi jelas diperlukan untuk pengawasan AI dan potensi konten deepfake dalam pemilu.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Perlukah Bawaslu memperkuat pemahaman AI sejak sekarang?
Vote Now
Jumat (4/9/2026) malam

Lolly Suhenty menyampaikan Bawaslu memproyeksikan penguatan kapasitas jajaran pengawas pemilu soal teknologi AI di Pangandaran, Jawa Barat.

saat ini

Bawaslu membekali jajaran pengawas di bawah mengenai AI, cara kerjanya, dan pemanfaatannya melalui penguatan kapasitas.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Perlukah Bawaslu memperkuat pemahaman AI sejak sekarang?
Vote Now
  • What?
    Bawaslu meningkatkan kapasitas pengawas pemilu untuk memahami AI dan menghadapi potensi konten deepfake menjelang Pemilu 2029.
  • Who?
    Bawaslu RI dan Anggota Bawaslu RI, Lolly Suhenty, terlibat dalam penguatan kapasitas jajaran pengawas pemilu.
  • Where?
    Lolly Suhenty menyampaikan hal itu saat ditemui di kawasan Pangandaran, Jawa Barat.
  • When?
    Jumat (4/9/2026) malam, dengan penguatan kapasitas disebut sedang dilakukan saat ini.
  • Why?
    Penguatan dilakukan di tengah kekhawatiran penggunaan AI untuk konten manipulatif, termasuk deepfake, dalam kontestasi politik.
  • How?
    Bawaslu memberikan pemahaman kepada pengawas hingga tingkat bawah mengenai AI, cara kerjanya, dan pemanfaatannya dalam pengawasan pemilu.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Perlukah Bawaslu memperkuat pemahaman AI sejak sekarang?
Vote Now

Bawaslu sedang mengajari pengawas pemilu tentang AI. Lolly Suhenty bilang mereka belajar apa itu AI, cara kerjanya, dan cara memakainya. Mereka bersiap untuk Pemilu 2029 karena ada kekhawatiran AI bisa membuat deepfake. Aturan yang jelas untuk mengawasi AI masih diharapkan oleh pembuat undang-undang ke depan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Perlukah Bawaslu memperkuat pemahaman AI sejak sekarang?
Vote Now

Persiapan Bawaslu untuk meningkatkan pemahaman AI di jajaran pengawas menunjukkan adanya langkah awal menghadapi perkembangan teknologi digital menjelang Pemilu 2029. Pengawas hingga tingkat bawah dapat memperoleh pemahaman tentang cara kerja dan pemanfaatan AI, sementara kebutuhan regulasi yang jelas tetap didorong untuk pengawasan penggunaan teknologi tersebut.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Perlukah Bawaslu memperkuat pemahaman AI sejak sekarang?
Vote Now

Jakarta, IDN Times - Anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu RI), Lolly Suhenty, mengatakan lembaganya mulai mempersiapkan jajaran pengawas pemilu menghadapi perkembangan teknologi akal imitasi atau artificial intelligence (AI) menjelang Pemilu 2029.

Menurut Lolly, langkah awal yang dilakukan Bawaslu saat ini adalah meningkatkan kapasitas sumber daya manusia (SDM) pengawas pemilu, agar memahami teknologi AI, termasuk cara kerjanya dan potensi pemanfaatannya dalam pengawasan pemilu.

Hal tersebut dilakukan di tengah kekhawatiran mengenai semakin masifnya penggunaan AI untuk membuat konten manipulatif, termasuk deepfake, yang berpotensi muncul dalam kontestasi politik.

1. Bawaslu mulai bekali pengawas pemilu soal AI

ilustrasi AI (vecteezy.com/sompoch sivakosit)

Lolly mengatakan, Bawaslu saat ini sedang memproyeksikan penguatan kapasitas jajaran pengawas pemilu dalam menghadapi perkembangan teknologi digital.

Salah satu fokus yang dilakukan adalah memberikan pemahaman mengenai pemanfaatan AI kepada jajaran pengawas hingga ke tingkat bawah.

"Pertama kami sekarang sedang memang memproyeksikan diri untuk membekali jajaran pengawas pemilu soal teknologi. Salah satunya adalah pemanfaatan AI," ujar Lolly saat ditemui di kawasan Pangandaran, Jawa Barat, Jumat, 4 September 2026 malam.

Menurut Lolly, penguatan kapasitas tersebut penting dilakukan agar jajaran pengawas memahami apa itu AI, bagaimana teknologi tersebut bekerja, hingga kemungkinan pemanfaatannya oleh Bawaslu.

"Saat ini, tahap ini, yang dilakukan oleh jajaran Bawaslu adalah membekali dulu jajaran pengawas kami di bawah soal apa itu AI, bagaimana dia bekerja, bagaimana Bawaslu bisa memanfaatkannya. Jadi capacity building ini yang sedang dilakukan saat ini," katanya.

2. Deepfake dinilai butuh regulasi yang jelas

ilustrasi AI (Doc. Veranthios)

Lolly mengakui perkembangan AI menghadirkan tantangan baru bagi pengawasan pemilu. Salah satunya adalah potensi penyebaran konten deepfake yang dapat semakin masif dan sulit dikendalikan. Karena itu, menurut dia, pengawasan terhadap penggunaan AI dalam pemilu membutuhkan dasar regulasi yang jelas.

"AI ini sesuatu yang sudah sangat kuat, makanya semua orang anggap deepfake itu akan bisa merajalela di mana-mana, maka regulasinya dulu harus ada," ujar dia.

Bawaslu pun mendorong agar pembuat undang-undang memperhatikan perkembangan teknologi tersebut dalam penyusunan regulasi kepemiluan ke depan. Lolly meyakini, persoalan penggunaan AI dan dampaknya terhadap demokrasi akan menjadi salah satu hal yang diperhatikan pembentuk undang-undang.

3. Kewenangan pengawasan AI bergantung regulasi

Ilustrasi deepfake attack (pexels.com/Tima Miroshnichenko)

Lolly mengatakan, Bawaslu berharap ke depan terdapat aturan yang memberikan kewenangan lebih jelas kepada lembaganya, untuk melakukan pengawasan terhadap penggunaan AI dalam proses demokrasi.

Menurut dia, perubahan cara Bawaslu melakukan pengawasan seiring perkembangan teknologi, sangat bergantung pada regulasi yang nantinya dibentuk.

"Ke depan tentulah ada upaya untuk bisa memberikan kewenangan terhadap Bawaslu dalam mengatasi atau melakukan pengawasan penggunaan AI misalnya," katanya.

Kendati, Lolly menegaskan, Bawaslu tidak ingin menunggu regulasi terbit untuk mulai melakukan persiapan. Penguatan kapasitas jajaran pengawas mengenai teknologi AI sudah dilakukan sebagai langkah awal menghadapi tantangan Pemilu 2029.

"Bagaimana dia bermetamorfosis terhadap cara Bawaslu melakukan pengawasan, sangat tergantung terhadap regulasinya nanti. Tapi kita siapin," ujar Lolly.

Ikut pilih pendapatmu soal pengawasan AI

Perlukah Bawaslu memperkuat pemahaman AI sejak sekarang?

See More
Perlu dilakukan sekarang
A*** has voted
B*** has voted
C**** has voted
Menunggu regulasi lebih dulu

Curated For You

Editorial Team

Related Article