Jakarta, IDN Times - Anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu RI), Lolly Suhenty, mengatakan lembaganya mulai mempersiapkan jajaran pengawas pemilu menghadapi perkembangan teknologi akal imitasi atau artificial intelligence (AI) menjelang Pemilu 2029.
Menurut Lolly, langkah awal yang dilakukan Bawaslu saat ini adalah meningkatkan kapasitas sumber daya manusia (SDM) pengawas pemilu, agar memahami teknologi AI, termasuk cara kerjanya dan potensi pemanfaatannya dalam pengawasan pemilu.
Hal tersebut dilakukan di tengah kekhawatiran mengenai semakin masifnya penggunaan AI untuk membuat konten manipulatif, termasuk deepfake, yang berpotensi muncul dalam kontestasi politik.
