Bawaslu Gandeng DPP LIRA Siapkan 1.000 Relawan Pengawas Pemilu 2029

- Bawaslu RI menggandeng DPP Pemuda LIRA untuk memperkuat pengawasan partisipatif Pemilu 2029 dengan menyiapkan sekitar 1.000 relawan di 27 provinsi.
- Ketua Bawaslu Rahmat Bagja mendorong kerja sama diperluas hingga kabupaten dan kota, dengan melibatkan pemuda serta mahasiswa dalam pengawasan dan penyelenggaraan pemilu.
- Tahapan Pemilu 2029 dijadwalkan mulai pada 2027 sesuai UU Nomor 7 Tahun 2017, sementara Pemuda LIRA berkomitmen bersinergi dengan Bawaslu tingkat provinsi.
Jakarta, IDN Times - Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) RI menggandeng DPP Pemuda Lumbung Informasi Rakyat (LIRA), untuk memperkuat pengawasan partisipatif dengan menyiapkan sekitar 1.000 relawan di 27 provinsi untuk mengawal penyelenggaraan Pemilu 2029.
"Kami berharap kerja sama ini tidak berhenti di Badan Pengawas Pemilu RI, tapi juga akan ditindaklanjuti oleh 27 provinsi lainnya dan nanti tergantung dari kekuatan teman-teman DPP Pemuda LIRA di cabang di tingkat kabupaten kota," kata Ketua Bawaslu RI Rahmat Bagja dalam penandatanganan nota kesepaham Saan Bawaslu RI dan DPP Pemuda LIRA di Jakarta.
1. Persiapan menghadapi Pemilu 2029

Rahmat menjelaskan kerja sama tersebut merupakan bagian dari persiapan menghadapi Pemilu 2029, sekaligus upaya memperluas pengawasan partisipatif dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan, khususnya pemuda dan mahasiswa.
Diharapkan para pemuda terlibat partisipasi aktif yang memiliki semangat daya juang untuk memperkuat demokrasi.
"Kami menargetkan sebanyak-banyaknya kerja sama dengan seluruh stakeholder yang ada, terutama para pemuda, mahasiswa, yang kemudian akan mengawasi penyelenggaraan dan juga ikut membantu penyelenggaraan Pemilu di masa yang akan datang," kata Rahmat.
2. Tahapan Pemilu 2029 akan dimulai pada 2027 sesuai ketentuan

Maka itu, Rahmat berharap kerja sama tersebut tidak berhenti pada tingkat Bawaslu RI, tetapi ditindaklanjuti Bawaslu di 27 provinsi dan struktur Pemuda LIRA di daerah.
Bagja juga menegaskan tahapan Pemilu 2029 akan dimulai pada 2027 sesuai ketentuan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 yang mengatur penyelenggaraan Pemilu dimulai 20 bulan sebelum hari pemungutan suara.
3. LIRA kerja sama dengan Bawaslu

Sementara, Ketua Umum DPP Pemuda LIRA periode 2026–2031, Sultoni, mengatakan pihaknya akan bersinergi dengan Bawaslu hingga tingkat provinsi untuk membantu pengawasan pemilu secara maksimal.
"Pada dasarnya target kami, kami akan bersinergi dengan Bawaslu di sampai dengan 27 provinsi. Jadi kami akan membantu pengawasan semaksimal mungkin agar Pemilu ini menjadi Pemilu yang bermartabat dan menghasilkan pemimpin-pemimpin yang hebat," kata Sultoni.
Sultoni mengatakan jumlah pengurus yang disiapkan mencapai sekitar 1.000 orang yang akan membantu Bawaslu dalam pengawasan Pemilu di 27 provinsi.
"Kita kurang lebih 1.000 pengurus yang akan siap membantu Bawaslu di 27 provinsi untuk menyukseskan pengawasan Pemilu di 2029," ujar dia.





.jpg)













