Rapat Koordinasi Nasional Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (Rakornas TPAKD) 2026 di Jakarta, Kamis (22/10/2026). (dok. Diskominfotik Kota Surabaya)
Sementara itu, Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam (SDA) Kota Surabaya, Vykka Anggradevi Kusuma mengatakan, penghargaan TPAKD Award 2026 merupakan hasil pelaksanaan tujuh program unggulan sepanjang 2025. Program tersebut berfokus pada perluasan akses keuangan, pemberdayaan ekonomi masyarakat, serta peningkatan kesejahteraan warga.
"Secara resmi pemkot menerima penghargaan Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah Award 2026 Tingkat Kota untuk wilayah Jawa-Bali. Tim ini bertugas memberikan literasi dan inklusi keuangan kepada warga Surabaya," kata Vykka.
Vykka menjelaskan, pelaksanaan program TPAKD turut berjalan seiring dengan pencapaian sejumlah indikator pembangunan Kota Surabaya pada 2025. Pertumbuhan ekonomi tercatat sebesar 5,87 persen, melampaui target 5,77 persen. Sementara Indeks Pembangunan Manusia (IPM) mencapai 85,65, lebih tinggi dibandingkan target 85,26. "Tingkat kemiskinan terealisasi sebesar 3,56 persen, lebih rendah dibandingkan target 3,9 persen," tuturnya.
Lebih rinci, Vykka memaparkan tujuh program unggulan TPAKD Surabaya 2025. Program tersebut mencakup penguatan infrastruktur digital, pendampingan akses keuangan, perlindungan pekerja, pembiayaan UMKM, pemberdayaan ekonomi lokal, edukasi investasi, hingga digitalisasi pembayaran.
"Yang pertama adalah Satu Data Surabaya, yakni penguatan infrastruktur digital melalui pemanfaatan aplikasi, situs web, dan sistem data terpadu. Sistem tersebut digunakan untuk mendukung pengambilan kebijakan ekonomi dan penyaluran bantuan sosial," ujar Vykka.
Kemudian program kedua adalah PASTI LAKU. Program ini menyediakan asistensi, pendampingan, literasi, serta edukasi akses keuangan bagi masyarakat dan pelaku usaha. Sedangkan yang ketiga adalah program perlindungan melalui BPJS Ketenagakerjaan bagi pekerja, pengemudi ojek online (ojol), serta warga yang bertugas melayani masyarakat. Program ini tercatat mencakup 99.724 peserta.
Selanjutnya, program keempat adalah penyaluran Kredit Melawan Rentenir (K/PMR) PUSPITA melalui PT BPR Surya Artha Utama. Program pembiayaan tersebut telah menjangkau 2.138 debitur.
Program kelima, Pemberdayaan dan Ketahanan Ekonomi Nang Suroboyo (PEKEN), merupakan platform digital untuk memperluas pemasaran produk UMKM lokal melalui peken.surabaya.go.id. "Hingga akhir 2025, program tersebut melibatkan 5.734 UMKM dengan omzet mencapai Rp216 miliar," imbuhnya.
Program keenam adalah Galeri Investasi Pasar Modal yang menyediakan edukasi dan sarana investasi legal bagi masyarakat di Mal Pelayanan Publik (MPP) Siola.
Sedangkan program ketujuh, berupa digitalisasi pembayaran melalui Kartu Identitas Anak (KATEPAY) dan Simpanan Pelajar (SimPel) di Kota Surabaya. "Nilai transaksi atau simpanan dalam program tersebut mencapai sekitar Rp158 miliar," tambah Vykka.