Penyaluran bantuan untuk perternak. (Dok. Tim Media Satgas PRR)
Pemulihan juga menyasar sektor peternakan di Aceh Utara. Sebanyak 520 kelompok peternak terdampak banjir menerima obat hewan, disinfektan, dan tambahan pakan untuk menjaga kesehatan ternak serta membantu keberlanjutan usaha mereka. Mukhlisin, peternak asal Kecamatan Meurah Mulia, mengatakan banyak ternaknya terendam saat banjir melanda pada 26 November 2025. Sebagian ternak mengalami sakit dan membutuhkan pengobatan meski berhasil diselamatkan.
Bantuan disalurkan melalui Dinas Perkebunan, Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disbunnakeswan) Aceh Utara. Sebagian kelompok mengambil bantuan di kantor dinas di Lhokseumawe, sedangkan penerima lainnya mendapatkannya melalui penyuluh peternakan di kecamatan.
Kepala Disbunnakeswan Aceh Utara, Erwandi, menjelaskan bantuan berasal dari Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementerian Pertanian, dalam bentuk barang. Peternak yang belum menerima bantuan akan diusulkan pada penyaluran tahap berikutnya. Bantuan tersebut mencakup Pro B Plek sebanyak 50.890 bolus, Progard 52.040 tablet, Albenpros 49.000 bolus, Aspipros 94.500 bolus, serta premix atau bahan tambahan pakan sebanyak 45.900 kilogram atau 45,9 ton.
Menurut Erwandi, Pro B Plek merupakan suplemen vitamin B kompleks untuk membantu menjaga kondisi dan metabolisme ternak. Albenpros digunakan untuk mengendalikan infeksi cacing, sedangkan Aspipros berfungsi sebagai pereda nyeri, penurun demam, dan antiradang sesuai indikasi serta petunjuk dokter hewan.
Adapun Progard merupakan disinfektan dan antiseptik untuk sanitasi lingkungan maupun peralatan, bukan untuk mengobati penyakit ternak secara langsung. Pemulihan pertanian dan peternakan tersebut diharapkan membantu masyarakat Aceh kembali menjalankan aktivitas produktif setelah bencana. Melalui pemulihan lahan, perawatan ternak, serta pendampingan berkelanjutan, sumber pendapatan keluarga dan ketahanan pangan di wilayah terdampak diharapkan berangsur pulih. (WEB)