Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Pembangunan dam parit di Tanah Datar manfaatkan TKD. (dok. Tim Media Satgas PRR)
  • TKD Tambahan 2026 membiayai pemulihan pertanian Tanah Datar pascabencana, termasuk rehabilitasi irigasi, dam parit, jalan usaha tani, dan pengadaan alat pertanian.

  • Di Jorong Situga, rehabilitasi dam parit senilai Rp119,9 juta telah mencapai sekitar 80 persen untuk memulihkan pengairan sekitar 20 hektare sawah.

  • Program mencakup sembilan paket irigasi, 11 jalan usaha tani, lima dam parit, serta alat pertanian yang sudah rampung; total TKD Rp126,9 miliar dengan realisasi Rp55,3 miliar.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Pemulihan pertanian di Kabupaten Tanah Datar dipercepat melalui rehabilitasi irigasi, dam parit, jalan usaha tani, serta pengadaan empat hand tractor dan satu cultivator menggunakan TKD Tambahan 2026.
  • Who?
    Dinas Pertanian Kabupaten Tanah Datar, kelompok tani di sejumlah nagari, pemerintah pusat, serta Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera terlibat dalam program pemulihan.
  • Where?
    Pekerjaan dilakukan di Kabupaten Tanah Datar, Sumatra Barat, termasuk Jorong Situga, Nagari Tanjung Bonai, Kecamatan Lintau Buo Utara, serta sembilan nagari pada enam kecamatan.
  • When?
    Pada 2026, pekerjaan infrastruktur telah melampaui 80 persen per 3 November 2026 dan ditargetkan selesai pada November 2026. Realisasi TKD tercatat hingga 30 Oktober 2026.
  • Why?
    Fasilitas pertanian diperbaiki karena bencana hidrometeorologi, termasuk galodo 2018, merusak dam parit dan jaringan pengairan sehingga aliran air ke sawah serta pengelolaan lahan terganggu.
  • How?
    TKD Tambahan membiayai sembilan paket rehabilitasi irigasi, 11 jalan usaha tani, lima dam parit, dan alat pertanian. Penerima ditetapkan dari usulan kelompok tani yang diverifikasi melalui CPCL.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Pemulihan sektor pertanian di Kabupaten Tanah Datar, Sumatra Barat, terus dipercepat melalui perbaikan infrastruktur yang rusak akibat bencana. Mulai dari jaringan irigasi, dam parit, hingga jalan usaha tani, sejumlah fasilitas diperbaiki untuk membantu petani kembali mengelola lahan secara optimal.

Upaya tersebut didukung dana Transfer ke Daerah (TKD) Tambahan 2026 yang dialokasikan pemerintah pusat untuk membantu pemulihan wilayah terdampak bencana. Di Tanah Datar, anggaran ini dimanfaatkan untuk membiayai sejumlah pekerjaan infrastruktur pertanian dan pengadaan alat mesin pertanian.

1. Perbaikan irigasi dan dam parit untuk memulihkan pengairan sawah

Pembangunan dam parit di Tanah Datar manfaatkan TKD. (dok. Tim Media Satgas PRR)

Kerusakan infrastruktur pengairan menjadi salah satu persoalan yang dihadapi petani Tanah Datar setelah berulang kali dilanda bencana hidrometeorologi. Banjir bandang atau galodo pada 2018, misalnya, menyebabkan sejumlah dam parit rusak sehingga aliran air ke lahan pertanian tidak lagi optimal.

Kondisi tersebut dirasakan petani di Jorong Situga, Nagari Tanjung Bonai, Kecamatan Lintau Buo Utara. Selama bertahun-tahun, warga harus mengandalkan air hujan dan membuat bendungan darurat menggunakan terpal bekas agar air tetap bisa dialirkan ke sawah.

Ari, petani anggota Kelompok Tani Tanbo Bersa, mengatakan sekitar 20 hektare sawah membutuhkan aliran air dari jaringan Banda Tangah yang mengalir menuju Banda Koko. Kerusakan dam parit membuat pengairan lahan tidak berjalan normal, terutama saat musim kemarau atau debit air berkurang.

Kini, pembangunan dan rehabilitasi dam parit untuk kelompok tani tersebut mendapat alokasi anggaran Rp119,9 juta dari TKD Tambahan Kabupaten Tanah Datar. Berdasarkan pemantauan pada 3 November 2026, progres pengerjaannya telah mencapai sekitar 80 persen dan ditargetkan selesai pada November 2026.

2. Sembilan jaringan irigasi dan 11 jalan usaha tani ikut dibangun

Pengerjaan proyek irigasi Sungai Emas. (do. Tim Media Satgas PRR)

Pemanfaatan TKD Tambahan untuk sektor pertanian di Tanah Datar tidak hanya mencakup pembangunan dam parit. Program ini juga meliputi sembilan paket Rehabilitasi Jaringan Irigasi Tersier (RJIT) di sembilan nagari pada enam kecamatan, dengan total anggaran Rp900 juta.

Selain itu, terdapat 11 paket pembangunan Jalan Usaha Tani (JUT) dan lima paket pembangunan dam parit. Setiap paket RJIT mendapat alokasi Rp100 juta, sedangkan setiap paket dam parit memperoleh anggaran sekitar Rp120 juta.

Kepala Bidang Prasarana dan Sarana Pertanian Dinas Pertanian Kabupaten Tanah Datar, Elaza Gusri, menjelaskan bahwa dukungan tersebut diarahkan untuk mempercepat pemulihan infrastruktur pertanian yang terdampak bencana.

Secara keseluruhan, progres fisik pekerjaan infrastruktur pertanian tersebut telah melampaui 80 persen dan ditargetkan rampung pada November 2026. Penerima program ditentukan berdasarkan usulan kelompok tani dari nagari dan kecamatan, kemudian diverifikasi melalui proses calon petani dan calon lokasi (CPCL).

3. Pengadaan alat pertanian rampung, total TKD mencapai Rp126,9 miliar

Pengerjaan proyek irigasi Sungai Emas. (do. Tim Media Satgas PRR)

Selain pembangunan infrastruktur, pemerintah daerah juga memanfaatkan TKD Tambahan untuk mendukung kegiatan pertanian melalui pengadaan empat unit hand tractor dan satu unit cultivator. Berdasarkan keterangan Dinas Pertanian, pengadaan alat dan mesin pertanian tersebut telah rampung 100 persen.

Dukungan ini diharapkan dapat membantu petani dalam mengolah lahan dan meningkatkan efisiensi kegiatan pertanian. Perbaikan saluran pengairan dan ketersediaan alat pertanian juga menjadi bagian dari upaya mendorong pemulihan produktivitas lahan.

Pada 2026, Kabupaten Tanah Datar memperoleh alokasi TKD Tambahan sebesar Rp126,9 miliar. Hingga 30 Oktober 2026, realisasinya tercatat Rp55,3 miliar atau 43,60 persen.

Ketua Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera sekaligus Menteri Dalam Negeri, Muhammad Tito Karnavian, menegaskan bahwa seluruh wilayah terdampak bencana di Sumatera akan mendapat penanganan. Namun, proses pemulihan membutuhkan waktu sehingga masyarakat diminta bersabar.

“Mohon bersabar ya. kita sungai-sungai sudah disentuh, jalan sudah disentuh, jembatan saya kira juga sudah banyak yang cukup sudah selesai. Kemudian setahu saya tidak ada lagi yang kemarin tinggal di tenda, enggak tahu kalau sudah banjir ini lagi. Tenda sudah ada di huntara atau diberikan dana tunggu hunian,” kata Tito.

Melalui perbaikan jaringan irigasi, pembangunan jalan usaha tani, dam parit, hingga pengadaan alat pertanian, pemulihan di Tanah Datar diharapkan dapat membantu petani kembali beraktivitas dan menjaga keberlangsungan produksi pertanian di wilayah terdampak bencana. (WEB)

Sponsored Content: This article is a paid collaboration. While this content is sponsored, all insights, reviews, and editorial standards remain entirely our own.

Curated For You

Editorial Team

Related Article