Pengerjaan proyek irigasi Sungai Emas. (do. Tim Media Satgas PRR)
Selain pembangunan infrastruktur, pemerintah daerah juga memanfaatkan TKD Tambahan untuk mendukung kegiatan pertanian melalui pengadaan empat unit hand tractor dan satu unit cultivator. Berdasarkan keterangan Dinas Pertanian, pengadaan alat dan mesin pertanian tersebut telah rampung 100 persen.
Dukungan ini diharapkan dapat membantu petani dalam mengolah lahan dan meningkatkan efisiensi kegiatan pertanian. Perbaikan saluran pengairan dan ketersediaan alat pertanian juga menjadi bagian dari upaya mendorong pemulihan produktivitas lahan.
Pada 2026, Kabupaten Tanah Datar memperoleh alokasi TKD Tambahan sebesar Rp126,9 miliar. Hingga 30 Oktober 2026, realisasinya tercatat Rp55,3 miliar atau 43,60 persen.
Ketua Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera sekaligus Menteri Dalam Negeri, Muhammad Tito Karnavian, menegaskan bahwa seluruh wilayah terdampak bencana di Sumatera akan mendapat penanganan. Namun, proses pemulihan membutuhkan waktu sehingga masyarakat diminta bersabar.
“Mohon bersabar ya. kita sungai-sungai sudah disentuh, jalan sudah disentuh, jembatan saya kira juga sudah banyak yang cukup sudah selesai. Kemudian setahu saya tidak ada lagi yang kemarin tinggal di tenda, enggak tahu kalau sudah banjir ini lagi. Tenda sudah ada di huntara atau diberikan dana tunggu hunian,” kata Tito.
Melalui perbaikan jaringan irigasi, pembangunan jalan usaha tani, dam parit, hingga pengadaan alat pertanian, pemulihan di Tanah Datar diharapkan dapat membantu petani kembali beraktivitas dan menjaga keberlangsungan produksi pertanian di wilayah terdampak bencana. (WEB)