Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

​Presiden Israel Bakal Umumkan Mandat Pembentukan Kabinet Pekan Ini

2 min read
​Presiden Israel Bakal Umumkan Mandat Pembentukan Kabinet Pekan Ini
potret Presiden Israel, Isaac Herzog (commons.wikimedia.org/Amos Ben Gershom)
  • Presiden Israel Isaac Herzog dijadwalkan mengumumkan mandat pembentukan kabinet baru pada Minggu, 8 November 2026, setelah pemilu 27 Oktober.
  • Herzog telah berkonsultasi dengan seluruh pemimpin partai dan menerima rekomendasi anggota Knesset yang akan ditugaskan membentuk pemerintahan.
  • Netanyahu dan Gadi Eisenkot sama-sama mengklaim hak membentuk kabinet, tetapi koalisi mereka belum mencapai ambang 61 dari 120 kursi parlemen.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Presiden Israel, Isaac Herzog, mengatakan, dirinya akan segera mengumumkan siapa yang boleh membentuk kabinet pemerintahan baru usai pemilihan umum (pemilu) yang digelar pada 27 Oktober lalu. Apakah itu Perdana Menteri petahana Israel, Benjamin Netanyahu atau Ketua Partai Yashar, Gadi Eisenkot.

Herzog mengatakan, pengumuman akan dilakukan pada Minggu (8/11/2026) pekan ini. Ia mengatakan, hasil pemilu kemarin sudah jelas sehingga siapa pihak yang boleh membentuk pemerintahan baru harus segera diumumkan. Langkah ini dikakukan agar pemerintahan baru bisa segera berlajan sehingga tidak terjadi kekosongan pemimpin.

  1. 1. Herzog sudah berkonsultasi dengan semua pemimpin partai

    Konsultasi
    ilustrasi konsultasi (pexels.com/Markus Winkler)

    Pada Rabu (4/11/2026) kemarin, Herzog sudah melakukan konsultasi dengan semua pemimpin partai di Israel untuk menentukan siapa yang boleh membentuk pemerintahan baru. Dalam kesempatan tersebut, sebagian pemimpin partai dikabarkan mengusulkan Eisenkot untuk membentuk pemerintahan dan menjadi Perdana Menteri Israel yang baru.

    “Pemilu sudah usai. Sekarang, saatnya menghadapi kenyataan. Saya telah menerima rekomendasi mereka mengenai identitas anggota Knesset yang akan diberi tugas membentuk pemerintahan,” kata Herzog dalam sebuah unggahan di X.

  2. 2. Netanyahu dan Eisenkot berebut kekuasaan di Pemerintahan Israel

    Benjamin Netanyahu sedang berbicara dengan Donald Trump.
    potret Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu (flickr.com/The White House via commons.wikimedia.org/The White House)

    Rencana pengumuman ini muncul di tengah perseteruan antara Netanyahu dan Eisenkot soal kekuasaan di Israel. Sebab, keduanya hingga saat ini masih saling berebut kekuasaan di negara mayoritas Yahudi tersebut.

    Di satu sisi, Netanyahu mengklaim dirinya yang berhak membentuk pemerintahan baru Israel. Sebab, dalam pemilu pekan lalu, koalisi yang dipimpin Netanyahu dinyatakan unggul. Di sisi lain, Eisenkot justru mengklaim rakyat Israel ingin perubahan rezim politik sehingga dirinyalah yang berhak membentuk pemerintahan baru dan menjadi perdana menteri.

  3. 3. Netanyahu dan Eisenkot sama-sama tidak boleh membentuk pemerintahan baru

    Gadi Eisenkot
    potret Ketua Partai Yashar sekaligus pemimpin oposisi Israel, Gadi Eisenkot (commons.wikimedia.org/Yahav Trudler)

    Namun, baik Netanyahu dan Eisenkot sebetulnya tidak boleh membentuk pemerintahan baru. Sebab, koalisi yang dipimpin mereka sama-sama gagal memenuhi batas minimum perolehan kursi di parlemen dalam pemilu pekan lalu.

    Dalam konstitusi Israel, pemerintahan baru hanya boleh dibentuk oleh politisi yang koalisinya berhasil meraih setidaknya 61 dari total 120 kursi di parlemen. Sementara itu, dalam pemilu kemarin, koalisi Netanyahu hanya berhasil memperoleh 53 kursi, sedangkan koalisi Eisenkot meraih 48 kursi. Oleh karena itu, keduanya sama-sama belum memenuhi syarat pembentukan pemerintahan baru.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Related Articles

See More