Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Penampakan Hunian Sel Mewah Lapas Cibinong, Ada Miras di Kulkas
Penampakan Hunian Bak Cluster Mewah Lapas Cibinong, Rabu (23/9/2026). (IDN Times/Dini Suciatiningrum)
  • Ombudsman RI menemukan dugaan hunian khusus bagi warga binaan saat sidak di Lapas Kelas IIA Cibinong, Kabupaten Bogor, pada 23 September 2026.
  • Lokasi yang diperiksa disebut menyerupai homestay, rumah petak, kluster, hingga vila; bangunannya berada di area menuju rumah dinas kepala lapas.
  • Di salah satu bangunan, Ombudsman menemukan sofa, kulkas, televisi, dan meja makan; kulkas tersebut berisi botol minuman keras, sementara penghuni mengaku warga binaan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Rabu, 23 September 2026

Ombudsman melakukan sidak di Lapas Kelas IIA Cibinong dan menemukan hunian yang diduga menjadi fasilitas khusus warga binaan. Bangunan tersebut menyerupai homestay, rumah petak, vila, dan kawasan kluster, dengan fasilitas termasuk sofa, kulkas, televisi, meja makan, serta minuman keras.

Kamis (24/9/2026)

Syafrida menjelaskan temuan Ombudsman di gedung Ombudsman. Ia menyatakan salah satu bangunan dihuni warga binaan berdasarkan pengakuan penghuni yang ditemui tim.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Ombudsman RI menemukan hunian yang diduga menjadi fasilitas khusus warga binaan, menyerupai homestay, rumah petak, dan vila, serta minuman keras dalam kulkas di salah satu bangunan.
  • Who?
    Tim Ombudsman Republik Indonesia melakukan pemeriksaan. Syafrida menyampaikan temuan tersebut, sementara seorang penghuni bangunan mengaku sebagai warga binaan Lapas Cibinong.
  • Where?
    Temuan berada di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, termasuk kawasan bangunan yang mengarah ke rumah dinas kepala lapas.
  • When?
    Inspeksi mendadak dilakukan pada Rabu, 23 September 2026. Syafrida menyampaikan keterangan mengenai temuan itu di gedung Ombudsman pada Kamis, 24 September 2026.
  • Why?
    Ombudsman menduga lokasi-lokasi tersebut merupakan fasilitas khusus bagi warga binaan. Hingga saat ini belum ada keterangan resmi mengenai alasan keberadaan bangunan dan minuman keras tersebut.
  • How?
    Tim Ombudsman menemukan bangunan saat sidak, lalu memeriksa bagian dalam salah satunya. Di sana terdapat sofa, kulkas, televisi, meja makan, minuman keras, serta penghuni yang mengaku warga binaan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Ombudsman datang tiba-tiba ke Lapas Cibinong di Bogor. Mereka melihat tempat tinggal tahanan yang seperti rumah kecil dan vila. Di dalamnya ada sofa, kulkas, TV, dan meja makan. Di kulkas ada minuman keras. Ombudsman juga bertemu tahanan yang tinggal di sana.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Inspeksi mendadak Ombudsman di Lapas Cibinong memperlihatkan peran pengawasan yang berjalan secara langsung dan rinci. Tim tidak hanya mengamati bentuk bangunan, tetapi juga memeriksa interior, mencatat fasilitas serta temuan minuman keras, dan mengonfirmasi status penghuni kepada warga binaan. Proses ini menghadirkan dasar faktual bagi penelusuran dugaan fasilitas khusus.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Ombudsman Republik Indonesia (ORI) menemukan sejumlah lokasi hunian yang diduga menjadi fasilitas khusus bagi warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Temuan tersebut didapati Ombudsman saat melakukan inspeksi mendadak alias sidak ke Lapas Cibinong, Rabu, 23 September 2026. Dalam sidak tersebut, Ombudsman menemukan sejumlah bangunan yang disebut menyerupai homestay, rumah petak, hingga kawasan bak kluster dalam lapas.

Menurut Syafrida, terdapat rumah petak bercat krem atau kuning di sisi kanan, kemudian bangunan lain bercat putih dengan pintu hitam yang berjarak sekitar 10 hingga 20 meter.

"Jadi kita masuk pertama, sebelah kanan itu ada seperti rumah petak warna catnya warna krem atau warna kuning, kemudian di sebelah kiri agak beda berapa meter mungkin sekitaran 10 sampai 20 meter, berdirilah rumah yang bercat warna putih yang berpintu hitam," jelasnya di gedung Ombudsman, Kamis (24/9/2026).

Syafrida menyebut terdapat pula bangunan yang menyerupai vila. Bangunan tersebut berada setelah rumah bercat putih dengan pintu hitam dan mengarah ke rumah dinas Kalapas.

Ombudsman kemudian memeriksa bagian dalam salah satu bangunan tersebut. Syafrida menyebut terdapat sejumlah fasilitas, mulai dari sofa, kulkas, televisi, hingga meja makan.

"Ya, ini yang kami dapati teman-teman, ada berisi sofa, kulkas, televisi, meja makan ya, di mana dalam kulkas tersebut sendiri terdapat apa, ada minuman-minuman botol minuman keras," ungkapnya.

Menurut Syafrida, bangunan tersebut juga dihuni warga binaan. Hal itu diketahui setelah tim Ombudsman bertemu dengan salah seorang penghuni yang mengaku sebagai warga binaan.

"Dan di dalam rumah kami mendapati dihuni oleh warga binaan ya, di mana menurut keterangan warga binaan yang ditemui yang bertemu dengan tim Ombudsman dan kemudian dia menjawab memang dia adalah warga binaan ya," katanya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article