Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Pengamat: Pembelajaran Jarak Jauh Cara Terbaik saat Pandemik COVID-19
Ilustrasi (IDN Times/Yogi pasha)

Jakarta, IDN Times - Pengamat Pendidikan Itje Chodijah mengatakan pemberlakuan sistem Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) atau pun belajar daring merupakan jalan terbaik, demi memastikan proses belajar terus berlangsung, di tengah pandemik virus corona atau COVID-19.

Itje mengingatkan, sekarang ini masyarakat tidak berada dalam kondisi normal, dampak pandemik global ini. Karena itu, pilihan terbaik adalah belajar jarak jauh di rumah.

1. Belajar di rumah adalah pilihan terbaik di tengah pandemik

Ilustrasi (IDN Times/Yogi pasha)

Memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2020 sekaligus, Itje mengingatkan kondisi pandemik saat ini bisa dikategorikan sebagai kondisi darurat. Karena itu, belajar daring menjadi pilihan terbaik, demi memastikan proses belajar mengajar tetap berjalan.

“Saya yakin di seluruh dunia masih coba-coba. Bahkan di negara maju pun begitu, learning from home, pasti masih mencari cara yang paling tepat,” kata Itje kepada IDN Times, Sabtu (2/5).

Itje menyebutkan, di negara maju umumnya mempunyai sistem yang lebih tertata soal belajar jarak jauh. “Mungkin akan lebih mudah menatanya. Karena keseragaman, terutama di negara-negara yang sudah mengedepankan equal acces,” kata dia.

(IDN Times/Arief Rahmat)

2. Apakah belajar daring efektif selama masa pandemik sekarang ini?

Praktisi Pendidikan, Itje Khodijah dalam konferensi pers Merdeka Belajar Episode 4: Program Organisasi Penggerak (IDN Times/Margith Juita Damanik)

Menyinggung soal efektivitas belajar daring pada kondisi sekarang ini, Itje mengatakan, hal ini tergantung bagaimana pengaturan dari pihak sekolah tentunya.

“Kalau mau disebut efektif, ini beragam sekali. Tergantung pada efektivitas kepemimpinan pengorganisasian sekolah,” kata dia.

Hal ini, kata Itje, lantaran sistem pendidikan membuat keputusan dan aturan dari dinas pendidikan pun, kepala sekolah tak bisa diabaikan.

“Dengan kualitas dan akses yang sangat beragam, maka kita gak bisa mengatakan per say ini efektif atau tidak efektif. Kontekstual sekali,” kata dia.

3. Pembelajaran daring memberikan perspektif baru kepada guru dan murid

Ilustrasi (DN Times/ Wira Sanjiwani)

Pemberlakuan Pembelajaran Jarak Jauh, menurut dia, memberikan perspektif baru kepada guru dan murid. “Mendidik itu tidak per say memberi pengetahuan. Tapi melatih kompetensi, melatih keterampilan, mengembangkan karakter,” kata Itje.

Menurut Itje, penerapan pembelajaran daring selama masa pandemik COVID-19 juga menunjukkan peran guru tak bisa digantikan, bahkan oleh teknologi sekali pun. Namun dia mengingatkan, guru juga harus siap berkembang sesuai perkembangan zaman.

Editorial Team

Related Article