Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
PERADI Profesional Serukan Advokat DKI Jaga Integritas dan Keadilan
Pelantikan DPD PERADI Profesional DKI Jakarta. (Dok. PERADI Profesional).
  • Prof. Harris menegaskan advokat memiliki tanggung jawab terhadap keadilan dan perlindungan hak-hak masyarakat.
  • DPD PERADI Profesional DKI Jakarta masa bakti 2026-2031 diharapkan menjadi barometer profesionalisme dan tata kelola organisasi.
  • PERADI Profesional menyiapkan penguatan pendidikan, kode etik, persatuan, dan kerja sama untuk meningkatkan kualitas advokat.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Sabtu (29/8/2026)

Prof. Harris menegaskan peran advokat dalam penegakan hukum pada pelantikan Pengurus DPD PERADI Profesional DKI Jakarta Masa Bakti 2026-2031.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Pelantikan jajaran Pengurus DPD PERADI Profesional DKI Jakarta Masa Bakti 2026-2031.
  • Who?
    Prof. Harris, DPN PERADI Profesional, dan Pengurus DPD PERADI Profesional DKI Jakarta.
  • Where?
    Jakarta.
  • When?
    Sabtu (29/8/2026).
  • Why?
    Untuk memperkuat konsolidasi organisasi serta membangun organisasi advokat yang profesional, modern, independen, dan berintegritas.
  • How?
    Melalui pelantikan pengurus, penguatan kode etik, pendidikan berkelanjutan, PKPA, PPA, dan kerja sama dengan perguruan tinggi serta institusi terkait.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Prof. Harris bilang advokat harus menjaga hukum dan keadilan. Pengurus DPD PERADI Profesional DKI Jakarta sudah dilantik untuk masa bakti 2026-2031. Mereka diharapkan bekerja dengan baik, punya integritas, dan membantu anggota serta masyarakat. PERADI Profesional juga ingin advokat belajar lewat PKPA dan PPA.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Penekanan pada pendidikan berkelanjutan, kode etik, dan kerja sama dengan perguruan tinggi membuka ruang bagi penguatan kualitas advokat. Harapan agar DPD PERADI Profesional DKI Jakarta tertib dalam tata kelola dan memberi manfaat kepada anggota juga menempatkan integritas, kompetensi, serta pengabdian sebagai bagian dari arah organisasi.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Ketua Umum DPN PERADI Profesional, Prof. Harris menegaskan, advokat bukan sekadar profesi, melainkan salah satu pilar penting dalam penegakan hukum yang memiliki tanggung jawab besar terhadap keadilan dan perlindungan hak-hak masyarakat.

Hal itu ia tegaskan dalam pelantikan jajaran Pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PERADI Profesional DKI Jakarta Masa Bakti 2026-2031. DPD DKI Jakarta diharapkan mampu menjadi salah satu barometer profesionalisme advokat sekaligus contoh pengelolaan organisasi yang modern, berintegritas, dan berwibawa.

"Advokat tidak boleh hanya hadir ketika kepentingan klien membutuhkan pembelaan. Advokat harus hadir ketika hukum dan keadilan membutuhkan keberanian untuk diperjuangkan. Profesionalisme tanpa integritas akan kehilangan makna, sementara integritas tanpa kompetensi tidak akan cukup untuk menjawab tantangan hukum yang semakin kompleks," kata Prof. Harris, Jakarta, Sabtu (29/8/2026).

Ia menegaskan, pelantikan ini bukan sekadar seremoni pergantian dan/atau pengisian jabatan organisasi. Di balik setiap jabatan terdapat amanah, tanggung jawab, dan kewajiban untuk menjaga kehormatan profesi advokat.

"Saya ingin DPD PERADI Profesional DKI Jakarta hadir dengan karya nyata, memberi manfaat kepada anggota, menjaga marwah advokat, serta memberikan kontribusi kepada masyarakat, bangsa, dan negara," kata dia.

1. Jakarta diharapkan menjadi barometer

Pengukuhan pengurus PERADI Profesional. (Dok. PERADI Profesional).

Pelantikan DPD DKI Jakarta Masa Bakti 2026-2031 menjadi bagian penting dari langkah PERADI Profesional dalam memperkuat konsolidasi organisasi di berbagai daerah di Indonesia.

DPD DKI Jakarta juga diharapkan dapat tumbuh menjadi salah satu barometer organisasi: kuat secara kelembagaan, tertib dalam tata kelola, konsisten menjaga kode etik, sekaligus mampu membangun hubungan konstruktif dengan lembaga penegak hukum, perguruan tinggi, pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat.

Harris menegaskan, organisasi advokat tidak cukup hanya besar dari sisi jumlah anggota. Kebesaran sebuah organisasi harus tercermin dari kualitas sumber daya manusianya, integritas anggotanya, serta manfaat untuk masyarakat.

"Ukuran kebesaran organisasi bukan hanya berapa banyak anggotanya, tetapi seberapa besar manfaat yang mampu diberikan dan seberapa teguh anggotanya menjaga kehormatan profesi," kata Harris.

2. Perkuat PKPA dan PPA untuk Membangun Advokat Berkualitas

Pengukuhan pengurus PERADI Profesional. (Dok. PERADI Profesional).

PERADI Profesional juga akan memberikan perhatian besar terhadap peningkatan kualitas dan kompetensi advokat melalui pendidikan berkelanjutan, penguatan kode etik, serta penyelenggaraan Pendidikan Khusus Profesi Advokat (PKPA) dan Pendidikan Profesi Advokat (PPA) yang berkualitas.

PKPA dan PPA dipandang sebagai bagian penting dalam membangun generasi advokat yang tidak hanya menguasai hukum secara teoritis, tetapi juga memiliki keterampilan profesional, etika, integritas, serta kemampuan menghadapi perkembangan praktik hukum nasional maupun global.

PERADI Profesional juga terus mendorong kerja sama dengan perguruan tinggi danberbagai institusi terkait untuk mempertemukan kekuatan akademik dengan pengalaman praktik hukum.

"Kita ingin mempersiapkan advokat yang tidak hanya memahami pasal dan peraturan, tetapi mampu berpikir kritis, memiliki integritas, menguasai praktik, memahami perkembangan teknologi dan hukum global, serta tetap teguh menjaga kehormatan profesinya," ujar dia.

3. PERADI Profesional harus menjadi istana besar Advokat

Perhimpunan Advokat Indonesia Profesional (PERADI PROFESIONAL) resmi dideklarasikan sebagai wadah baru bagi para advokat di tanah air. (Dok. Istimewa).

Harris menekankan pentingnya persatuan dan kebersamaan. Organisasi, menurutnya, harus berada di atas kepentingan pribadi maupun kelompok.

"PERADI Profesional harus menjadi istana besar bagi para advokat yang ingin tumbuh bersama dalam profesionalisme, integritas, persaudaraan, dan pengabdian. Istana ini harus kita bangun bukan dengan kepentingan pribadi, tetapi dengan kebersamaan, kerja nyata, prestasi, dan kehormatan profesi," tegasnya.

Ia juga mengingatkan, perbedaan pandangan merupakan hal wajar dalam organisasi, tetapi perbedaan tidak boleh menghilangkan persaudaraan maupun tujuan besar organisasi.

"Kita boleh berbeda pikiran, tetapi jangan kehilangan persaudaraan. Kita boleh berbeda pandangan, tetapi ketika menyangkut kehormatan profesi dan kepentingan organisasi, kita harus berdiri bersama," lanjutnya.

Dengan dilantiknya Pengurus DPD PERADI Profesional DKI Jakarta , DPN PERADI Profesional berharap hadir energi baru dalam membangun organisasi advokat yang profesional, modern, independen, berintegritas, dan semakin dekat dengan kebutuhan masyarakat.

"Pada akhirnya, sejarah tidak akan mencatat siapa yang paling banyak berbicara, tetapi siapa yang telah bekerja dan memberi manfaat. Mari kita besarkan PERADI PROFESIONAL dengan karya, kita jaga dengan integritas, dan kita muliakan profesi advokat dengan pengabdian kepada hukum dan keadilan," tuturnya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article