Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Permukiman hingga Tambak Udang di Bekasi Diselimuti Abu Vulkanik Krakatau
Abu vulkanik Gunung Anak Krakatau sampai Bekasi. (IDN Times/Imam Faishal)

Bekasi, IDN Times - Abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda telah mencapai wilayah Bekasi, Jawa Barat, Minggu (6/9/2026) pagi.

Salah seorang warga yang merasakan dampaknya Andi, warga Cijengkol, Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi. Ia mendapati debu bertekstur kasar menempel cukup tebal di kendaraannya. Padahal, kata dia, mobilnya baru dicuci pada Sabtu, 5 September 2026 malam.

“Padahal semalam, habis dipakai. Debunya (pagi ini) sudah tebal banget,” kata pria 36 tahun itu kepada IDN Times, Minggu.

1. Rencana membeli masker

Abu vulkanik Gunung Anak Krakatau sampai Bekasi. (IDN Times/Imam Faishal)

Andi mengaku langsung membersihkan abu vulkanik tersebut yang menyelimuti atap mobilnya. Untuk menghindari gangguan pernapasan akibat abu vulkanik, Andi juga berencana membeli masker untuk dirinya dan keluarganya.

"Saya habis ini mau beli masker, biar kalau aktivitas di luar masih aman," kata dia.

2. Abu vulkanik tampak menyelimuti Muara Gembong

Abu vulkanik Gunung Anak Krakatau sampai Bekasi. (Istimewa)

Hal serupa juga dirasakan warga Desa Harapan Jaya, Kecamatan Muara Gembong, Kabupaten Bekasi. Melalui unggahan akun Instagram @babalan24jam, abu vulkanik terlihat menyelimuti area tambak bandeng dan udang di wilayah tersebut.

“Abu vulkanik Krakatau selimuti tambak bandeng,” tulis akun tersebut dalam unggahannya.

Dalam video yang diunggah, perekam video juga menyebut lokasi tersebut berada di perbatasan Babelan dan Harapan Jaya. Ia berharap abu vulkanik tidak berdampak terhadap kondisi udang dan bandeng di tambak.

“Ini perbatasan Babelan dan Harapan Jaya. Semoga tidak ada dampak buat udang sama bandeng,” ucapnya.

3. Sebaran abu vulkanik mencapai Jawa Barat

Anak Gunung Krakatau (ANTARA FOTO/Bisnis Indonesia/Nurul Hidayat/pras.)

Berdasarkan pemantauan BMKG, sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau telah mencapai enam provinsi di Lampung, Banten, Jakarta, dan Jawa Barat.

Gunung Anak Krakatau mengalami erupsi menerus sejak Jumat, 4 September 2026 sekitar pukul 23.07 WIB. Badan Geologi menyebut fenomena erupsi tersebut menyerupai lava fountain atau air mancur lava yang disertai lontaran material vulkanik.

Saat ini, status Gunung Anak Krakatau berada pada Level III atau Siaga. Masyarakat diminta tidak melakukan aktivitas dalam radius 3 kilometer dari kawah aktif.

Masyarakat yang mendapati abu vulkanik di wilayahnya diimbau tetap tenang dan menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan. Warga juga diminta mengikuti informasi serta arahan resmi dari BMKG, PVMBG, dan BPBD.

Sementara, berdasarkan informasi PVMBG dan VAAC Darwin serta analisis citra RGB Himawari-9 pada 6 September 2026 pukul 06.00 WIB, teridentifikasi dua klaster sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. Sebaran dari permukaan hingga ketinggian 20.000 kaki teramati ke arah Timur Laut-selatan, mencakup sebagian DK Jakarta, Banten dan Jawa Barat serta perairan sekitarnya.

Sedangkan, sebaran dari permukaan hingga ketinggian 50.000 kaki teramati ke arah barat daya-barat laut, mencakup sebagian Banten, Lampung, Bengkulu, Selat Sunda bagian selatan, serta Samudra Hindia di sebelah barat Bengkulu, Lampung dan Banten.

Editorial Team

Related Article