Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Erupsi Anak Krakatau, Penerbangan Korean Air Beri Peringatan

Erupsi Anak Krakatau, Penerbangan Korean Air Beri Peringatan
Ilustrasi - Penumpukan pesawat di Bandara Ahmad Yani Semarang akibat erupsi Gunung Krakatau. (Dok. Bandara Internasional Ahmad Yani Semarang)
  • Penerbangan Korean Air KE437 dari Incheon menuju Bandara Soekarno-Hatta dibatalkan pada Selasa (8/9/2026).
  • Korean Air meminta pengguna mengonfirmasi informasi operasional menyusul pembatasan operasi bandara Jakarta pada 5-8 September 2026.
  • Indikasi abu vulkanik dari paper test memicu penutupan sementara Bandara Soekarno-Hatta dan berdampak pada puluhan penerbangan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Penerbangan Korean Air nomor KE437 rute Incheon (ICN) menuju Bandara Soekarno-Hatta yang dijadwalkan mendarat pada Selasa (8/9/2026) pukul 00.45 WIB resmi berstatus dibatalkan. Pembatalan ini menjadi bagian dari rangkaian gangguan operasional Bandara Soekarno-Hatta akibat sebaran abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau yang berlangsung sejak akhir pekan lalu.

Korean Air melalui akun resminya mengeluarkan peringatan soal pembatasan operasi bandara Jakarta yang berlaku 5-8 September 2026. Pengguna Korean Air diminta untuk melakukan konfirmasi lebih dulu.

"Akibat pengaruh abu vulkanik Gunung Krakatau Indonesia, diantisipasi adanya gangguan operasional penerbangan yang tidak normal. Pelanggan yang menggunakan bandara terkait, mohon konfirmasi informasi operasional terlebih dahulu," tulis akun X maskapai itu, dikutip Senin (7/9/2026).

Gangguan berawal dari hasil paper test pada Minggu, 6 September 2026 dini hari, yang menunjukkan indikasi sebaran abu vulkanik di area Bandara Soekarno-Hatta, sehingga bandara ditutup sementara berdasarkan NOTAM Nomor A3341/26.

Data monitoring per 5 September 2026 mencatat 33 penerbangan internasional dan domestik terdampak, dengan rute internasional meliputi Singapura, Hong Kong, Sydney, Seoul/Incheon, Doha, Amsterdam, hingga Kuala Lumpur.

Kemenhub menyebut pihaknya terus memantau dampak berantai terhadap rotasi pesawat dan kapasitas terminal seiring aktivitas Gunung Anak Krakatau yang belum sepenuhnya mereda.

    Share Article
    Editorial Team

    Related Articles

    See More