Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Pernah Pimpin Pasukan, Prabowo Ngaku Lebih Kenal Rakyat Indonesia
Presiden Prabowo Subianto di HUT PAN (IDN Times/M. Ilman Nafi’an)
  • Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pengakuan mengenal rakyat Indonesia melalui pengalamannya pernah memimpin prajurit, yang ia sebut sebagai anak rakyat.
  • Dalam pidato HUT ke-28 PAN di JICC, Jakarta, Prabowo mengatakan lebih memilih berbicara tanpa teks agar dapat berkomunikasi secara langsung dan apa adanya.
  • Prabowo menyebut pakar komunikasi dan politik menyarankannya memakai teks, tetapi ia menilai kader PAN yang hadir lebih menyukai gaya pidatonya tanpa naskah.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Presiden Prabowo Subianto menyatakan dirinya mengenal rakyat Indonesia dari banyak orang dan lebih memilih berpidato tanpa teks agar dapat berbicara langsung kepada rakyat.
  • Who?
    Presiden Prabowo Subianto, kader Partai Amanat Nasional yang hadir, serta staf dan pakar komunikasi yang disebut Prabowo dalam pidatonya.
  • Where?
    Pernyataan itu disampaikan di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta.
  • When?
    Prabowo menyampaikan pernyataan tersebut pada perayaan HUT ke-28 Partai Amanat Nasional, Jumat, 18 September 2026.
  • Why?
    Prabowo mengatakan ia menyukai pidato tanpa teks karena ingin berkomunikasi secara langsung dan berbicara apa adanya kepada rakyat Indonesia.
  • How?
    Dalam pidatonya, Prabowo menyinggung saran staf dan pakar agar memakai teks, lalu menyatakan pengalamannya memimpin prajurit membuatnya mengenal rakyat.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Prabowo bicara di ulang tahun PAN di Jakarta. Ia bilang lebih suka bicara tanpa teks. Ia ingin bicara langsung dengan rakyat. Prabowo bilang ia kenal rakyat karena pernah memimpin prajurit. Ia melihat orang PAN tampak suka saat ia bicara tanpa teks. Para ahli menyuruhnya pakai teks, tapi ia tetap suka bicara apa adanya.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Gaya bicara tanpa teks yang dipilih Prabowo menampilkan upaya membangun komunikasi yang terasa langsung dan terbuka dengan hadirin. Pengalamannya memimpin prajurit, yang ia sebut sebagai anak rakyat, menjadi dasar bagi keyakinannya untuk memahami kehidupan masyarakat. Respons kader PAN yang ia tangkap dari ekspresi mereka juga memberi suasana kedekatan dalam acara tersebut.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Presiden Prabowo Subianto mengaku lebih mengenal rakyat Indonesia dari banyak orang. Hal itu Prabowo sampaikan dalam pidatonya di Perayaan HUT ke-28 Partai Amanat Nasional (PAN) di Jakarta International Convention Center (JICC), Jumat (18/9/2026).

Mulanya, Prabowo menyinggung stafnya hingga pakar komunikasi yang mengingatkannya untuk menggunakan teks apabila sedang pidato.

"Mungkin yang sudah dengan pidato-pidato saya, bosan, tapi tidak apa lah, toh saudara sudah undang saya ke sini, benar? Salah panitia undang saya, selalu disampaikan penasihat-penasihat, pakar-pakar politik, pakar pakar komunikasi, 'Pak Prabowo, jangan pidato tanpa teks, harus pakai teks', tapi bagaimana ya? Aku itu sukanya bicara apa adanya, bagaimana?" ujar Prabowo.

Prabowo mengatakan, lebih suka pidato tanpa teks. Sebab, Prabowo mengaku ingin berkomunikasi langsung dengan rakyatnya.

"Katanya Presiden bicaranya harus halus, harus ndak boleh bicara... Tapi ya gimana, aku ingin bicara kepada rakyatku, aku kenal, aku tahu rakyatku, saya mungkin lebih kenal dari banyak orang, karena saya pernah mimpin prajurit, prajurit itu anak rakyat, benar?" ucap dia.

Mantan Menteri Pertahanan itu mengatakan, dari sorot mata kader PAN yang hadir, mereka lebih suka kalau Prabowo berpidato tanpa teks.

"Aku lihat dari muka-muka kalian ini, aku lihat dari mata-mata kalian ini, kalian suka kalau aku bicara tanpa teks, benar? Kalau yang gak suka, para pakar, ara elite, tapi wartawan, aku hati-hati, saya tahu kalian nunggu, mereka nunggu, nunggu aku bicara.. setop, enggak," imbuhnya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article