Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Pertamina NRE Aktifkan Satgas RAFI 2026, Siagakan Energi Bersih 24 Jam
Satgas RAFI 2024 distribusikan energi. (dok Elnusa Petrofin)
  • Pertamina NRE mengaktifkan Satgas RAFI 2026 untuk menjaga keandalan pasokan energi bersih selama Ramadan dan Idulfitri, menghadapi lonjakan kebutuhan energi masyarakat.
  • Satgas RAFI memantau operasional pembangkit energi bersih 24 jam penuh dengan dukungan sistem NOVA serta kesiapan personel dan prosedur tanggap darurat di seluruh wilayah kerja.
  • Portofolio energi bersih Pertamina NRE mencapai total kapasitas 3 GW, mencakup panas bumi, tenaga surya, gas alam cair, dan biogas guna memperkuat ketahanan energi nasional.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE) mengaktifkan Satuan Tugas Ramadan dan Idulfitri (Satgas RAFI) 2026 untuk menjaga keandalan pasokan energi bersih selama periode Ramadan hingga Idulfitri 1447 H.
  • Who?
    Pertamina NRE melalui Pjs. Corporate Secretary Rika Gresia Wahyudi, bersama tim operasional dan anak usaha PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE), bertanggung jawab atas pelaksanaan Satgas RAFI 2026.
  • Where?
    Kegiatan pemantauan dilakukan dari kantor pusat Pertamina NRE di Jakarta serta di berbagai wilayah operasi pembangkit energi bersih, termasuk area panas bumi di Jawa Barat, Lampung, Sulawesi Utara, Sumatera Selatan, dan Sumatera Utara.
  • When?
    Satgas RAFI 2026 mulai diaktifkan menjelang dan selama bulan Ramadan hingga Hari Raya Idulfitri tahun 1447 Hijriah atau sekitar tahun 2026 Masehi.
  • Why?
    Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi peningkatan kebutuhan energi masyarakat selama Ramadan dan Idulfitri serta memastikan seluruh aset energi bersih tetap beroperasi andal dan aman sepanjang periode tersebut.
  • How?
    Pemantauan operasional dilakukan 24 jam menggunakan sistem NOVA secara real-time, men
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE) mengaktifkan Satuan Tugas Ramadan dan Idulfitri (Satgas RAFI) 2026 untuk memastikan stabilitas dan keandalan pasokan energi bersih selama periode Ramadan hingga Idulfitri 1447 H. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi meningkatnya kebutuhan energi seiring tingginya aktivitas masyarakat selama bulan Ramadan dan menjelang Hari Raya.

Pjs. Corporate Secretary Pertamina NRE, Rika Gresia Wahyudi, mengatakan perusahaan tetap mengedepankan operational excellence dan HSSE excellence, baik pada periode reguler maupun periode khusus seperti Ramadan dan Idulfitri.

Sebagai informasi, equivalent availability factor (EAF) pembangkit listrik yang dikelola Pertamina NRE secara terkonsolidasi pada Januari 2026 mencapai 99,26 persen. Sementara itu, produksi listrik juga melampaui target bulanan sebesar 4,6 persen dengan total produksi mencapai 811.650 megawatt hours (MWh). Meski demikian, Pertamina NRE meningkatkan kesiapsiagaan operasional selama Ramadan dan Idulfitri melalui pengaktifan Satgas RAFI.

“Pengaktifan Satgas RAFI sangat vital untuk memastikan seluruh aset dan operasional energi bersih yang dikelola Pertamina NRE tetap berjalan andal dan aman, sehingga dapat terus mendukung pasokan listrik berbasis energi bersih selama Ramadan hingga Idulfitri,” ujar Rika.

1. Memantau operasional pembangkit energi bersih selama 24 jam

Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE) menjamin pasokan listrik dari energi bersih lancar selama Ramadan dan Idulfitri 1446 H. (Dok. Pertamina)

Satgas RAFI melakukan pemantauan operasional secara intensif terhadap seluruh portofolio pembangkit energi bersih yang dikelola perusahaan, termasuk pembangkit listrik tenaga panas bumi, tenaga surya, serta fasilitas energi rendah karbon lainnya.

Pemantauan dilakukan secara berkelanjutan selama 24 jam dengan melibatkan tim operasional di berbagai wilayah kerja maupun melalui ruang kendali.

Pertamina NRE juga memanfaatkan sistem New Renewable Energy Optimization and Visualization (NOVA) untuk memantau aset operasi secara real-time dan terintegrasi dari kantor pusat di Jakarta.

2. Menyiapkan personel dan mitigasi kondisi darurat

Pertamina New Renewable Energy (Pertamina NRE) baru saja meraih hasil penilaian ESG Rating nilai 13.0 dengan tingkat risiko ‘Low Risk Category’ (Dok. Pertamina)

Selain pemantauan operasional, perusahaan juga memastikan kesiapan personel di lapangan selama masa Satgas RAFI.

Pertamina NRE menyiapkan operator yang bertugas di berbagai fasilitas energi bersih serta menerapkan emergency response untuk koordinasi dengan pihak terkait apabila terjadi keadaan darurat atau situasi kritis.

Khusus untuk area operasi panas bumi yang berada di dataran tinggi, Pertamina NRE melalui anak usahanya PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) juga mengantisipasi potensi longsor.

3. Mengamankan pasokan dari portofolio energi bersih 3 GW

PT Kilang Pertamina Internasional dan Pertamina NRE akan memasang PLTS atap di Kilang Balikpapan (Dok Pertamina)

Pertamina NRE saat ini mengelola portofolio energi bersih dengan total kapasitas terpasang sebesar 3 gigawatt (GW). Portofolio tersebut mencakup pembangkit listrik tenaga surya, panas bumi, gas alam cair (LNG), dan biogas. Untuk PLTS, total kapasitas mencapai 55,69 MW. Sementara pembangkit listrik tenaga gas uap (PLTGU) mencapai 1,8 GW dan pembangkit listrik tenaga biogas (PLTBg) sebesar 2,4 MW.

Di sektor panas bumi, PGE mengelola enam Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) yang dioperasikan sendiri dengan total kapasitas 727,5 MW, yakni di Kamojang dan Karaha (Jawa Barat), Ulubelu (Lampung), Lahendong (Sulawesi Utara), Lumut Balai (Sumatera Selatan), serta Sibayak (Sumatera Utara).

Melalui pengaktifan Satgas RAFI 2026, Pertamina NRE menegaskan komitmennya dalam mendukung ketahanan energi nasional sekaligus memastikan pasokan energi bersih tetap stabil selama periode Ramadan dan Idulfitri saat kebutuhan energi meningkat.(WEB)

Editorial Team