Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
PLN Jakarta: Rumpon Konservasi Sabira Pangkas BBM Nelayan 66 Persen
Pelemparan buoy penanda lokasi rumpon untuk produktivitas dan efisiensi nelayan tanpa mengganggu ekosistem alam di Pulau Sabira/ dok PLN Jakarta Raya
  • Program konservasi PLN di Pulau Sabira menurunkan kebutuhan BBM nelayan dari sekitar 30 liter menjadi 10 liter per sekali melaut melalui penggunaan rumpon konservasi.
  • Sejak 2022, program ini menggabungkan penanaman 2.000 mangrove, transplantasi 1.600 terumbu karang, internet publik, serta modernisasi pengolahan hasil laut bagi UMKM Menara Sabira.
  • PLN menyebut Karang Taruna Sabira telah mandiri menjaga lingkungan; program ini meraih Predikat Platinum Alignment dan CEPI Champion Candidate pada Indonesia Green Awards 2026.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
2022

PLN memulai Program Konservasi Pulau Sabira yang menggabungkan pelestarian ekosistem laut, penguatan ekonomi, teknologi digital, dan peningkatan kapasitas generasi muda.

2026

PLN UID Jakarta Raya meraih Predikat Platinum Alignment dan ditetapkan sebagai CEPI Champion Candidate dalam Indonesia Green Awards 2026 atas pelaksanaan program tersebut.

3 Agustus 2026

PLN Jakarta Raya menyatakan rumpon konservasi di Pulau Sabira membantu nelayan memangkas konsumsi BBM hingga 66 persen dalam sekali melaut.

kini

Kebutuhan BBM nelayan untuk sekali melaut turun dari sekitar 30 liter menjadi sekitar 10 liter.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Program konservasi Pulau Sabira menggunakan rumpon konservasi yang membantu nelayan mengurangi kebutuhan BBM dari sekitar 30 liter menjadi 10 liter per sekali melaut, atau hingga 66 persen.
  • Who?
    PLN UID Jakarta Raya, nelayan dan warga Pulau Sabira, UMKM Menara Sabira, serta pemuda Karang Taruna Pulau Sabira terlibat dalam pelaksanaan program.
  • Where?
    Program berlangsung di Pulau Sabira, Kepulauan Seribu, Jakarta.
  • When?
    Program Konservasi Pulau Sabira dijalankan sejak 2022. Capaian efisiensi BBM disampaikan General Manager PLN UID Jakarta Raya Moch. Andy Adchaminoerdin pada Senin, 3 Agustus 2026.
  • Why?
    Program ditujukan untuk melestarikan ekosistem laut, meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir, memperkuat ekonomi warga, memanfaatkan teknologi digital, dan meningkatkan kapasitas generasi muda.
  • How?
    PLN menerapkan rumpon konservasi, menanam 2.000 bibit mangrove, mentransplantasi 1.600 bibit terumbu karang, menyediakan internet publik, serta mendampingi modernisasi pengolahan hasil laut UMKM.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
PLN membantu nelayan di Pulau Sabira memakai rumpon konservasi. Dulu mereka memakai 30 liter bensin saat melaut. Sekarang hanya sekitar 10 liter. PLN dan warga juga menanam mangrove dan terumbu karang. Mereka memberi internet dan membantu usaha olahan laut. Pemuda Pulau Sabira sekarang ikut menjaga laut.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Program konservasi Pulau Sabira menunjukkan bagaimana pendekatan terpadu dapat memberi manfaat nyata bagi warga pesisir. Rumpon membantu nelayan menghemat BBM, sementara rehabilitasi mangrove dan terumbu karang, akses internet, serta modernisasi pengolahan hasil laut memperkuat lingkungan, ekonomi, dan kapasitas masyarakat secara bersamaan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times – PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Jakarta Raya mengungkapkan program konservasi yang dijalankan di Pulau Sabira, Kepulauan Seribu, mampu membantu nelayan memangkas konsumsi bahan bakar minyak (BBM) hingga 66 persen dalam sekali melaut.

Efisiensi tersebut diperoleh melalui penggunaan rumpon konservasi yang dikembangkan dalam program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) "Konservasi Pulau Sabira: Sabira Green and Digital Lighthouse Island".

"Sebelum program diterapkan, nelayan membutuhkan sekitar 30 liter BBM untuk sekali melaut. Kini, kebutuhan tersebut turun menjadi sekitar 10 liter," ucap General Manager PLN UID Jakarta Raya, Moch. Andy Adchaminoerdin dalam keterangan tertulis, Senin (3/8/2026).

1. Program Sabira sentuh berbagai aspek

Proses penanaman terumbu karang untuk konservasi alam di Pulau Sabira/ dok PLN Jakarta Raya

Andy mengatakan, program tersebut tidak hanya berfokus pada pelestarian lingkungan, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.

"Bagi PLN, keberlanjutan bukan hanya tentang menjaga pasokan listrik tetap andal, tetapi juga memastikan kehadiran kami memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. Melalui Program Konservasi Pulau Sabira, kami berupaya menghadirkan solusi yang menyentuh aspek lingkungan, ekonomi, hingga peningkatan kapasitas masyarakat agar mampu tumbuh secara mandiri dan berkelanjutan," ujar dia.

2. Modernisasi proses pengolahan hasil laut

Melalui program Konservasi di Pulau Sabira, PLN UID Jakarta Raya melakukan penanaman 2.000 bibit mangrove di lokasi yang sudah rawan abrasi di Pulau Sabira/ dok PLN Jakarta Raya

Program yang dijalankan sejak 2022 itu menggabungkan upaya pelestarian ekosistem laut, penguatan ekonomi masyarakat, pemanfaatan teknologi digital, hingga peningkatan kapasitas generasi muda.

Di sektor lingkungan, PLN bersama warga telah menanam 2.000 bibit mangrove serta melakukan transplantasi 1.600 bibit terumbu karang untuk menjaga ekosistem pesisir dan habitat biota laut. Selain itu, akses internet publik juga disediakan untuk membuka akses informasi bagi masyarakat Pulau Sabira.

Sementara dari sisi ekonomi, PLN turut mendampingi pengembangan UMKM Menara Sabira melalui modernisasi proses pengolahan hasil laut agar memiliki daya simpan lebih lama dan nilai tambah yang lebih tinggi.

3. Program Sabira bisa jadi rujukan

Melalui program Konservasi di Pulau Sabira, PLN UID Jakarta Raya melakukan penanaman 2.000 bibit mangrove di lokasi yang sudah rawan abrasi di Pulau Sabira/dok PLN Jakarta

Andy mengatakan, pihaknya berharap model konservasi terintegrasi tersebut dapat diterapkan di wilayah lain.

"Keberhasilan program ini tercermin dari lahirnya kemandirian penuh pemuda Karang Taruna Pulau Sabira sebagai garda terdepan pelindung lingkungan. Kami berharap model konservasi terintegrasi ini dapat menjadi rujukan dan direplikasi di lokasi lainnya," kata dia.

Atas pelaksanaan program tersebut, PLN UID Jakarta Raya meraih Predikat Platinum Alignment dengan nilai 95,75 sekaligus ditetapkan sebagai CEPI Champion Candidate dalam ajang Indonesia Green Awards 2026 yang diselenggarakan La Tofi School of Social Responsibility. Ini menjadi pengakuan atas program yang dinilai mampu mengintegrasikan aspek lingkungan, sosial, dan pemberdayaan masyarakat.

Curated For You

Editorial Team

Related Article