Pemadaman PLN di Kalteng Picu Amarah Peternak, Bangkai Ayam Dikirim

- Anggota Komisi IV DPR Bambang Purwanto mengkritik pemadaman bergilir sekitar tiga jam di Palangka Raya dan Pangkalan Bun yang dinilai merugikan usaha pertanian, peternakan, serta produksi.
- Aliansi warga dan pelaku perunggasan mengirim bangkai ayam membusuk ke kantor PLN Palangka Raya, setelah pemadaman mengganggu ventilasi kandang tertutup dan memicu kematian ayam massal.
- PLN menyebut gangguan berasal dari kerusakan generator PLTU Asam-Asam serta kebocoran boiler dan turbin dua pembangkit IPP; perbaikan dilakukan sambil menerapkan pengaturan beban terbatas.
Jakarta, IDN Times - Anggota Komisi IV DPR RI, Bambang Purwanto, mengkritik keras peristiwa pemadaman listrik di Kalimantan Tengah karena merugikan masyarakat, termasuk peternak di daerah.
Bambang menyinggung ketika Perusahahaan Listrik Negara (PLN) kerap menjatuhkan sanksi bagi pelanggan yang telat bayar listrik. Bahkan, diputus tanpa pemberitahuan guna menertibkan pelanggan yang tidak bayar.
Pernyataan ini disampaikan Bambang menyikapi peristiwa pemadaman listrik bergilir di Kalimantan Tengah yang viral di media sosial. Dalam video yang diunggah @akunCeritaOomBM, Aliansi Gerakan Palangka Raya Gelap dan Persatuan Insan Perunggasan Kalimantan Tengah, juga mengirimkan bangkai ayak yang sudah membusuk ke halaman kantor PLN UP3 Palangka Raya, Jalan Ahmad Yani.
"Ternyata sanksi yang tegas tidak serta merta diikuti oleh pelayanan terbaik," ujar Bambang kepada jurnnais, Senin (3/8/2026).
1. Anggota DPR heran listrik mati padahal batu bara dari Kalimantan

Bambang mengatakan, pemadaman listrik di Palangka Raya dan Pangkalan Bun terjadi bergiliran selama tiga jam, meskipun batu bara sebagai sumber listrik berasal dari Kalimantan.
Bambang menegaskan, pemadaman listrik seperti ini jelas membunuh para pengusaha kecil sampai besar baik bidang pertanian, peternakan sampai para usaha produksi yang telah bergantung dengan listrik.
"Kerugian ini mestinya PLN harus menanggung akibatnya karena pelanggan sudah tertib membayar," kata Legislator Demokrat itu.
2. Peternak ayam kirim bangkai ayam ke PLN viral di medsos

Sementara, dalam video yang diunggah pemilik akun TikTok @akunCeritaOomBM, Aliansi Gerakan Palangka Raya Gelap dan Persatuan Insan Perunggasan Kalimantan Tengah mengirimkan bangkai ayam ke kantor PLN.
Dalam video itu dijelaskan, sebagian besar peternakan ayam di wilayah itu memakai sistem kandang tertutup atau close house yang sangat bergantung pada listrik untuk kipas ventilasi, dan sirkulasi udara. Saat listrik padam, kata dia, suhu kandang melonjak cepat membuat ayam lemas dan mati massal.
“Harus pakai cara ekstrim begini supaya telinga dan empati manajemen PLN berfungsi. Kalau sudah dipancing pakai aroma busuk bangkai ayam, semoga bau busuk ribuan ayam di kantor kalian sukses menempel di ruang AC yang nyaman itu yang dibayar dari keringat rakyat yang kalian busukkan,” kata akun tersebut.
3. Pamadaman listrik karena PLTU rusak

General Manager PLN UID Kalselteng, Iwan Soelistijono, menjelaskan gangguan listrik bermula setelah generator di PLTU Asam-Asam mengalami kerusakan. Selain itu, dua unit pembangkit milik Independent Power Producer (IPP) mengalami kebocoran pada pipa boiler dan turbin, sehingga kemampuan memasok daya ke sistem menurun.
Akibatnya, PLN menerapkan pengaturan beban secara terbatas di sejumlah wilayah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah supaya menjaga keandalan sistem kelistrikan selama proses pemulihan berlangsung.
"PLN menyatakan seluruh personel telah diterjunkan untuk mempercepat perbaikan pembangkit yang mengalami gangguan," kata Iwan Soelistijono dalam keterangannya, Senin (3/8/2026).
"Perusahaan juga meminta masyarakat menghemat penggunaan listrik, terutama pada pukul 18.00 hingga 21.00 WIB, serta menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan selama pemadaman bergilir berlangsung," imbuh dia.


















