Jakarta, IDN Times - Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Iman Imanuddin mengungkapkan motif tiga pelaku mengeroyok penjual cermin, Bambang Setiawan dalam kerusuhan usai demo di depan Gedung DPR pada Kamis, 27 Agustus 2026. Menurutnya, ketiga pelaku kesal karena aksi demonstrasi melebar ke area Pejompongan, Jakarta Pusat.
Sementara di area itu pula, ketiga pelaku sehari-hari mengais rezeki. Lalu, situasi demo berubah menjadi kericuhan menjelang malam hari.
"Terkait motif yang ada pada para pelaku, yakni ketiganya merasa terganggu dengan peristiwa yang terjadi saat mereka bersama-sama melintas. Kebetulan, para pelaku ini mencari nafkah di sekitar area Tempat Kejadian Perkara (TKP). Ketika sedang terjadi kerusuhan, mereka ikut serta di dalam kerusuhan itu sendiri," ungkap Iman ketika memberikan keterangan pers di kantor Polda Metro Jaya, Sabtu (12/9/2026).
Ketika IDN Times tanyakan profil pekerjaan dari ketiga pelaku, Iman menjelaskan, para pelaku bekerja serabutan dan tak memiliki pekerjaan formal.
"Untuk profilnya sendiri bahwa ketiganya merupakan pekerja kasar dan serabutan yang melaksanakan atau mencari nafkah dengan mencari pekerjaan-pekerjaan yang dadakan," katanya.
Wajah ketiga pelaku tidak ditunjukkan oleh Polda Metro Jaya kepada awak media pada siang tadi. Mereka mengenakan seragam tahanan rutan Polda Metro Jaya dan penutup wajah balaclava berwarna hitam.
Sementara, di depan meja jumpa pers, pihak kepolisian memajang sejumlah barang bukti yang diperoleh dari hasil olah TKP, mulai dari beberapa bilah bambu, piring, gelas, hingga batu.
Bagaimana cara kepolisian bisa menemukan ketiga pelaku penganiayaan?
