Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Polisi Kembali Geledah Sekolah di Jaksel, Temukan Airsoft Gun-117 Peluru
Polda Metro Jaya sebut ratusan senjata angin yang merupakan milik PT Lokta ditemukan di sekolah swasta di Jakarta Selatan. (IDN Times/Irfan Fathurohman)
  • Polres Metro Jakarta Selatan dan Puslabfor kembali menggeledah tiga ruangan sekolah swasta di Pondok Pinang pada 10 Agustus 2026.
  • Penggeledahan menemukan airsoft gun, 117 peluru berbagai kaliber, 166 selongsong, magazine, tabung gas, serta spare part; penyidik masih mendata dan memeriksa barang.
  • Polda menyebut ratusan senjata angin terkait kerja sama olahraga menembak air rifle, tetapi legalitas, kepemilikan, penyimpanan, dan penggunaannya masih didalami.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Polisi memeriksa lagi tiga ruangan di sekolah di Pondok Pinang, Jakarta Selatan. Polisi menemukan satu airsoft gun, 117 peluru, dan barang lain. Sebelumnya ada banyak senjata angin di sana. Polisi bilang senjata angin itu untuk olahraga menembak. Sekarang polisi masih mengecek apakah barang-barang itu boleh dimiliki dan disimpan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Polres Metro Jakarta Selatan bersama Puslabfor Bareskrim Polri kembali menggeledah tiga ruangan di sekolah swasta di Pondok Pinang, Jakarta Selatan pada Senin (10/8/2026) pukul 14.00 WIB.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan, tiga ruangan yang digeledah yakni ruang kerja eks ketua pengurus, ruang kerja eks sekretaris, dan ruang sarana dan prasarana yayasan.

“Dari pengecekan tambahan tersebut ditemukan 1 buah airsoft gun, 117 butir peluru berbagai kaliber,” kata Budi dalam keterangan tertulisnya.

Adapun rincian peluru yang ditemukan yakni 21 butir kaliber 32 S&W, 19 butir kaliber 380 Auto, 34 butir kaliber 38 Special, 18 butir kaliber 22 WMR, dan 25 butir kaliber 9x19 mm Luger. Selain itu ditemukan 166 selongsong kaliber 22, 5 magazine kaliber 9 mm, 2 recoil spring, 2 botol green gas, 2 tabung gas CO2, 2 wadah peluru mimis, serta sejumlah spare part dan aksesoris.

“Untuk total keseluruhan barang masih dilakukan pendataan dan pencocokan oleh penyidik, selanjutnya dikoordinasikan dengan Wasendak Polda Metro Jaya untuk penitipan dan pemeriksaan lebih lanjut,” kata Budi.

Berdasarkan pemeriksaan saksi-saksi, Polda Metro Jaya menyebut ratusan senjata angin yang ditemukan di sekolah itu untuk olahraga menembak air rifle.

Senjata angin itu merupakan milik PT Lokta Karya Perbakin yang bekerjasama dengan pihak yayasan sekolah.

“Dari hasil pemeriksaan saksi-saksi, keberadaan senjata angin tersebut diawali dari adanya perjanjian kerja sama antara Yayasan Harapan Ibu dengan PT Lokta terkait kerja sama olahraga menembak air rifle,” kata Budi.

Meski demikian, penyidik masih melakukan pendalaman terhadap legalitas, kepemilikan, penyimpanan, serta penggunaan barang-barang tersebut.

Sebelumnya, tatusan airgun ditemukan di sekolah swasta di Pondok Pinang, Jakarta Selatan pada 10 Juli 2026. Temuan itu diungkapkan Staf Ahli Ketua Pembina Yayasan Sekolah, Untung Sangaji.

Saat itu, Untung mengaku ingin membuka sebuah ruangan untuk kebutuhan anak sekolah. Ruangan tersebut diklaim merupakan ruangan eks-Ketua Yayasan, Indra Wargadalem (IWD).

Saat berhasil dibuka paksa, Untung menemukan 995 airgun dan shotgun kaliber 12/70. Temuan itu kemudian dilaporkan ke Polres Jakarta Selatan pada 11 Juli 2026. Pada Rabu (5/8/3026), Untung dan pihak Yayasan didampingi kepolisian kembali membuka dua ruangan lainnya untuk kepentingan guru dan lain-lain.

"Setelah kami membuka dan menggeledah untuk dirapikan, ada laras senjata panjang kaliber 5,56. Kemudian ada senjata genggam kaliber 40 dan 9 mm. Ada magazine jenis Glock tiga, 30 amunisi. Kemudian ada Walther, ada juga yang 22, kemudian ada M4 punya magazine lengkap di situ, dan alat pembuat peluru yang sangat dilarang," kata Untung di Polres Jaksel, Kamis (6/8/2026).

Selain itu, Untung juga menemukan adanya narkoba dan 25 CD porno.

"Ini semua ditemukan di dalam ruangan Ketua Yayasan (IWD) yang sudah kami pecat," kata Untung.

Curated For You

Editorial Team

Related Article