Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Menteri PPPA Prihatin Temuan Ratusan Senjata di Sekolah

Menteri PPPA Prihatin Temuan Ratusan Senjata di Sekolah
Suasana Yayasan Sekolah dengan temuan senjata api dan CD porno di kawasan Jakarta Selatan, Kamis (7/8/2026). (IDN Times/Lia Hutasoit)
Intinya Sih
Timeline
5W1H
Gini Kak
Sisi Positif
  • Menteri PPPA Arifah Fauzi prihatin atas temuan senjata, narkotika, dan CD/VCD bermuatan pornografi di salah satu ruangan sekolah di Pondok Pinang.
  • Arifah meminta keselamatan, privasi, dan kondisi psikologis siswa dijaga agar proses belajar tetap nyaman.
  • Kemen PPPA akan berkoordinasi dengan kepolisian dan dinas terkait untuk memantau penanganan serta perlindungan anak.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi, prihatin atas temuan ratusan senjata, narkotika, serta 25 keping CD/VCD bermuatan pornografi di salah satu ruangan sekolah di Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Dia meminta keselamatan dan kondisi psikologis siswa tetap menjadi perhatian.

“Kami prihatin atas temuan ini. Kami ingin sekolah dapat memastikan anak-anak tetap merasa aman belajar dan tidak terdampak, baik secara langsung maupun psikologis atas kasus yang terjadi di sekolah mereka,” ujar dia, dikutip Senin (10/8/2026).

1. Anak diminta tak jadi korban

Suasana Yayasan Sekolah dengan temuan senjata api dan CD porno di kawasan Jakarta Selatan, Kamis (7/8/2026).
Suasana Yayasan Sekolah dengan temuan senjata api dan CD porno di kawasan Jakarta Selatan, Kamis (7/8/2026). (IDN Times/Lia Hutasoit)

Arifah meminta privasi siswa dijaga dan anak-anak tidak diberi stigma akibat kasus maupun pemberitaan yang berkembang. Dia menegaskan, persoalan tersebut bukan tanggung jawab peserta didik sehingga kondisi psikologis mereka perlu diperhatikan agar proses belajar tetap berlangsung nyaman.

“Anak tidak boleh menjadi korban dari persoalan yang bukan tanggung jawab mereka. Mari kita jaga privasi dan kondisi psikologis anak agar mereka masih bisa belajar dengan nyaman," kata Arifah.

2. Sekolah diminta periksa seluruh fasilitas

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (MenPPPA), Arifah Fauzi di Jakarta, Selasa (21/7/2026).
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (MenPPPA), Arifah Fauzi di Jakarta, Selasa (21/7/2026). (IDN Times/Lia Hutasoit)

Dia mendorong sekolah melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap ruangan dan fasilitas sekolah serta memperkuat pengawasan.

Langkah tersebut diperlukan untuk memastikan lingkungan pendidikan tetap aman dan mendukung tumbuh kembang anak. Arifah juga meminta semua pihak menghormati penyelidikan kepolisian.

“Kami menghormati proses penyelidikan yang sedang berjalan dan menyerahkan pendalaman kasus ini kepada kepolisian. Kami tidak akan mendahului proses hukum. Namun, kepentingan terbaik bagi anak tetap menjadi prioritas,” kata dia.

3. Kemen PPPA koordinasi dengan aparat

Menteri PPPA Arifah Fauzi dalam agenda Gerakan Nasional Ruang Aman dan Nyaman Anak (Gernas RANA) bersama Menko PMK Pratikno serta Mendikdasm
Menteri PPPA Arifah Fauzi dalam agenda Gerakan Nasional Ruang Aman dan Nyaman Anak (Gernas RANA) bersama Menko PMK Pratikno serta Mendikdasmen Abdul Mu'ti di Malang, Jawa Timur, Senin (14/7/2026). (IDN Times/Lia Hutasoit)

Arifah mengapresiasi yayasan yang melaporkan temuan tersebut kepada polisi serta respons kepolisian dalam menindaklanjutinya.

Kemen PPPA akan berkoordinasi dengan kepolisian, Dinas Pendidikan, dan Dinas PPPA DKI Jakarta untuk memantau penanganan dan memastikan perlindungan anak tetap diperhatikan.

“Kami mengapresiasi langkah pihak yayasan yang segera melaporkan temuan ini kepada kepolisian. Kami juga mengapresiasi respons kepolisian dalam menindaklanjuti laporan tersebut. Kami berharap proses penyelidikan berjalan transparan dan akuntabel hingga tuntas,” ucap dia.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More