Polisi: Senjata Angin di Sekolah Jaksel untuk Olahraga Menembak

- Polda Metro Jaya menyatakan ratusan senjata angin di sekolah swasta Jakarta Selatan terkait olahraga menembak air rifle melalui kerja sama Yayasan Harapan Ibu dan PT Lokta Karya Perbakin.
- Penyidik masih mendalami legalitas, kepemilikan, penyimpanan, dan penggunaan senjata tersebut, meski keterangan saksi mengaitkannya dengan perjanjian kerja sama olahraga menembak.
- Pengecekan di tiga ruangan menemukan airsoft gun, 117 butir peluru berbagai kaliber, 166 selongsong, magazine, tabung gas, serta aksesori; seluruh barang sedang didata dan diperiksa lebih lanjut.
Jakarta, IDN Times - Polda Metro Jaya mengatakan, ratusan senjata angin yang ditemukan di sekolah swasta Jakarta Selatan (Jaksel) untu olahraga menembak air rifle.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, mengatakan, senjata angin itu merupakan milik PT Lokta Karya Perbakin yang bekerjasama dengan pihak yayasan sekolah.
“Dari hasil pemeriksaan saksi-saksi, keberadaan senjata angin tersebut diawali dari adanya perjanjian kerja sama antara Yayasan Harapan Ibu dengan PT Lokta terkait kerja sama olahraga menembak air rifle,” kata Budi dalam keterangan tertulisnya, Selasa (11/8/2026).
Namun demikian, penyidik masih melakukan pendalaman terhadap legalitas, kepemilikan, penyimpanan, serta penggunaan barang-barang tersebut.
Terbaru, penyidik Polres Jakarta Selatan bersama Puslabfor Bareskrim Polri telah melakukan pengecekan tambahan pada Senin (10/8/2026) sekitar pukul 14.00 WIB di tiga ruangan, yaitu ruang kerja eks ketua pengurus, ruang kerja eks sekretaris, dan ruang sarana dan prasarana.
“Dari pengecekan tambahan tersebut ditemukan satu buah airsoft gun, 117 butir peluru berbagai kaliber,” kata Budi.
Adapun rincian peluru yang ditemukan adalah 21 butir kaliber 32 S&W, 19 butir kaliber 380 Auto, 34 butir kaliber 38 Special, 18 butir kaliber 22 WMR, dan 25 butir kaliber 9x19 mm Luger.
Selain itu, ditemukan 166 selongsong kaliber 22, 5 magazine kaliber 9 mm, 2 recoil spring, 2 botol green gas, 2 tabung gas CO2, 2 wadah peluru mimis, serta sejumlah spare part dan aksesoris.
“Untuk total keseluruhan barang masih dilakukan pendataan dan pencocokan oleh penyidik, selanjutnya dikoordinasikan dengan Wasendak Polda Metro Jaya untuk penitipan dan pemeriksaan lebih lanjut,” kata Budi.
Ratusan airgun ditemukan di Sekolah Islam Harapan Ibu, Pondok Pinang, Jakarta Selatan pada 10 Juli 2026. Temuan itu diungkapkan Staf Ahli Ketua Pembina Yayasan Sekolah Islam Harapan Ibu, Untung Sangaji.
Saat itu, Untung mengaku ingin membuka sebuah ruangan untuk kebutuhan anak sekolah. Ruangan tersebut diklaim merupakan ruangan eks-Ketua Yayasan, Indra Wargadalem (IWD).
Saat berhasil dibuka paksa, Untung menemukan 995 airgun dan shotgun kaliber 12/70. Temuan itu kemudian dilaporkan ke Polres Jakarta Selatan pada 11 Juli 2026. Pada Rabu (5/8/3026), Untung dan pihak yayasan didampingi kepolisian kembali membuka dua ruangan lainnya untuk kepentingan guru dan lain-lain.
"Setelah kami membuka dan menggeledah untuk dirapikan, ada laras senjata panjang kaliber 5,56. Kemudian ada senjata genggam kaliber 40 dan 9 mm. Ada magazine jenis Glock tiga, 30 amunisi. Kemudian ada Walther, ada juga yang 22, kemudian ada M4 punya magazine lengkap di situ, dan alat pembuat peluru yang sangat dilarang," kata Untung di Polres Jaksel, Kamis (6/8/2026).
Selain itu, Untung juga menemukan adanya narkoba dan 25 CD porno.
"Ini semua ditemukan di dalam ruangan Ketua Yayasan (IWD) yang sudah kami pecat," kata Untung.



















