Ada Temuan 995 Senjata di Sekolah, Mendikdasmen: Kami Cari Jalan Keluarnya

- Abdul Mu'ti menyatakan sedang mencari jalan keluar atas temuan 995 senjata dan barang terlarang di sekolah swasta Jakarta Selatan.
- Temuan tersebut kini menjadi kewenangan otoritas keamanan untuk memberikan penjelasan lebih lanjut.
- Pihak yayasan melaporkan temuan dari ruangan eks Ketua Yayasan IWD ke Polres Metro Jakarta Selatan.
Jakarta, IDN Times - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti menyatakan sedang mencari jalan keluar mengenai adanya temuan 995 senjata, termasuk senjata api, narkoba hingga VCD porno di sekolah swasta di Jakarta Selatan. Ia mengatakan telah berkomunikasi dengan pihak sekolah dan yayasan.
Kendati demikian, Mu'ti menyampaikan temuan itu saat ini telah menjadi kewenangan otoritas keamanan untuk menjelaskan lebih detail.
"Kami sudah komunikasi, kami sudah komunikasi dengan pihak-pihak terkait dan sedang dicari jalan keluarnya," kata Abdul Mu'ti di Gedung DPR RI, Jakarta, Senin (10/8/2026).
1. Pengawasan sekolah kewenangan pemda

Mendikdasmen Abdul Mu'ti di Sarasehan Pendidikan di Muhammadiyah Sapen Universal School (MSUS) di Daerah Istimewa Yogyakarta, Minggu (5/7/2026). (Dok. Humas Kemendikdasmen) Mu'ti menyatakan, Kemendikdasmen terus berkomitmen untuk menjadikan sekolah sebagai rumah kedua bagi anak-anak sehingga suasana belajar dan mengajar terlaksana dengan aman dan nyaman.
Meski begitu, pengawasan sekolah merupakan kewenangan pemerintah daerah (pemda) sesuai kewenangannya.
"Kalau sekolah, kan pengawasannya oleh pemerintah daerah sesuai dengan kewenangannya," kata pimpinan Muhammadiyah itu.
2. Pramono kecam temuan 955 airgun di sekolah

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung di Balai kota, Selasa(4/8/2026). (IDN Times/Dini Suciatiningrum) Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengecam keras temuan ratusan senjata jenis airgun dan dugaan barang terlarang di sebuah sekolah di Pondok Pinang, Jakarta Selatan.
Pramono menegaskan, temuan tersebut sama sekali tidak dapat ditoleransi karena terjadi di lingkungan pendidikan.
"Temuan di sekolah swasta di Kebayoran Lama itu sangat mengejutkan. Senjatanya jumlahnya kurang lebih 995, kemudian ada narkoba, dan juga ada hal-hal lain. Pertanyaannya apakah itu boleh? Jawabannya singkat saja, sangat tidak boleh," kata Pramono di Balai Kota Jakarta, Jumat (7/8/2026).
Menurut Pramono, yayasan telah memberikan contoh yang tidak baik. Meski pihak yang diduga bertanggung jawab telah diberhentikan dari yayasan, proses hukum tetap harus berjalan.
"Karena sudah ditangani aparat penegak hukum dan bukti-bukti yang ada sudah dibawa ke Polda Metro Jaya, maka Pemerintah DKI memberikan dukungan sepenuhnya agar diambil tindakan yang setegas-tegasnya. Apa pun yang terjadi di dunia pendidikan seperti ini tidak boleh terjadi," ujarnya.
3. Geger! sebanyak 995 airgun ditemukan di sekolah

Suasana Yayasan Sekolah dengan temuan senjata api dan CD porno di kawasan Jakarta Selatan, Kamis (7/8/2026). (IDN Times/Lia Hutasoit) Sebanyak 995 pucuk senjata airgun, narkoba, hingga CD porno ditemukan di ruangan sekolah swasta di Jakarta Selatan (Jaksel). Pengacara pelapor, Hermawanto, mengatakan ratusan senjata itu ditemukan di ruangan eks Kepala Yayasan berinisial IWD.
"Jadi pada tanggal 10 dan 11 bulan Juli, hampir satu bulan yang lalu, kami menemukan ada 995 pucuk senjata. Di dalamnya ada senjata api, termasuk amunisi dan beberapa aksesori senjata yang lain. Kemudian, tadi malam, hari Rabu, kami menemukan kembali beberapa senjata, termasuk juga menemukan narkoba dan juga menemukan CD porno," kata Hermawanto di Polres Jaksel, Kamis (6/8/2026).
Staf Ahli Ketua Pembina Yayasan Sekolah Islam Harapan Ibu, Untung Sangaji, mengatakan temuan itu bermula saat pihak yayasan hendak membuka sebuah ruangan yang sebelumnya digunakan mantan Ketua Yayasan, IWD, untuk dijadikan ruang kegiatan siswa.
Setelah ruangan berhasil dibuka paksa, pihak yayasan menemukan ratusan airgun dan shotgun. Temuan tersebut kemudian dilaporkan ke Polres Metro Jakarta Selatan pada 11 Juli 2026.






















