Jakarta, IDN Times - Puluhan Polisi Militer perempuan jadi kelompok yang paling depan mengawal Kirab Bendera Pusaka dan Teks Proklamasi yang dibawa dari Monas menuju Istana Merdeka, Senin (17/8/2026) pagi.
Mereka tampak menaiki motor gede (moge) berwarna biru dan putih, yang biasa dipakai Polisi Militer saat bertugas. Dengan kacamata hitam, disertai helm, mereka secara perlahan maju memimpin arak-arakan.
Sementara di bagian belakang tampak diikuti oleh pasukan berkuda, marching band, kelompok yang mewakili masyarakat adat di berbagai daerah, hingga dua orang Paskibraka yang membawa bendera. Paskibraka tersebut tampak menaiki delman dan dikawal oleh dua personel di bagian belakang.
Warga yang hadir di lokasi tampak antusias menyambut kirab. Banyak dari mereka yang mengabadikan momen setahun sekali ini dengan kamera gawai miliknya. Adapun masyarakat yang hadir disediakan tempat khusus di atas trotoar untuk menyaksikan iring-iringan. Sementara, di sisi jalan dipasang pagar besi seukuran dada orang dewasa, agar warga yang menonton tertib dan tidak menutupi jalannya kirab.
Tersedia pula sebuah layar video berukuran besar yang menampilkan tayangan siaran langsung prosesi upacara dari dalam Istana. Pihak penyelenggara juga menghias area sekitar dengan ornamen HUT RI serba merah-putih.
Warga lainnya memanfaatkan momen ini dengan berjualan. Mulai dari makanan, minuman, hingga bendera merah putih.
Arak-arakan bendera sendiri dimulai dari Cawan Monumen Nasional (Monas) menggunakan kereta kencana, melintasi Patung Kuda, dan berakhir di halaman Istana Merdeka dengan pengawalan ketat pasukan berkuda. Rute Perjalanannya dimulai dari Cawan Monas, melewati kawasan Patung Kuda, lalu menyusuri Jalan Medan Merdeka Utara menuju Istana Merdeka.
