Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Fakta-Fakta Serangan Israel ke Markas Hizbullah di Lebanon Selatan

Fakta-Fakta Serangan Israel ke Markas Hizbullah di Lebanon Selatan
ilustrasi serangan udara (pexels.com/Tolga Ahmetler)
  • IDF menyerang pusat komando Hizbullah di Ansar, Lebanon selatan, dan menyatakan komandan pasukan Radwan Ali Samir Al-Haj Hassan tewas bersama keluarganya.
  • Serangan di Ansar juga menewaskan warga sipil Lebanon dalam jumlah tak dirinci. IDF menyebut mereka bukan sasaran dan menyalahkan Hizbullah karena menggunakan lokasi tersebut.
  • Serangan Israel disebut membalas drone Hizbullah yang melukai tiga tentaranya. Serangan terbaru di Lebanon selatan menewaskan 11 orang, lalu dikecam pemerintah Lebanon sebagai pelanggaran gencatan senjata.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Pasukan Pertahanan Israel (IDF) dikabarkan telah menyerang pusat komando pasukan Hizbullah yang ada di wilayah Ansar, Lebanon selatan, pada Jumat (14/8/2026) malam waktu setempat. Serangan ini dilakukan sebagai balasan terhadap Hizbullah yang sebelumnya sudah menyerang IDF.

IDF menjelaskan, pihaknya berhasil menewaskan sejumlah anggota Hizbullah dalam serangan di Ansar. Salah satunya adalah seorang komandan sayap militer Hizbullah, pasukan Radwan, bernama Ali Samir Al-Haj Hassan. Ia tewas bersama keluarganya karena terkena serangan IDF saat sedang berada di dalam pusat komando Hizbullah.

  1. 1. Serangan Israel juga menewaskan warga sipil Lebanon

    Korban tewas.
    ilustrasi korban tewas (pexels.com/Mario Wallner)

    IDF menambahkan, serangan terhadap Hizbullah di Ansar juga menewaskan sejumlah warga sipil Lebanon yang tinggal di sana. Mereka tewas karena tidak sengaja terkena ledakan rudal yang dipakai untuk menggempur Hizbullah. Namun, IDF tidak merinci berapa jumlah warga sipil Lebanon yang tewas dalam serangan tersebut. 

    Meski demikian, IDF menegaskan bahwa mereka sama sekali tidak berniat menyerang warga sipil Lebanon di Ansar. Sebab, IDF mengaku mereka tidak mengetahui bahwa ada sejumlah warga sipil di dalam pusat komando Hizbullah yang ada di Ansar. Oleh karena itu, IDF menyalahkan Hizbullah atas tewasnya warga sipil Lebanon dalam serangan di wilayah tersebut.  

    “Perlu ditekankan bahwa anggota keluarga bukanlah target serangan. Serangan itu secara khusus ditujukan kepada Hassan yang merupakan target sah menurut hukum internasional. Teroris itu menggunakan keluarganya sebagai perisai manusia, bersembunyi bersama mereka di dalam markas militer,” bunyi resmi pernyataan IDF, seperti dilansir Jerusalem Post

  2. 2. Hizbullah sebelumnya melakukan serangan hingga melukai tiga tentara IDF

    Sebuah bangunan di Kota Beirut, Lebanon, hancur akibat serangan Israel.
    Sebuah bangunan di Kota Beirut, Lebanon, hancur akibat serangan Israel. (pexels.com/Jo Kassis)

    Sebelumnya, pasukan Hizbullah melakukan serangan ke tentara IDF yang bertugas di dekat wilayah Ali al-Taher Ridge menggunakan sejumlah drone. Wilayah itu termasuk zona keamanan yang kini dikuasai oleh Israel. 

    Imbas serangan tersebut, tiga tentara IDF dilaporkan mengalami luka yang cukup serius. Saat ini, mereka sedang menjalani perawatan intensif di rumah sakit terdekat. IDF juga sudah memberi tahu keluarga pasukan mereka untuk menghindari kepanikan. 

    “Pagi ini, Hizbullah melanggar gencatan senjata di Lebanon dengan menyerang tentara kami di zona keamanan yang melindungi komunitas Israel tepat di seberang perbatasan. Serangan Hizbullah tersebut melukai tiga tentara kami secara serius. IDF menanggapi dengan menyerang markas besar Hizbullah yang memerintahkan serangan tersebut,” demikian bunyi pernyataan resmi Kantor Perdana Menteri Israel.

  3. 3. Israel melakukan serangan terbaru di Lebanon selatan

    Ledakan terjadi di tengah kota.
    ilustrasi serangan (unsplash.com/Mohammed Ibrahim)

    Pada Sabtu (16/8/2026) pagi waktu setempat, IDF dikabarkan melakukan serangan terbaru di Lebanon selatan. Menurut Kementerian Kesehatan Lebanon, serangan itu menewaskan 11 orang, termasuk 3 anak dan 2 perempuan. 

    Serangan ini lantas dikecam keras oleh Presiden Lebanon Joseph Aoun dan Perdana Menteri Lebanon Nawaf Salam. Keduanya menyebut serangan itu sebagai bentuk pelanggaran Israel terhadap kesepakatan gencatan senjata dengan Lebanon yang sudah dicapai pada 27 Juni lalu. 

    “Israel harus menghentikan eskalasi ini. Sebab, keamanan rakyat kami dan hak mereka untuk hidup di tanah mereka bukanlah hal yang dapat dinegosiasikan atau ditawar-tawar,” kata Salam.  

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More