Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Polisi Temukan 74 Kilo Emas Batangan dan Dolar Saat Geledah Rumah di Sentul
Polisi temukan ratusan kilo emas batangan dan uang tunai saat menggeledah sebuah rumah di Sentul, Bogor, Jawa Barat (Dok. Polri)
  • Polisi menggeledah rumah di Sentul, Bogor, terkait kasus korupsi, TPPU, dan suap batu bara hingga Asabri, menemukan koper berisi emas batangan serta uang dolar Amerika dan Singapura.
  • Total ada 12 lokasi penggeledahan termasuk kantor perusahaan dan rumah pribadi di Jakarta serta Bogor, dilakukan oleh tim gabungan Kortastipidkor Polri dan Polda Metro Jaya.
  • Di kafe de’Clan Cipete, polisi menemukan brankas besar berisi uang tunai asing dan rupiah senilai sekitar Rp60 miliar serta menyita tambahan Rp7,2 miliar dari money changer terdekat.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Polisi datang ke rumah di Sentul dan menemukan banyak koper berisi uang dolar dan emas batangan yang disembunyikan di balik tembok. Polisi bilang ini karena ada kasus orang yang korupsi dan cuci uang. Mereka juga cari barang di tempat lain seperti kafe dan kantor. Sekarang polisi masih periksa semuanya dan tanya orang-orang yang kerja di sana.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortastipidkor Polri) bersama Polda Metro Jaya menggeledah sebuah rumah di Sentul, Bogor, Jawa Barat pada hari ini, Rabu (8/7/2026). Penggeledahan ini terkait kasus korupsi, tindak pidana pencucian uang (TPPU) dan suap kasus batu bara hingga Asabri.

Dari foto dan video yang diterima IDN Times, awalnya penyidik menemukan brankas yang disembunyikan di balik tembok dengan dilapisi kompartemen atau dinding berpanel kayu. 

Penyidik kemudian menemukan sejumlah koper berisi uang dolar Amerika dan dolar Singapura. Selain itu, terdapat koper berisi emas batangan 74 kilogram.

“Ditemukan 74 kg emas dan uang dolar Amerika dan singapura. Jika ditotal (emas dan dolar) perkiraan ratusan miliar," kata Kabid Humas Polda Metro, Kombes Pol Budi Hermanto. “Ini bagian dari giat penggeledahan yang dilakukan tim gabungan,“ lanjutnya.

Ia menjelaskan, sejauh ini total 12 lokasi yang digeledah:

1. PT CBS, Cengkareng Timur, Jakarta Barat (proses)

2. PT CBS (Kantor Pusat), Penjaringan, Jakarta Utara (proses)

3. PT KNI, Petojo Selatan, Jakarta Pusat (proses)

4. Rumah saudara MN, Serpong Utara, Tangerang Selatan (proses)

5. Kafe de’Clan Signature, Cipete, Jakarta Selatan (selesai)

6. Koin Money Changer, Cipete Selatan, Jakarta Selatan (selesai)

7. Rumah saudara TK, Mega Kuningan, Jakarta Selatan (proses)

8. Kantor/Grup DMG/CP, Kuningan, Jakarta Selatan (proses)

9. PT PML, Karet Kuningan, Jakarta Selatan (proses)

10. Rumah saudara DR, Gandaria Selatan, Jakarta Selatan (proses)

11. ⁠Rumah saudari MILDK, Apartement Pacific Place (proses)

12. Rumah di Sentul, Kabupaten Bogor (proses)

Dalam penggeledahan di kafe de’Clan, polisi menemukan adanya brankas berukuran 2 x 1,5 meter di balik etalase lantai dua.

Dalam brankas itu, polisi menemukan uang tunai asing dan rupiah dengan total Rp60 miliar. Uang tersebut terdiri dari 3.130.000 dolar Singapura berupa pecahan 100 SGD, 889.965 dolar Amerika dan Rp259.159.000.

Budi mengatakan, lantai dua kafe digunakan sebagai kantor. “Dua ruangan yang di atas yang dilakukan tempat penggeledahan sebagai kantor termasuk tempat penyimpanan uang yang tadi buka brankas, ternyata brankas itu dibuka dengan luas lebih kurang 2 x 1,5 meter. Ini sekamar lah yang untuk penyimpanan dokumen dan uang-uang tadi,” kata Budi di de’Clan.

Selain Rp60 miliar yang ditemukan di de’Clan, polisi juga menyita 16 mata uang asing dari Koin Money Changer yang bersebelahan dengan de’Clan dengan total sekitar Rp7,2 miliar.

Pantauan IDN Times di lokasi, penyidik membawa tiga koper dari de’Clan. Selain itu, terdapat alat penghitung uang yang dibawa. Selain uang, polisi juga membawa tiga orang saksi yang merupakan pegawai kafe untuk dimintai keterangan. “Ada tiga pegawai yang ada di lokasi,” ujarnya.

Editorial Team

Related Article