Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Polri: Rekrutmen Akpol 2026 Tanpa Jalur Khusus, Waspada Penipuan!
Kadiv Humas Polri, Irjen Pol Johnny Eddizon Isir (IDN Times/Irfan Fathurohman)
  • Polri menegaskan rekrutmen Akpol 2026 hanya melalui jalur reguler tanpa kuota khusus, dengan prinsip Bersih, Transparan, Akuntabel, dan Humanis (BETAH).
  • Dari 7.988 pendaftar online, sebanyak 5.432 peserta telah terverifikasi untuk mengikuti tahap seleksi berikutnya; masyarakat diminta waspada terhadap penipuan atau percaloan.
  • Rekrutmen Akpol disebut sebagai investasi jangka panjang Polri untuk mencetak calon pimpinan masa depan serta memperkuat pendidikan berkarakter humanis dan bebas kekerasan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
1998

Sejak reformasi 1998, Polri mulai mengedepankan kultur polisi sipil yang menjunjung tinggi hak asasi manusia dan pendekatan pelayanan humanis.

7 April 2026

Kadiv Humas Polri Johnny Eddizon Isir menyampaikan bahwa rekrutmen taruna dan taruni Akpol Tahun Anggaran 2026 akan dilaksanakan tanpa jalur khusus dan menegaskan prinsip BETAH.

Tahun 2026

Polri mencatat 7.988 pendaftar calon Taruna-Taruni Akpol secara online, dengan 5.432 peserta telah terverifikasi untuk mengikuti tahap pemeriksaan administrasi.

2045

Polri menargetkan rekrutmen Akpol sebagai bagian dari upaya membangun sumber daya manusia unggul menuju Indonesia Emas 2045.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Polri menegaskan bahwa rekrutmen Taruna dan Taruni Akademi Kepolisian (Akpol) Tahun Anggaran 2026 hanya dilakukan melalui jalur reguler tanpa adanya kuota khusus, serta mengingatkan masyarakat agar waspada terhadap penipuan.
  • Who?
    Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Pol Johnny Eddizon Isir, menyampaikan penegasan tersebut mewakili institusi Polri dan memberikan imbauan langsung kepada para calon peserta serta masyarakat umum.
  • Where?
    Pernyataan resmi disampaikan di Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia (Mabes Polri), Jakarta.
  • When?
    Pemaparan dilakukan pada Selasa, 7 April 2026, bersamaan dengan pembaruan data pendaftar yang telah memasuki tahap pemeriksaan administrasi.
  • Why?
    Kebijakan ini diterapkan untuk menjamin proses seleksi yang bersih, transparan, akuntabel, dan humanis sesuai prinsip BETAH serta mencegah praktik percaloan atau penipuan dalam rekrutmen Akpol.
  • How?
    Proses rekrutmen dilakukan secara daring dan bertahap; dari 7.988 pendaftar, sebanyak 5.432 peserta telah terverifikasi. Masyarakat diminta melapor ke Propam atau hotline resmi jika menemukan indikasi penipuan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Polisi bilang nanti masuk sekolah polisi tahun 2026 cuma lewat satu jalan biasa, gak ada jalan khusus. Banyak orang daftar, tapi baru sebagian yang boleh lanjut tes. Polisi juga bilang jangan percaya orang yang janji bisa bantu lulus kalau bayar uang. Sekarang mereka lagi periksa berkas peserta dan jaga supaya semua jujur dan baik.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Penegasan Polri bahwa rekrutmen Akpol 2026 akan berlangsung tanpa jalur khusus menunjukkan komitmen kuat terhadap prinsip bersih, transparan, akuntabel, dan humanis. Dengan ribuan peserta yang telah terverifikasi serta mekanisme pengaduan terbuka bagi masyarakat, proses ini mencerminkan langkah nyata menuju sistem seleksi yang adil dan berintegritas tinggi dalam membentuk calon pemimpin kepolisian masa depan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Polri menegaskan bahwa pelaksanaan rekrutmen taruna dan taruni Akademi Kepolisian atau Akpol Tahun Anggaran 2026 mengedepankan prinsip Bersih, Transparan, Akuntabel, dan Humanis (BETAH).

Hal tersebut disampaikan Kepala Divisi Humas Polri, Johnny Eddizon Isir di Mabes Polri, Selasa (7/4/2026).

“Rekrutmen terpadu Polri tetap mengedepankan prinsip bersih, transparan, akuntabel, dan humanis. Artinya seluruh proses dilakukan secara objektif, terbuka, dapat dipertanggungjawabkan, serta menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan,” ujar Johnny.

1. Rekrutmen tanpa adanya kuota khusus

Kadiv Humas Polri Irjen Johnny Eddizon Isir (IDN Times/Irfan Fathurohman)

Ia menegaskan, penerimaan Taruna dan Taruni Akademi Kepolisian (Akpol) Tahun Anggaran 2026 hanya melalui satu jalur, yakni jalur reguler tanpa adanya kuota khusus.

“Rekrutmen Akpol hanya melalui jalur reguler. Tidak ada kuota khusus. Kami mengimbau kepada seluruh peserta dan keluarga agar tidak mempercayai pihak-pihak yang menjanjikan kelulusan dengan imbalan tertentu,” ujarnya.

2. 5.432 peserta telah terverifikasi

Kadiv Humas Polri, Irjen Pol Johnny Eddizon Isir (IDN Times/Irfan Fathurohman)

Berdasarkan data, jumlah pendaftar calon Taruna-Taruni Akpol Tahun 2026 mencapai 7.988 orang secara online. Dari jumlah tersebut, sebanyak 5.432 peserta telah terverifikasi dan berhak mengikuti tahapan seleksi berikutnya yang saat ini memasuki tahap pemeriksaan administrasi.

Kadiv Humas juga mengingatkan masyarakat agar segera melaporkan jika menemukan praktik penipuan atau percaloan dalam proses rekrutmen. Laporan dapat disampaikan melalui layanan pengaduan Divisi Propam Polri, hotline rekrutmen di nomor 0821-1685-877, maupun melalui Bareskrim Polri dan kepolisian setempat.

“Apabila ada pihak yang menjanjikan kelulusan dengan meminta sejumlah bayaran, jangan ditanggapi. Jika sudah terjadi, segera laporkan. Jika melibatkan anggota Polri, akan diproses oleh Propam. Jika melibatkan masyarakat sipil, akan dilakukan penegakan hukum sesuai aturan,” jelasnya.

3. Rekrutmen Akpol merupakan investasi jangka panjang Polri

Kadiv Humas Polri, Irjen Pol Johnny Eddizon Isir (IDN Times/Irfan Fathurohman)

Johnny menyampaikan, rekrutmen Taruna-Taruni Akpol merupakan investasi jangka panjang Polri dalam mencetak calon pimpinan masa depan, dengan proyeksi 25 hingga 30 tahun ke depan.

Selain itu, Polri juga terus melakukan evaluasi terhadap kurikulum pendidikan di lembaga pendidikan kepolisian, termasuk Akpol. Evaluasi tersebut bertujuan untuk memperkuat nilai-nilai kepribadian serta menghilangkan praktik kekerasan, khususnya dalam relasi senior dan junior.

“Sejak reformasi 1998, Polri telah mengedepankan kultur polisi sipil yang menjunjung tinggi hak asasi manusia, kemampuan komunikasi, serta pendekatan pelayanan yang humanis,” ungkapnya.

Ia pun mengajak seluruh masyarakat untuk turut mendukung proses rekrutmen terpadu Polri sebagai bagian dari upaya membangun sumber daya manusia unggul menuju Indonesia Emas 2045.

Editorial Team