Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Prabowo: Ada Negara Super Power Undang, Berani Saya Gak Datang?
Presiden RI Prabowo Subianto menyampaikan sambutan saat membuka Munas HIPMI 2026. (IDN Times/Tama Yudha Wiguna).).
  • Prabowo menegaskan tidak masalah dikritik karena sering kunjungan luar negeri, sebab undangan datang dari negara super power seperti Amerika Serikat, Rusia, China, dan India.
  • Ia menyebut dinamika geopolitik global kini sangat kompleks sehingga penting menjaga hubungan baik dengan semua pihak tanpa memihak blok tertentu.
  • Sebagai Presiden, Prabowo menegaskan komitmen melanjutkan politik luar negeri bebas aktif dan non-blok sesuai warisan pendiri bangsa Indonesia.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Prabowo cerita kalau dia sering pergi ke luar negeri karena dia diundang sama presiden dari negara besar, kayak Amerika, Rusia, China, dan India. Katanya dia gak bisa nolak undangan itu. Ada orang yang kritik dia, tapi Prabowo bilang itu gak apa-apa. Sekarang dia mau Indonesia tetap temenan sama semua negara.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Presiden Prabowo Subianto mengaku tak masalah mendapat kritik karena sering kunjungan ke luar negeri. Prabowo menceritakan ia menerima undangan dari negara super power, seperti Amerika Serikat, China, dan Rusia, yang sulit ditolak kedatangannya.

"Sekarang kalau ada negara super power, katakanlah Presiden Trump mengundang saya ke Amerika, berani saya gak datang? Hah? Kalau Presiden Amerika Serikat ngundang Presiden Indonesia dan Presiden Indonesia gak hadir, nah, coba aja. Jadi saudara, sudah Presiden Amerika undang, Presiden Rusia undang juga," ujar Prabowo dalam pidatonya di pembukaan Munas Hipmi yang disiarkan di kanal YouTube Sekretariat Presiden, Rabu (10/9/2026).

"Gue harus nengok ke Washington, gue harus nengok ke Moskow, gak bisa (gak hadir). Habis itu diundang lagi oleh Presiden Xi Jinping. Ya gue hadir juga ke Beijing. Diundang lagi oleh India, India 1,4 miliar orang. Pasarnya besar, teknologinya hebat," sambungnya.

Prabowo pun menganggap aneh kritikan tersebut. Sebab, kondisi geopolitik sangat dinamis.

"Aneh, sebenernya tidak ada masalah gitu, bener gak? Situasi mungkin berubah, sekarang dinamikanya geopolitik begitu kacau. Kita tidak tahu kawan siapa, lawan siapa. Kita beruntung, saya beruntung, " ujar dia.

"Presiden Indonesia menerima warisan dari pendiri-pendiri bangsa kita. Bahwa politik luar negeri Indonesia adalah politik non aligned, politik non-blok kita bersahabat sama semua negara, kita bersahabat sama semua kekuatan, kita tidak mau terlibat dengan pakta-pakta militer siapapun," sambungnya.

Dalam kesempatan itu, Prabowo menegaskan, Indonesia menganut politik non-blok. Sehingga, tidak berpihak ke negara manapun.

"Karena itu, begitu saya menerima mandat sebagai Presiden, saya langsung, saya langsung gariskan politik luar negeri kita meneruskan politik non-aligned, politik non-blok, politik bebas aktif, seribu kawan terlalu sedikit, satu lawan terlalu banyak. Ini adalah garis yang saya tempuh," imbuhnya.

Editorial Team

Related Article