Kala Bahlil Minta Izin Sapa Presiden Prabowo dengan Panggilan Kakanda

- Bahlil Lahadalia mengusulkan agar Presiden Prabowo Subianto disapa 'Kakanda' saat Munas HIPMI, mengikuti tradisi sapaan akrab di organisasi tersebut.
- Dalam sambutannya, Bahlil lebih dulu menyapa Ketua MPR Ahmad Muzani dengan sebutan 'Kanda' sebagai bentuk penghormatan dan keakraban khas HIPMI.
- Usulan sapaan 'Kakanda' untuk Presiden Prabowo mendapat respons positif dari peserta Munas HIPMI dan disampaikan Bahlil dalam suasana pidato resmi.
Jakarta, IDN Times - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengusulkan agar Presiden Prabowo Subianto disapa dengan sebutan "Kakanda" dalam acara Musyawarah Nasional (Munas) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI).
Dalam sambutannya, Bahlil lebih dahulu menyapa Ketua MPR RI Ahmad Muzani dengan sebutan "Kanda" sebagai bentuk sapaan yang lazim digunakan di HIPMI dan sejumlah organisasi kepemudaan.
"Ketua MPR RI abang saya, Bapak Ahmad Muzani. Mungkin biar lebih akrab, kita panggil Kanda Ahmad Muzani," kata Bahlil dalam sambutannya, dikutip dari YouTube Sekretariat Presiden, Rabu (10/6/2026).
Bahlil kemudian menyampaikan aspirasi yang berkembang di lingkungan HIPMI terkait penggunaan sapaan tersebut. Menurut dia, kader HIPMI juga ingin memanggil Prabowo dengan sebutan "Kakanda" tanpa mengurangi rasa hormat kepada kepala negara.
"Tadi kita ada aspirasi, Pak. Katanya di HIPMI ini kan nama Kanda-Dinda itu sebenarnya di HIPMI, Pak, sama organisasi Cipayung yang lain. Kalau Bapak berkenan, izinkan seizin Bapak dengan tidak mengurangi rasa hormat, kami juga ingin memanggil Kakanda Bapak Presiden Prabowo Subianto," tutur Bahlil.
Ketua Dewan Kehormatan HIPMI itu juga mengatakan, penggunaan sapaan itu diharapkan dapat menciptakan kedekatan antara anggota HIPMI dengan Presiden Prabowo.
Usulan tersebut langsung mendapat respons positif dari peserta yang hadir dalam acara tersebut. Bahlil pun menegaskan penyampaiannya itu dilakukan dalam suasana pidato resmi.
"Setuju nggak? Biar lebih dekat, Pak, supaya olahannya cepat masuk. Serius, serius, serius. Ini lagi pidato ini," kelakar Bahlil.

















