Prabowo Bakal Luncurkan Portal Perlinsos Digital 10 November 2026

Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan meluncurkan portal Perlinsos Digital pada 10 November 2026 untuk memperkuat penyaluran bansos berbasis data dan kajian.
Pemerintah menargetkan bantuan lebih tepat sasaran melalui transfer tunai kepada penerima yang memenuhi kriteria, menggantikan subsidi produk.
Uji coba nasional mencatat 11,5 juta KK terdaftar dan 775 ribu agen; studi Bali menunjukkan exclusion error turun 24,1 persen serta inclusion error menurun.
Jakarta, IDN Times - Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan meluncurkan portal Perlindungan Sosial (Perlinsos) Digital pada 10 November 2026. Platform ini disiapkan untuk meningkatkan ketepatan penyaluran bantuan sosial (bansos) melalui pemanfaatan data dalam proses pengambilan keputusan pemerintah.
Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, pengembangan Perlinsos Digital menjadi salah satu rekomendasi yang telah disampaikan kepada Presiden. Menurut dia, penggunaan data dan kajian menjadi landasan penting dalam merumuskan kebijakan perlindungan sosial.
“Jadi dengan data-data yang lengkap ini proses pengambilan keputusan kita harapkan basisnya data dan studi. Tadi ada kita laporkan mengenai perlinsos yang akan di roll out atau di-launching oleh Presiden pada tanggal 10 November,” ujar Luhut di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (20/10/2026).
1. Perlinsos diharapkan tepat sasaran

Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Luhut Binsar Pandjaitan (IDN Times/Ilman Nafi'an) Luhut menjelaskan, digitalisasi perlindungan sosial diharapkan memberikan bantuan kepada masyarakat yang benar-benar memenuhi kriteria penerima. Pemerintah juga merencanakan perubahan mekanisme dukungan sosial dengan mengarahkan penyaluran bantuan dalam bentuk transfer tunai, bukan lagi melalui subsidi terhadap produk.
“Karena perlinsos ini akan memberikan keadilan kepada rakyat Indonesia yang berhak atau yang berhak untuk mendapat bantuan sosial dari pemerintah yang nanti akan diberikan dalam bentuk cash transfer. Jadi pemerintah pada ujungnya tidak memberikan subsidi kepada produk lagi,” ucap dia.
2. Perlinsos digital sudah diuji coba

Anggota Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Firman Hidayat (IDN Times/Ilman Nafi'an) Sementara itu, anggota DEN, Firman Hidayat menyampaikan perkembangan uji coba Perlinsos Digital yang kini telah menjangkau seluruh kabupaten dan kota di Indonesia. Menurut dia, perluasan cakupan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah membangun sistem pendaftaran bantuan sosial berbasis digital.
Firman mengatakan, hingga saat laporan disampaikan, sebanyak 11,5 juta kepala keluarga (KK) telah terdaftar dalam program digitalisasi perlinsos. Selain itu, terdapat 775 ribu agen yang membantu masyarakat mendaftarkan diri untuk memperoleh bantuan sosial. Ia juga menyebut jumlah pendaftar di portal tersebut telah melampaui 600 ribu orang per hari.
"Per hari ini, sudah ada 11,5 juta KK yang terdaftar dalam digitalisasi perlinsos program digitalisasi perlinsos ini gitu kan. Dan ada 775 ribu agen perlinsos yang akhirnya membantu pendaftaran warga-warga kita yang membutuhkan bantuan sosial," kata Firman.
3. Sudah ada hasil studi uji coba

Anggota Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Firman Hidayat (IDN Times/Ilman Nafi'an) DEN turut melaporkan hasil studi uji coba Perlinsos Digital di Provinsi Bali kepada Presiden. Berdasarkan hasil kajian tersebut, penggunaan sistem digital mampu menurunkan exclusion error sebesar 24,1 persen, sedangkan inclusion error dilaporkan turun dari 4,1 persen.
Exclusion error merujuk pada kondisi ketika masyarakat yang berhak justru tidak menerima bantuan. Sementara inclusion error terjadi ketika bantuan diterima pihak yang tidak memenuhi kriteria.
"Jadi artinya digitalisasi perlinsos ini mampu membuat proses bansos lebih transparan dan juga lebih tepat sasaran," ucapnya.























