Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Prabowo-DPR Bahas Evaluasi Haji, Ingin Pangkas Antrean Lagi
Mensesneg Prasetyo Hadi bersama Menteri Haji dan Umrah, Irfan Yusuf usai rapat evaluasi penyelenggaraan haji 2026 (IDN Times/Ilman Nafi'an)

Jakarta, IDN Times - Presiden Prabowo Subianto menerima pimpinan DPR RI, Tim Pengawas Haji DPR, Menteri Haji dan Umrah, Irfan Yusuf, dan Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak, untuk membahas evaluasi penyelenggaraan ibadah haji 2026 di kediaman pribadinya di Hambalang, Bogor, Rabu (17/6/2026).

Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, mengatakan Presiden Prabowo menerima laporan langsung dari DPR dan Kementerian Haji dan Umrah terkait pelaksanaan haji 2026.

"Pertemuan berlangsung penuh dengan keakraban, penuh dengan diskusi-diskusi untuk perbaikan-perbaikan pelaksanaan haji ke depan," ujar Prasetyo.

1. Penurunan biaya penyelenggaraan ibadah haji Rp6 juta

Jemaah haji Debarkasi Palembang kloter 6 saat tiba di tanah air. (Dok. Kemenhaj Sumsel)

Sementara, Wakil Ketua DPR RI sekaligus Ketua Tim Pengawas Haji DPR, Cucun Ahmad Syamsurijal, menyampaikan sejumlah hasil pengawasan yang telah dilakukan sepanjang penyelenggaraan haji tahun ini.

Menurut Cucun, DPR bersama pemerintah berupaya menghadirkan perbaikan nyata dalam pelayanan haji pada masa pemerintahan Presiden Prabowo. Salah satu capaian yang disampaikan kepada Presiden adalah penurunan biaya penyelenggaraan ibadah haji.

Cucun mengapresiasi ongkos haji berhasil turun hingga Rp6 juta dalam kurun dua tahun, untuk lebih dari 200 ribu calon jemaah haji. Selain itu, menurut Cucun, Prabowo juga ingin memperpendek masa tunggu keberangkatan haji. Dia menyebut antrean yang sebelumnya mendekati 35 hingga 40 tahun, kini telah ditekan menjadi sekitar 26 tahun.

"Beliau menyampaikan kalau bisa lebih cepat lagi seperti apa skemanya, supaya antrean ini tidak panjang," kata Cucun.

Dalam aspek keberangkatan, Tim Pengawas Haji melaporkan sistem keimigrasian Indonesia dinilai semakin baik. Sistem tersebut mampu mengantisipasi keberangkatan jemaah ilegal, sehingga proses perjalanan ibadah haji menjadi lebih tertib dan aman.

2. Layanan akomodasi dan konsumsi dinilai lebih baik

Wamenhaj Dahnil Anzar Simanjuntak bersama sejumlah Amirul Hajj meninjau fasilitas hotel jemaah di Al-Hidayah Tower, Aziziyah, Makkah, Selasa (19/5/2026) (Dok. MCH 2026)

Peningkatan layanan juga dirasakan pada fasilitas akomodasi. Cucun menjelaskan sekitar 17 ribu jemaah haji reguler tahun ini mendapatkan akomodasi di zona satu kawasan Masjid Nabawi, Madinah, dan menempati hotel-hotel berbintang lima.

Menurutnya, banyak jemaah menyampaikan apresiasi atas kualitas hotel yang mereka tempati selama menjalankan ibadah haji.

Selain akomodasi, layanan konsumsi juga mengalami peningkatan. Tim Pengawas Haji mencatat menu makanan bagi jemaah kini lebih beragam dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Keberhasilan tersebut tidak lepas dari proses negosiasi antara Kementerian Haji dan pihak penyedia layanan atau syarikah di Arab Saudi.

Cucun juga menyoroti kualitas nasi yang dinilai lebih sesuai dengan selera masyarakat Indonesia, karena menggunakan beras yang dikirim dari Tanah Air.

3. Prabowo minta memperbaiki semua kekuragan

Menhaj Mochamad Irfan Yusuf saat mencicipi makanan jemaah haji Embarkasi Lombok, Jumat (8/5/2026). (IDN Times/Muhammad Nasir)

Dalam pertemuan tersebut, Presiden Prabowo disebut memberikan perhatian besar terhadap berbagai terobosan yang telah dilakukan. Ia meminta seluruh pihak mempertahankan program-program yang telah berjalan baik, sekaligus memperbaiki berbagai kekurangan yang masih ditemukan di lapangan.

Cucun menegaskan keberhasilan penyelenggaraan haji tidak terlepas dari koordinasi dan komunikasi yang erat antara DPR dan pemerintah.

"Modalnya adalah komunikasi dan koordinasi yang baik antara DPR dengan pemerintah," imbuhnya.

Editorial Team

Related Article