Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Prabowo: Menurut Keyakinan Saya, Bangsa Kita Telah Menyimpang
Presiden Prabowo Subianto dalam Munas HIPMI pada Rabu (10/6/2026). (YouTube/ Sekretariat Presiden)
  • Presiden Prabowo Subianto menilai Indonesia telah menyimpang dari pemikiran dan warisan para pendiri bangsa, terutama dalam menjalankan nilai-nilai dasar yang telah dirancang sebelumnya.
  • Prabowo menyoroti bahwa generasi penerus kini mengabaikan rancangan ekonomi berbasis asas kekeluargaan sebagaimana tercantum dalam Pasal 33 UUD 1945, yang dianggap hanya menjadi slogan tanpa penerapan nyata.
  • Ia menegaskan pentingnya kembali pada cetak biru pembangunan bangsa agar fondasi negara tidak runtuh akibat penyimpangan dari prinsip-prinsip dasar yang telah digagas oleh para pendiri.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pandangannya bahwa Indonesia telah menyimpang dari pemikiran dan warisan para pendiri bangsa, terutama dalam penerapan prinsip ekonomi yang tercantum dalam Pasal 33 UUD 1945.
  • Who?
    Pernyataan tersebut disampaikan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto saat berbicara di hadapan peserta Musyawarah Nasional Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi).
  • Where?
    Kegiatan berlangsung di Provinsi Lampung, tempat pelaksanaan Musyawarah Nasional Hipmi tahun 2026.
  • When?
    Pernyataan itu disampaikan pada Rabu, 10 September 2026, saat pembukaan acara Musyawarah Nasional Hipmi.
  • Why?
    Prabowo menilai generasi penerus bangsa telah mengabaikan cetak biru dan asas-asas dasar yang dirancang oleh para pendiri bangsa sebagai pedoman pembangunan nasional.
  • How?
    Dalam pidatonya, Prabowo mencontohkan penyimpangan terhadap Pasal 33 UUD 1945 serta menggambarkan kondisi itu seperti membangun gedung tanpa mengikuti rancangan teknis atau blueprint yang sudah ada.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Prabowo bilang kalau negara kita sekarang sudah jalan tidak seperti yang dulu dibuat oleh para pendiri bangsa. Dia ngomong waktu ada kumpul pengusaha muda di Lampung. Katanya orang-orang sekarang lupa sama aturan penting di UUD 1945 tentang ekonomi. Prabowo mau semua orang ingat lagi dan ikut aturan itu biar negara kuat.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Pernyataan Prabowo dalam forum Hipmi menunjukkan kepedulian mendalam terhadap arah pembangunan bangsa. Dengan menyoroti pentingnya kembali pada cetak biru para pendiri negara, ia mendorong refleksi kolektif tentang nilai-nilai dasar yang pernah menjadi fondasi Indonesia. Sikap ini mencerminkan keinginan untuk memperkuat kesadaran nasional dan mempertegas komitmen terhadap prinsip ekonomi berasaskan kekeluargaan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Presiden Prabowo Subianto meyakini, Indonesia telah menyimpang dari pemikiran para pendiri bangsa.

Hal itu Prabowo sampaikan saat membuka Musyawarah Nasional (Munas) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) di Lampung, Rabu (10/9/2026).

"Menurut pandangan saya, menurut keyakinan saya bahwa bangsa kita, telah menyimpang dari pemikiran, dari warisan pendiri-pendiri bangsa kita sendiri," ujar Prabowo.

Prabowo mengatakan, generasi penerus kini berpura-pura jika rancangan yang sudah dibuat oleh pendiri bangsa tidak penting.

"Kita sudah diberi rancang bangun blueprint, tetapi kita pura-pura bahwa itu tidak penting. Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan ini lips service," ujar dia.

Prabowo mencontohkan, salah satu gagasan yang sudah dibuat oleh pendiri bangsa tertuang dalam Pasal 33 Undang-Undang Dasar (UUD) 1945. Pasal tersebut berisi mengenai sistem perekonomian Indonesia.

"Di tengah itu semua, kita juga harus mengakui bahwa apa yang diberikan oleh pendiri bangsa kita selain Pancasila adalah UUD 1945 itu pun kita tinggalkan. Pasal 33 UUD 1945 yang sangat jelas dan sangat gamblang itu tidak mau dibicarakan. Tidak mau dibicarakan, apalagi diberlakukan," kata Prabowo.

Prabowo menyampaikan, generasi penerus juga sudah meninggalkan cetak biru yang sudah digagas para pendiri bangsa. Sebab, generasi penerus sudah menganggap tidak penting.

"Masalahnya adalah menurut keyakinan saya bahwa kita telah meninggalkan sendi-sendi yang paling penting, yaitu sendi rancang bangun bangsa. Bagaimana kita mau mendirikan gedung tanpa suatu blueprint tanpa suatu gambar teknis. Kalau kita menyimpang dari blue print, dari cetak biru menyimpang, gedung itu runtuh," ujar Prabowo.

Editorial Team

Related Article