Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Prabowo Perintahkan TNI AL Ikut Cari 5 Jurnalis Hilang di Selat Sunda
Presiden Prabowo Subianto melepas kontingen official dan atlet yang akan berlaga di Asian Games 2026 (IDN Times/Muhammad Ilman Nafian)
  • Presiden Prabowo memerintahkan TNI AL membantu pencarian lima jurnalis dan tiga kru speedboat yang hilang kontak saat menuju Gunung Anak Krakatau.
  • TNI AL mengerahkan 11 kapal dalam operasi pencarian bersama tim SAR gabungan, setelah rombongan dilaporkan hilang sejak Senin, 7 September 2026.
  • Rombongan berangkat dari Carita pukul 14.00 WIB; komunikasi terakhir tercatat antara pukul 14.42 hingga 18.20 WIB sebelum pesan berikutnya tidak tersambung.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Presiden Prabowo Subianto memerintahkan TNI Angkatan Laut (AL) ikut membantu pencarian lima jurnalis yang hilang kontak di Selat Sunda, saat hendak meliput erupsi Gunung Anak Krakatau. Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya, mengatakan TNI AL juga sudah mengerahkan 11 kapal untuk melakukan pencarian.

"Sejak rombongan lima jurnalis bersama tiga kru kapal dilaporkan hilang kontak, sejak Senin malam Presiden Prabowo memang sudah langsung menginstruksikan KSAL untuk segera melakukan pencarian, di hari itu juga TNI-AL langsung mengirim kapal-kapalnya," ujar Teddy dalam keterangannya di unggahan Instagram @sekretariat.kabinet, Kamis (10/9/2026).

Berikut daftar 11 kapal yang ikut pencarian 5 jurnalis hilang:

  1. KRI Leuser-924

  2. KRI Kerambit-627

  3. KRI Lepu-861

  4. KAL Anyer 1-3-64

  5. KAL Pohawang I-3-30

  6. RBB Peucang Lanal Banten

  7. RHIB SAR 02 Banten

  8. RHIB SAR 02 Lampung

  9. KN SAR Tetuka-247

  10. KN SAR Basudewa-224

  11. KP Sanjaya-7017.

Teddy berharap lima jurnalis dan tiga awak kapal yang hilang itu segera ditemukan dalam keadaan selamat.

"Doa kita untuk keselamatan seluruh rombongan. Semoga segera ditemukan dalam keadaan selamat," ucap Teddy.

1. Kronologi 5 jurnalis hilang kontak

TNI Angkatan Laut (AL) mengerahkan sejumlah kapal perang Republik Indonesia (KRI) untuk mencari lima jurnalis yang dilaporkan hilang kontak saat menjalankan tugas peliputan di sekitar kawasan Gunung Anak Krakatau, Selat Sunda, Rabu (9/9/2026)(dok. Dispenal)

Sebelumnya, lima jurnalis bersama tiga kru speedboat Arupadhatu 1 hilang kontak setelah berangkat dari Dermaga Pagedongan, Carita, Pandeglang, menuju Gunung Anak Krakatau pada Senin (7/9/2026). Hingga Rabu (9/9/2026), tim SAR gabungan belum menemukan keberadaan mereka.

Istri pemandu rombongan, Heriyanto, mengaku mulai khawatir ketika suaminya tak kunjung pulang pada Senin malam.

“Senin malam sudah khawatir karena kan gak nginep (menginap). Jam 8-9 (malam) biasanya sudah sampai, ini gak ada aja sampai pagi,” kata Epi di Posko SAR Terpadu Marina Carita, Rabu.

Rombongan berangkat sekitar pukul 14.00 WIB menggunakan Arupadhatu 1. Kelima jurnalis dalam rombongan yakni M. Bagus Khoirunnas dari Antara, Ari Basuki dari Merdeka, Yudhis dari iNews, Daus dari Anadolu, dan Donal sebagai jurnalis freelance. Ketiga kru kapal yakni Warta sebagai kapten, Surakman anak buah kapal, dan Heriyanto pemandu.

"Harusnya sudah datang ke sini sekitar jam 5 atau jam 6,” kata pemilik kapal, Sandi Wiyasa.

2. Sempat kirim titik lokasi, lalu komunikasi terputus

Tim Basarnas yang mencari 5 Jurnalis yang hilang. (Dok. Basarnas)

Berdasarkan laporan awal Basarnas, komunikasi terakhir dengan rombongan terjadi sekitar pukul 14.42 WIB, ketika salah satu penumpang mengirim lokasi kepada jurnalis di Lampung. Komunikasi kemudian terputus sekitar pukul 15.04 WIB.

“Saya langsung dengan Kapolsek ke sini, ke Marina, ke Basarnas,” ujar Sandi, setelah mengetahui kapal dilaporkan hilang.

3. Istri pemandu masih sempat berkomunikasi hingga pukul 18.20 WIB

TNI Angkatan Laut (AL) mengerahkan sejumlah kapal perang Republik Indonesia (KRI) untuk mencari lima jurnalis yang dilaporkan hilang kontak saat menjalankan tugas peliputan di sekitar kawasan Gunung Anak Krakatau, Selat Sunda, Rabu (9/9/2026)(dok. Dispenal)

Sementara, komunikasi yang diterima Epi menunjukkan Heriyanto masih mengirim foto Gunung Anak Krakatau pada pukul 18.13 WIB. Epi kemudian membalas pesan tersebut, tetapi komunikasi berhenti.

"Terakhir komunikasi 18.13 magrib, di Krakatau kirim foto. Bagus Krakatau, kirim foto saja,” ujarnya.

Epi lalu kembali mendapat balasan dari suaminya pukul 18.20 WIB. Pesan Epi berikutnya pada pukul 18.35 hanya berstatus centang satu.

Curated For You

Editorial Team

Related Article