29 Siswa DKI Ikut Demo Dikirim ke Barak Militer, Pramono: Biar Sayang Negara

- Sebanyak 27 dari 29 siswa Jakarta yang terjaring saat demo 27 Agustus 2026 mengikuti pembekalan bela negara di Sentul bersama peserta dari wilayah sekitar Jakarta.
- Gubernur DKI Pramono Anung menilai program tersebut baik untuk mendorong pelajar lebih menghargai, menyayangi, dan peduli terhadap bangsa serta negara.
- Pemprov DKI menyatakan program Korps Kadet Republik Indonesia dijalankan Kemenhan dan Polda Metro Jaya, sebagai tindak lanjut koordinasi bagi anak yang berhadapan dengan hukum.
Jakarta, IDN Times - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, angkat bicara soal pengiriman puluhan siswa Jakarta ke barak militer usai ditangkap polisi karena mengikuti aksi demo 27 Agustus 2026.
Pramono mengatakan, dari 29 siswa yang awalnya diberangkatkan, sebanyak 27 orang mengikuti program program bela negara yang digelar Kementerian Pertahanan (Kemenhan) bersama Polda Metro Jaya. Para siswa tersebut mengikuti pembekalan bersama peserta dari sejumlah wilayah di sekitar Jakarta.
"Memang Jakarta juga ikut mengirimkan dari Tangerang, Bekasi, Tangerang Selatan, Bogor, Depok, dan sebagainya. Dari Jakarta sendiri yang diberangkatkan awalnya 29, tetapi yang mengikuti program itu 27," kata Pramono di Tebet, Jakarta Selatan, Kamis (10/9/2026).
1. Lebih menghargai dan sayangi negara

Siswa berada di barak militer saat program pendidikan karakter dan kedisiplinan di Dodik Bela Negara Rindam III Siliwangi, Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Senin (5/5/2025). (ANTARA FOTO/Abdan Syakura) Menurut Pramono, program bela negara merupakan kegiatan yang baik, khususnya bagi para pelajar. Dia menilai pembekalan tersebut dapat menumbuhkan rasa cinta dan kepedulian terhadap bangsa dan negara.
"Ini adalah program bela negara. Menurut saya, program ini menjadi baik karena apa? Untuk membuat terutama para pelajar itu lebih menghargai, menyayangi terhadap negaranya sendiri," ujar dia.
2. Program dari Kemenhan

Anggota TNI merazia barang bawaan siswa sebelum memasuki barak militer saat program pendidikan karakter dan kedisiplinan di Dodik Bela Negara Rindam III Siliwangi, Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Senin (5/5/2025). (ANTARA FOTO/Abdan Syakura) Pramono mengatakan, Pemprov DKI tidak menjadi pihak yang menjalankan pendidikan dalam program tersebut. Oleh karena itu, dia meminta pertanyaan mengenai teknis dan materi pembekalan disampaikan kepada instansi yang menyelenggarakannya.
"Sehingga dengan demikian kalau mengenai program detailnya, karena ini yang melakukan adalah Kementerian Pertahanan dan Polda Metro Jaya, tolong ditanyakan pada instansi yang melakukan pendidikan," kata Pramono.
3. Sebanyak 29 siswa ikuti demo 27 Agustus

Sekelompok pelajar sekolah ikut ramaikan demo di Gedung DPR RI, Jakarta Pusat, Kamis (27/8/2026). (IDN Times/Yosafat Diva Bayu Wisesa) Pemprov DKI memastikan sebanyak 29 murid asal DKI Jakarta yang mengikuti Pembekalan Bela Negara melalui program Korps Kadet Republik Indonesia (KKRI) karena terjaring Polda Metro Jaya dalam aksi unjuk rasa pada 27 Agustus 2026.
Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta Bidang Komunikasi Publik, Cyril Raoul Hakim atau Chico Hakim, kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari surat Direktur Reserse Perlindungan Perempuan dan Anak dan Pemberantasan Perdagangan Orang Polda Metro Jaya Nomor B/397/IX/OTL.4./2026/Ditres PPA dan PPO tanggal 2 September 2026.
"Koordinasi antara polda metrojaya dengan Kementerian Pertahanan melalui program Korps Kadet Republik Indonesia (KKRI) terhadap Anak berhadapan dengan Hukum (ABH) yang terjaring oleh Polda Metro Jaya saat unjuk rasa 27 Agustus," ujar Chico saat dikonfirmasi, Rabu (9/9/2026).
Para peserta kemudian mengikuti pembekalan Bela Negara di Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Kegiatan tersebut merupakan kolaborasi lintas sektor yang dikoordinasikan Kemhan bersama Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.




















