Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Prabowo: Saya Pertaruhkan Nyawa, tapi Banyak Elite Curi Uang Rakyat
Prabowo Hadiri Hari Buruh 206 di Monas (IDN Times/M. Ilman Nafi'an)
  • Presiden Prabowo Subianto menyampaikan kekecewaannya terhadap elite Indonesia yang masih mencuri uang rakyat dalam pidatonya di peringatan Hari Buruh Internasional 1 Mei 2026 di Monas, Jakarta.
  • Prabowo menyoroti fenomena orang pintar yang justru menggunakan kepandaiannya untuk merampok kekayaan negara, sesuatu yang menurutnya sangat memprihatinkan.
  • Ia menegaskan telah berkali-kali mempertaruhkan nyawa demi bangsa dan tidak rela melihat rakyat hidup susah serta anak-anak Indonesia kelaparan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Presiden Prabowo Subianto menyampaikan keresahannya banyak elite-elite di Indonesia, yang masih mencuri uang rakyat. Menurutnya, masih ada orang yang semakin pintar, tapi kepandaiannya digunakan untuk merampok kekayaan negara.

Hal itu Prabowo sampaikan dalam pidatonya di peringatan Hari Buruh Internasional 1 Mei 2026 di Monas, Jakarta, Jumat (1/5/2026).

"Yang saya sedih, orang semakin tinggi orang semakin gak jelas, saya heran semakin pintar, banyak yang pinter, pinter maling, gak habis pikir aku. Saya merasa terpanggil karena saya dari usia muda, saya masuk tentara ingin menjaga negara ini, ingin membela negara ini, ingin membela rakyat saya," ujar Prabowo.

Prabowo mengaku kaget, saat sudah pensiun dari tentara, masih ada rakyat yang hidupnya susah. Prabowo mengaku berkali-kali mempertaruhkan nyawanya untuk Indonesia.

"Saya telah mempertaruhkan nyawa saya berkali-kali untuk bangsa ini, tapi saya melihat banyak elite-elite yang curi uang rakyat, bukan ini yang saya perjuangkan, bukan negara yang dirampok oleh maling-maling, saya tidak rela," ujar Prabowo.

"Saya tidak rela ada anak-anak Indonesia yang lapar, saya tidak rela ada ibu-ibu yang tidak bisa memberi susu untuk anak-anaknya," imbuhnya.

Editorial Team