Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Prabowo: Untuk Apa Kita Merdeka Kalau Tak Bisa Beri Makan?
Presiden RI, Prabowo Subianto, dalam upacara peringatan HUT Bhayangkara ke-80 di Satlat Brimob Polri, Cikeas, Bogor, Jawa Barat, Rabu (1/7/2026). (IDN Times/Yosafat Diva Bayu Wisesa)
  • Presiden Prabowo menegaskan komitmen pemerintah melanjutkan program Makan Bergizi Gratis bagi siswa, ibu hamil, dan lansia sebagai wujud kemerdekaan yang mampu memberi makan rakyatnya.
  • Prabowo menyoroti pentingnya ketahanan pangan dengan mempertanyakan ketersediaan pupuk, harga pangan terkendali, serta akses anak sekolah terhadap makanan bergizi.
  • Ia menanggapi kritik terhadap program MBG dengan menekankan bahwa memberi makan rakyat bukan pemborosan, melainkan kebutuhan dasar untuk mencegah stunting dan menjaga peradaban bangsa.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
20 Juli 2026

Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, menegaskan komitmen pemerintahannya untuk melanjutkan program makan bergizi gratis bagi siswa, ibu hamil, dan lansia.

kini

Pemerintah terus menjalankan program makan bergizi gratis sebagai bagian dari upaya menjamin ketahanan pangan dan kesejahteraan rakyat.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintahannya untuk melanjutkan program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi siswa, ibu hamil, dan lansia sebagai upaya menjamin ketahanan pangan nasional.
  • Who?
    Pernyataan disampaikan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto dalam pidatonya di hadapan jajaran kabinet dan pejabat pemerintahan.
  • Where?
    Pernyataan tersebut disampaikan di Istana Negara, Jakarta, dalam forum Sidang Kabinet Paripurna yang dihadiri para menteri dan pejabat terkait.
  • When?
    Pernyataan ini disampaikan pada Senin, 20 Juli 2026, saat berlangsungnya Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara.
  • Why?
    Prabowo menilai bangsa yang merdeka harus mampu memberi makan rakyatnya dan menganggap pemenuhan kebutuhan pangan sebagai dasar peradaban serta ukuran keberhasilan suatu negara.
  • How?
    Pemerintah berencana melanjutkan program MBG dengan fokus pada penyediaan makanan bergizi melalui kebijakan pangan yang mendukung ketersediaan air, lahan subur, pupuk terjangkau, dan harga pangan terkendali.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Pak Prabowo bilang semua orang harus bisa makan enak dan sehat. Dia mau kasih makanan gratis buat anak sekolah, ibu hamil, dan kakek nenek. Katanya negara merdeka itu yang bisa kasih makan rakyatnya. Ada orang yang tidak setuju, tapi Pak Prabowo tetap mau bantu karena banyak anak belum makan cukup setiap hari.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Pidato Prabowo menonjolkan kepedulian terhadap kebutuhan dasar rakyat, terutama gizi bagi kelompok rentan seperti siswa, ibu hamil, dan lansia. Dengan menegaskan pentingnya pangan sebagai fondasi peradaban, ia menunjukkan komitmen moral untuk menjadikan kesejahteraan rakyat prioritas utama. Sikap ini mencerminkan pandangan bahwa kemerdekaan sejati diwujudkan melalui kemampuan negara memberi makan warganya.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Presiden Prabowo Subianto menegaskan, pemerintahannya akan terus memberikan makan bergizi gratis (MBG) kepada siswa, ibu hamil, dan lansia. Menurut dia, bangsa yang merdeka adalah mereka yang bisa memberikan makan kepada rakyatnya.

"Setiap negara, setiap perekonomian, itu pasti diukur dan kita punya ukuran kita bertanya, apakah bangsa itu bisa memberi makan untuk rakyatnya? Itu yang paling mendasar, untuk apa kita merdeka, untuk apa kita punya NKRI kalau kita tidak bisa memberi paling dasar dari sebuah peradaban, yang paling dasar adalah makan, pangan," ujar Prabowo dalam pidatonya si Sidang Kabinet Paripurna, Istana Negara, Jakarta, Senin (20/7/2026).

Prabowo merasa heran, ada orang pintar yang berbicara program memberi makan lebih baik dialihkan ke hal lain. Padahal, kata Prabowo, urusan perut tidak bisa ditunda.

"Kalau ada orang-orang pintar mengatakan bahwa ada yang lebih penting dari perut yang lapar, ya, saya persilakan! Saudara-saudara, yang saya tahu, dari sejarah ribuan tahun peradaban manusia, tidak ada masyarakat yang bertahan tanpa pangan, punah, peradaban punah kalau tidak ada makan," kata dia.

Prabowo kemudian bertanya, apakah selama ini anak di sekolah sudah mayoritas mendapat makan bergizi?

"Untuk menjamin pangan, perlu air, perlu lingkungan yang dilestarikan, perlu lahan yang subur, perlu kebijakan yang benar, kita bertanya sekarang apakah harga pangan terkendali? Apakah pupuk tersedia untuk rakyat, untuk petani dalam harga terjangkau, kita bertanya apakah anak-anak di sekolah memperoleh makan bergizi di sekolah?" kata dia.

Mantan Menteri Pertahanan itu mengaku kerap mendapat kritik karena membuat program MBG. Padahal, Prabowo mengaku hanya ingin memberi makan untuk rakyat yang membutuhkan.

"Saya diserang karena ingin memberi makan bergizi untuk anak-anak Indonesia, memberi makan untuk anak-anak Indonesia untuk ibu-ibu hamil, untuk orang-orang lansia, dianggap pemborosan, tapi ribuan triliun yang menguap yang pergi dari bumi Indonesia, tiap tahun selama 34 tahun tidak ada yang komentar tidak ada pakar yang protes, tidak ada investigasi, kita mau beri makan kepada anak-anak yang jelas-jelas minimal seperempat anak-anak kita stunting, sebagian besar tidak makan ke sekolah, kita dituduh pemborosan," ujar Prabowo.

Curated For You

Editorial Team

Related Article