Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Pramono Minta Aksi Greenpeace di Bundaran HI Tak Ganggu Ketertiban
Greenpeace Indonesia gelar aksi damai tanpa kekerasan di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat. (Greenpeace 2026/Dhemas Revianto)
  • Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menghormati aksi Greenpeace di Bundaran HI sebagai bagian demokrasi, tetapi meminta kegiatan itu tidak mengganggu ketertiban umum.
  • Pramono berharap aktivis segera turun dari monumen dan demonstrasi berlangsung aman, nyaman, serta tertib agar aspirasi dapat didengar pemerintah.
  • Greenpeace membentangkan spanduk dan poster yang mengkritik penanganan krisis iklim, bencana ekologis, serta tekanan biaya hidup selama dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Greenpeace Indonesia menggelar aksi protes dengan membentangkan spanduk dan poster mengenai krisis iklim, bencana ekologis, serta biaya hidup di Patung Selamat Datang, Bundaran HI.
  • Who?
    Aktivis Greenpeace Indonesia melakukan aksi, sementara Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meminta demonstrasi tidak mengganggu ketertiban umum.
  • Where?
    Aksi berlangsung di Patung Selamat Datang, kawasan Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta Pusat.
  • When?
    Aksi dan pernyataan Pramono Anung berlangsung pada Selasa pagi, 20 Oktober 2026.
  • Why?
    Greenpeace Indonesia menyampaikan kritik terhadap penanganan krisis iklim selama dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
  • How?
    Sejumlah aktivis bertengger di bagian atas monumen, membentangkan spanduk kuning, dan mengangkat poster bertuliskan antara lain “Tangani Krisis, Bukan Bungkam Kritik”.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Orang-orang Greenpeace naik ke Patung Selamat Datang di Bundaran HI, Jakarta. Mereka membawa spanduk kuning dan poster tentang iklim, bencana, dan hidup yang makin mahal. Gubernur Pramono Anung bilang mereka boleh menyampaikan suara, tapi jangan membuat keadaan tidak tertib. Ia berharap mereka segera turun dan aksi berjalan aman serta damai.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Sikap Pramono Anung menegaskan ruang demokrasi tetap dihormati, sembari menjaga agar penyampaian kritik berlangsung aman dan tertib. Harapannya agar aspirasi Greenpeace didengar pemerintah menunjukkan adanya pengakuan terhadap pentingnya suara masyarakat mengenai krisis iklim, bencana ekologis, dan tekanan biaya hidup.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyoroti aksi Greenpeace Indonesia yang membentangkan spanduk di Patung Selamat Datang, Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, Selasa (20/10/2026) pagi.

Pramono mengingatkan agar aksi penyampaian aspirasi tersebut tidak mengganggu ketertiban umum.

"Jakarta ini atau Indonesia ini adalah negara demokrasi. Yang seperti itu tentunya kita memberikan penghormatan dan apresiasi. Tetapi yang paling penting jangan kemudian mengganggu ketertiban umum," ucap Pramono di Jakarta Pusat, Selasa (20/10/2026).

1. Pramono minta tidak ganggu ketertiban

Greenpeace Indonesia Panjat Patung Bundaran HI, Soroti Bencana Makin Parah (dok. Greenpeace Indonesia)

Ia juga berharap para aktivis Greenpeace segera turun dari monumen untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

“Sekarang ini saya dengar mereka mudah-mudahan segera untuk turun karena kalau tidak kan kalau ada apa-apa nanti apa, jangan sampai ketertiban kita terganggu,” ujarnya.

2. Demo diharapkan berjalan damai

Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Aksi Komite Selamatkan Daulat Rakyat (Sadar) membacakan evaluasi pemerintahan Prabowo-Gibran di Tugu Proklamasi, Jakarta, Selasa (20/10/2026). (IDN Times/Lia Hutasoit)

Pramono berharap demonstrasi yang berlangsung pada hari ini dapat berjalan aman, nyaman, dan tertib. Ia meyakini aspirasi yang disampaikan masyarakat dapat didengar oleh pemerintah, baik pemerintah pusat maupun Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

“Sehingga dengan demikian saya berharap betul bahwa demonstrasi yang berlangsung hari ini mudah-mudahan berlangsung dengan aman, nyaman, tertib, dan apa yang menjadi aspirasi bisa diantisipasi ataupun dijalankan oleh pemerintah yang ada,” katanya.

3 Greenpeace bentangkan spanduk kritik di Bundaran HI

Spanduk raksasa yang dipasang Greenpeace Indonesia di Patung Selamat Datang, Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, telah dicopot pada Selasa (20/10/2026) pagi. (IDN Times/Cantika Lutfiah)

Dua sosok dalam Patung Selamat Datang di Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, menjadi latar aksi protes Greenpeace Indonesia pada Selasa (20/10/2026). Di bawah langit kelabu, sejumlah aktivis bertengger di bagian atas monumen sambil membentangkan spanduk kuning dan mengangkat sejumlah poster berisi pesan tentang krisis iklim, bencana ekologis, hingga tekanan biaya hidup yang dirasakan masyarakat.

Poster-poster berwarna kuning itu mencolok di antara warna gelap patung dan bangunan penyangganya. Salah satu poster bertuliskan “Tangani Krisis, Bukan Bungkam Kritik”, sementara poster lainnya memuat pesan “Elite Berpesta, Rakyat Menderita”.

Aksi tersebut menjadi cara Greenpeace Indonesia menyampaikan kritik terhadap penanganan krisis iklim selama dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Melalui pesan-pesan yang dibentangkan dari atas monumen, mereka mendesak pemerintah mengambil langkah lebih serius untuk mengatasi bencana ekologis yang dinilai semakin memengaruhi kehidupan masyarakat.

Curated For You

Editorial Team

Related Article